Mengapa Kardinal Baru Ini Menjadikan Beato Carlo Acutis sebagai Pelindung?

120
Kardinal Terpilih, Marcello Semeraro dan Beato Carlo Acutis| Dok. Vatican News dan gianpierodori.jalbum.net
Mengapa Kardinal Baru Ini Menjadikan Beato Carlo Acutis sebagai Pelindung?
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.COM— Kardinal Marcello Semeraro tidak perlu mencari jauh-jauh pelindung surgawi untuk membantunya ketika ia ditunjuk dalam pelayanan baru pada usia 72 tahun dan  sepuluh hari kemudian menemukan bahwa ia akan diangkat menjadi kardinal. Kardinal Marcello menjatuhkan pilihannya pada Beato Carlo Acutis, seorang Italia yang meninggal pada tahun 2006 pada usia 15 tahun dan dibeatifikasi pada 10 Oktober.

Paus Fransiskus mengangkat Kardinal Marcello menjadi Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus lima hari setelah Misa beatifikasi Carlo Acutis di Assisi dan mengumumkan pada 25 Oktober bahwa ia akan melantik Uskup Albano ini ke dalam Kolegium Kardinal pada 28 November mendatang. Meskipun Kardinal Marcello tidak menghadiri Misa beatifikasi Carlo, tetapi ia berada di Assisi pada 19 Oktober untuk merayakan liturgi yang mengakhiri periode panjang ketika tubuh remaja Italia itu diperlihatkan untuk dihormati.

Kardinal berusia 72 tahun itu mengatakan kepada Vatican News,4/10, “Ketika saya berdiri di makamnya dan melihat anak muda yang diberkati ini, saya teringat sebuah ikon yang diberikan Paus Fransiskus kepada saya,” tuturnya. Ia melanjutkan, “Ikon itu disebut ‘Koinonia Suci’. Di dalamnya terdapat rahib muda yang menggendong rahib tua di punggungnya. Pada pertemuan dengan orang-orang muda, Paus berbicara tentang ikon ini dan meminta orang-orang muda untuk membawa impian Gereja dan juga harapannya.” Untuk itu, ia menambahkan, “ Sembari berdiri di depan jenazah Beato Carlo Acutis, saya meminta pemuda ini untuk menggendong saya dan membantu saya menjalani pelayanan yang Paus percayakan kepada saya.”

Kardinal yang baru saja ditunjuk ini, telah menjadi uskup Albano, selatan Roma, sejak 2004 dan Sekretaris Dewan Kardinal internasional Paus Fransiskus sejak 2013, mengatakan kunci untuk memahami pilihan Paus Fransiskus atas 13 kardinal baru adalah bahwa Bapa Suci memasukan Sekretaris Jenderal Sinode Para Uskup, Kardinal Mario Grech.

“Sinodalitas,” ucap Kardinal Marcello, adalah perjalanan persekutuan gereja, sebuah gaya hidup dalam iman yang melibatkan setiap anggota memberikan kontribusinya melalui perkataan, tindakan, dan doa.

Sebagai Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, ujarnya melanjutkan, ia berfokus pada aspek lain dari sinodalitas. “Persekutuan lain, yaitu persekutuan dengan surga. Kita yang melayani dan tinggal di Gereja di bumi ini harus mencoba untuk mencerminkan persekutuan surgawi yang kita jalani, seperti yang dinyatakan dalam Pesta Semua Orang Kudus yang baru-baru ini kita rayakan,” ungkapnya.

Mengumumkan para kardinal baru, Paus Fransiskus meminta umat untuk mendoakan mereka yang akan membantunya dalam pelayanannya sebagai Uskup Roma, demi kebaikan seluruh umat Allah yang beriman dan kudus.

Pelayanan itu, kata Kardinal Marcello, terdiri dari menjaga satu sama lain, membantu satu sama lain, saling menanggung beban, seperti yang dikatakan Santo Paulus, dan Paus Fransiskus meminta semua umat Katolik untuk bertanggung jawab untuk berbagi misi itu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here