web page hit counter
27.3 C
Jakarta
Monday, May 10, 2021

Peziarahan Senja

HIDUPKATOLIK.com - Apa benar setiap potongan senja hanya menghantar kita pada gelapnya malam? Katamu, mozaik cinta kita akan terus menerabas pagar-pagar keterbatasan, menggapai sulur-sulur kebahagiaan. “Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan menyayangimu,” kata bapak sewaktuku...

Saohagölö, Beni!

HIDUPKATOLIK.com - Pak Buala! Cepaaat!” teriakan warga bersahut-sahutan. “Hape-nya mati. Mungkin dia kelelahan, semalam dia urus panggung RW sampai dini hari!” “Makanya samperin ke rumahnya!!!” teriak Pak RW panik. “Kasih udara buat Pak Rizal! Minggir… minggur!” Pak Rizal...

Kukembalikan Detak Jantungmu

HIDUPKATOLIK.com - DI sebuah kafe di daerah Gubeng, Surabaya. “Awake dhewe jatuh cinta pertama di sini…sajake!” tegurku sambil menatap matanya. Ada gurat usia di tepinya, namun tak mengurangi kecantikannya. “Aku harus mengakui, aku sudah jatuh cinta...

Suster Lestari

HIDUPKATOLIK.com - Takdir, kadang menculik kesendirianku untuk bertandang di panti asuhan. Panti Asuhan ini dikelola oleh para suster pengikut Santo Fransiskus Asisi. Suster Lestari, adalah pimpinan panti asuhan ini. Iya, aku lebih sering memanggilnya,...

Natal Tahun Ini Aku Pulang

HIDUPKATOLIK.COM - MUSEUM of Arts and Design, di pertengahan bulan Desember. Malam hari menyisakan dingin nan luar biasa. Sepanjang Colombus Avenue. Berpendar lampu-lampu megapolitan. Teringat ’Seribu Kunang-Kunang di Manhattan’ milik Umar Kayam. Terdengar dalam...

KUNJUNGAN UNTUK ADVEN

HIDUPKATOLIK.COM - SUARA ketukan di pintu  membuatku terbangun. Kulirik jam di dinding. Sudah lewat jam sembilan malam. Hujan masih menyisakan derai tipis-tipis di luar.  Oh, mungkin itu Johan.  Tadi suamiku itu sempat menelepon akan...

MENGUBAH SEJARAH DI BUKIT GUNDALING

HIDUPKATOLIK.COM - Gerimis menghapus kabut di Bukit Gundaling. Bukit yang konon jadi monumen   cinta tak sampai seturut legenda yang diserap Ersada semasa remaja. Entah benar atau tidak, ibunya berkisah kalau di Bukit Gundaling itu...

Roti Salak

HIDUPKATOLIK.com - Sepeda tuaku melintas di depan Poskamling desa. Bang Golan dan Mas Prir yang sedang bermain catur turut melihat pergerakkan sepadaku. “Tabik, salam kasih, Adi!” “Tabik, salam kasih!” balasku sambil mengayuh sepeda tuaku, membelah hamparan...

Kerikil Raja Daud untuk Papa

HIDUPKATOLIK.com - MALAM bungkam dalam gelap, sepertinya jangkrikpun tercekik sunyi. Tak ada dengkuran yang menantang sepi. Marselina menoleh kepada mamanya, “Ma, kita berdoa saja e?” pintanya pelan. Martha tetap bergeming. Jauh ia tenggelam dalam kekacauan hatinya. Beberapa bulir air mata sesekali...

Happy Hypoxia

HIDUPKATOLIK.COM - Tanggal 01 Oktober 2020, kita mengadakan pembukaan doa rosario, waktu jam 20.00 bertempat di aula kompleks. Pesan di WAG dari bapak ketua lingkungan untuk semua penghuni warga St. Angela. Arini terlihat memelototi gawainya...

Ketika Mata Menemukan Kata

HIDUPKATOLIK.com - Aku mencintai seorang perempuan. Aku mencintainya dengan sempurna, sesempurna gambaran cinta di film-film India yang sering kutonton di masa remaja. Setiap hari penuh dengan bunga. Setiap hari penuh dengan lagu dan tarian....

Misbar

HIDUPKATOLIK.com - MISA Minggu sore di Gereja St Ignatius dimulai pukul 18.00. Hampir semua orang Katolik tahu. Mengapa? Mengapa orang-orang lebih memilih ke gereja ini? Itu pertanyaannya. Ada yang mengatakan misanya singkat kurang dari satu jam. Rupanya Misa Kudus sudah diukur dengan...

Rembulan di Atas Kota

HIDUPKATOLIK.COM - “Hari ini sudah laku berapa?” tanya Emily -- tentu saja bukan nama sebenarnya -- kepadaku. Aku mengedikkan bahu dengan jengah. Kubenahi letak dudukku dengan lebih baik. “Mungkin ini hari sialku, Em. Tidak ada...

Ndherek Dewi Maria

HIDUPKATOLIK.com - MATAHARI sudah bangun dari tidurnya. Pagi ini kudengar suara piano berdenting indah diiringi kicauan burung yang bersahutan. Aku yakin itu pasti Bunda. Bunda memang sangat mahir bermain musik, apalagi piano. Musik sudah menjadi bagian dari hidup Bunda. Setiap pagi...

Mudik Imlek

HIDUPKATOLIK.com - Bulan hujan belum berlalu. Jakarta dirundung mendung melulu. Penanda alam ini berjalan mengiringi kesedihan Amadea. Ia duduk terpekur di dekat peti mati. Kepalanya menunduk menatap lantai. Ganda hio mengepul, menyesaki sudut-sudut rumah...

RISING POST IN 3 DAYS

TERBARU