Tergoda Dewa-Dewi Digital, Apa yang Harus Dilakukan

153
Tergoda Dewa-Dewi Digital, Apa yang Harus Dilakukan
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM – SAYA suka sekali nonton film. Film apa saja ok, asal jangan film horor. Tapi yang paling saya suka ya Drama Korea yang romantis dengan aktris dan aktor yang sama ‘cute’-nya, dan tentunya selalu diakhiri dengan happy ending. Banyak sekali channel berlangganan yang menawarkan puluhan film seri Drakor ini. Saya jadi euphoria, seperti anak kecil yang nyasar di toko mainan… wow senangnya!

Maka mulailah saya punya hobby baru, ‘manteng’ di depan layar kaca…nonton episode demi episode, season 1,2,3…dan seterusnya.

Selesai serial yang satu, udah gak sabar untuk segera nonton serial lain yang gak kalah serunya. Korea, Mexico, Hollywood sampai Bollywood..tinggal klik!

Lama-kelamaan tanpa disadari saya berubah dari sekadar ‘Movie Lovers’ menjadi ‘Movie Junkies’. Kecanduan saya nonton mulai menyita sebagian besar waktu saya. Yang paling gawat, saya seringkali lebih memilih meneruskan nonton serial yang lagi ‘seru-serunya’ daripada waktu berdoa dan membaca firman.

Bila sepanjang Perjanjian Lama, orang Yahudi sering sekali tergoda untuk menyembah Dewa Marduk, Dewa Baal, Dewi Asytoret, Dewa Molokh dan banyak dewa-dewi asing lainnya, ternyata di era milenial ini tanpa sadar saya tergoda oleh pesona Dewa-Dewi Digital, terutama Dewa Movie, yaitu Netflix, Iflix, Viu dan Dewi Sosmed seperti Youtube, News Channel, Instagram dan lainnya.

Kalau untuk dewa-dewi kuno perlu dibangun kuil-kuil pemujaan, dan orang perlu sedikit bersusah payah mengunjungi kuil dan membawa banyak hewan persembahan, sebaliknya Dewa-Dewi Digital sangat fleksibel dan mudah diakses. Tinggal pencet remoteclick! langsung deh dia muncul, kapan pun saya inginkan.

Bila saya hidup di zaman Perjanjian Lama, mungkin saya ini pantas ikut dibuang ke Babel. Untunglah, saat ini cuma dapet SP ringan dari Tuhan dalam bentuk nasehat dari para sahabat yang melihat sifat saya yang berubah jadi semakin gak sabaran, sering resah gelisah gak jelas, gampang stres. Pokoknya semua gejala ‘Hepatitis-S’ alias sakit spiritual yang disebabkan oleh hati yang tak terjaga dalam doa, dan kekurangan ‘nutrisi firman’ yang cukup.

Sebelum ‘Hepatitis-S’ ini menjadi semakin kronis, saya memutuskan sudah saatnya saya ‘click-off’ semua godaan Dewa-Dewi Digital, untuk memulai ‘puasa visual’ saya dengan kembali menjalani waktu doa dengan tertib dan membaca ayat-ayat Kitab Suci.

Seperti semua ‘addiction’ yang lain, saya yakin perjuangan ‘rehab’ saya ini pasti gak mudah. Apalagi masih ada aja temen saya yang cerita, “Eh elo ngikutin drakor yang itu nggak? Gile bajunya bagus-bagus banget ya? katanya sih yang buat fashion designer kondang itu loooh!” Temen lain menimpali, “Aktornya ternyata penyanyi juga looh…duuh tambah suka deh!”

Saya yang biasanya ikut menimpali diskusi di WAG ini, kali ini memutuskan untuk ‘no comment’. Tekad saya sudah bulat. Prioritas saya sebagai orang beriman sudah jelas. Saya nggak mau sampe kena SP 1-2-3 dari Tuhan. Jangan sampe deh! Daripada saya kehilangan rahmat dan perkenan-Nya, mendingan saya konsisten menyehatkan ‘hati spiritual’ saya. Sampai kapan?

Ya sampai saya yakin si Movie Junkies” ini sudah kembali menjadi “Movie Lovers” yang hanya sesekali menonton sebagai rekreasi saja. Sehingga jiwa yang ‘mal-nutrisi’ ini menjadi sehat dan bugar kembali, dan tidak sempat kosong seperti para Zombie di film-film horor…Hiii!!!!

Fransisca Lenny, Alumni KPKS Tangerang, Graphic designer, Writer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here