Tinggal di Negeri Asing, Begini Cara Umat Katolik Indonesia di Austria Bersekutu dalam Doa

259
Komunitas umat Katolik di Austria ziarah bersama ke Basilika Maria Taferl dan Biara Stift Melk pada 17 Agustus 2020.
Tinggal di Negeri Asing, Begini Cara Umat Katolik Indonesia di Austria Bersekutu dalam Doa
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.COM – BERAWAL dari kerinduan melakukan aktivitas rohani seperti di negara asal, sekelompok warga Katolik Indonesia di Austria berkumpul untuk berdoa bersama. Awalnya, komunitas ini melakukan Jalan Salib di Masa Prapaskah dan Misa Jumat Pertama. Kemudian, pada pertengahan tahun 2013 dilanjutkan dengan melakukan Doa Rosario bersama sekali seminggu yaitu hari Jumat. Lalu, tiap bulan Oktober sebagai Bulan Rosario, komunitas ini pun melakukan “ausflug“ atau ziarah dan rekreasi ke tempat rohani, misalnya tempat ziarah di Austria, dan juga di luar Austria, seperti pada Oktober 2017 komunitas ini mengikuti Peringatan 100 Tahun Penampakan Maria di Fatima, Portugal.

Kegiatan-kegiatan ini semakin memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggota. Bahkan sejak bulan Maret 2020 ketika pemerintah Austria memberlakukan lockdown terbatas, komunitas ini melakukan Doa Rosario setiap hari secara online melalui aplikasi zoom. Dikarenakan online maka yang ikut doa pun tidak hanya dari Austria tetapi juga dari negara lainnya di Eropa seperti Jerman, Swiss, dan Belanda.

Meskipun kebijakan lockdown terbatas mulai dilonggarkan pada bulan Mei, kerinduan untuk berdoa Rosario setiap malam tetap ada.  Hingga hari ini komunitas yang beranggotakan puluhan orang itu, tetap setia berdoa Rosario bersama secara online setiap malam pukul 20.30 CET, sebelum menutup semua aktivitas dalam sehari.

Berdoa rosario bersama secara online tiap pukul 20.30 CET.

Bagi mereka berdoa setiap hari dalam komunitas mampu memberikan motivasi tersendiri, khususnya dalam melewati masa-masa sulit selama pandemi ini. Sebelum atau setelah berdoa anggota komunitas dapat saling berbincang satu sama lain untuk berbagi pengalaman. Di sinilah makna komunitas terbangun dengan saling menguatkan dalam satu spiritualitas. Bahkan saat salah satu anggota sedang dirawat di rumah sakit, anggota tersebut pun tetap mengikuti doa ini dari rumah sakit. Hal ini sesuai dengan makna dari Gereja yaitu komunitas yang hidup bukan sekadar bangunannya, serta ayat dari Ibrani 10:24-25, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”.

Lisa Esti Puji Hartanti/Angela Januarti, Kontributor

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here