Menjelang Hari Pahlawan, Vox Point Indonesia Ajak Mengenang Sosok IJ Kasimo

37
IJ Kasimo (kiri) ketika bertemu dengan Ir. Soekarno (Dok. Wikipedia)
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM — Menjelang Hari Pahlawan Nasional yang diperingati pada tanggal 10 November, Vox Point Indonesia mengajak umat beriman untuk mengambil waktu sejenak dan mengingat sosok tokoh katolik yang semasa hidupnya didedikasikan untuk Gereja dan bangsa, salah satunya Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono atau yang dikenal dengan IJ Kasimo.

Menurut Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisedjati, IJ Kasimo merubah paradigm Politik yang dianggap oleh, khususnya bagi umat Katolik, sebagai suatu hal yang kotor dan licik. Semasa hidupnya I.J. Kasimo juga berjuang demi bangsa dengan kegigihan dan kecerdikannnya. “Itu yang harus dimiliki oleh generasi milenial,” terang Handoyo.

Dengan ini, Handoyo berharap webinar yang diselengarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Vox Point Bekasi pada Minggu 8 November ini, dapat menjadi sebuah pencerah dan semangat untuk umat Katolik dengen meneladani karakter IJ Kasimo

Webinar yang bertajuk “I.J. Kasimo Perjuang dan Politisi Katolik Panutan Generasi Milenial” ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Yayasan Ignatius Joseph Kasimo, Jakarta, Joseph Belawa Liwun, Dosen Pembimbing Bidang Studi Sejarah Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Anhar Gonggong. Imam Jesuit sekaligus Sejarawan Indonesia, Romo F.X. Baskara T. Wardaya, SJ.

Pada kesempatan ini, Joseph Belawa Liwun menceritakan ketika ia pertama kali bertemu dengan Kasimo pada tanggal 10 November 1980 (40 tahun yang lalu). Baginya, Kasimo adalah guru sekaligus sahabat. “Saya sempat membantu membacakan koran untuknya,” kenangnya.

Sembari mengobrol, suatu ketika Kasimo memberikan wejangan kepada Yoseph. Kasimo mengungkapkan bahwa sebagai pejuang, hendaknya menjujung tinggi etika, moralitas serta kejujuran. Tentu semua itu didukung dengan rajin berdoa. “Ia pernah mengatakan begini, kekuatan iman mengalahkan apa yang impossible menjadi possible,” terang Joseph mengutip Kasimo.

Lain hal yang yang diungkapkan oleh Anhar Gonggong. Ia menghimbau masyarakat untuk melawan lupa. Agar tidak lupa, Anhar menambahkan, hendaknya masyarakat mengenal sejarah. Selain itu, ia mempertanyakan apalah arti seorang pahlawan. Menurutnya, pahlawan merupakan sosok pemberani, berpendidikan dan jujur.

“Andaikata tidak ada orang yang mempunyai keberanian, maka tidak akan ada pahlawan. Misalkan Kasimo. Kasimo berani menjadi berbeda dengan orang kebanyakan. Ia berjuang melawan pemerintah Belanda. Kasimo tidak sekedar sebagai pemimpin katolik. Tetapi memenuhi persyaratan sebagai pemimpin bangsa. Salah satu cirinya, adanya etika-etika politik yang ia terapkan secara baik,” terang Anhar.

Dalam webinar ini, Romo F.X. Baskara T. Wardaya, SJ menuturkan 10 poin teladan yang bisa dicontoh dari seorang IJ Kasimo. Imam Jesuit ini berharap kisah IJ Kasimo menjadi refleksi bersama menjelang Hari Pahlawan.

“Kita tidak boleh ragu karena harus memulai segalanya dari nol. Tentu, kita wajib menjadikan iman sebagai dasar untuk rela berjuang demi umat khususnya mereka yang tersisih. Seperti IJ Kasimo, hendaknya kita mempunyai prinsip hidup yang kuat dan jangan lupa untuk selalu senyum,” tutup Romo Baskara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here