Gereja Indonesia Tahun 2018

120
Perayaan Yubelium 150 tahun Keuskupan Manado.
[NN/Dok.HIDUP]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Tahun 2018, perjalanan Gereja Katolik Indonesia penuh dengan rasa syukur. Namun, ada beberapa tragedi juga yang menimpa.

Refleksi tahun 2018 bergema dalam Gereja Katolik Indonesia. Beberapa peristiwa yang terjadi pun tidak sedikit membuat Gereja Katolik Indonesia semakin tumbuh dewasa. Inilah sejumlah peristiwa yang terjadi selama tahun 2018. Tahun ini juga, empat keuskupan di Indonesia mendapat uskup baru.

1. Peduli Agats
Awal tahun 2018, Gereja Katolik Indonesia dikejutkan dengan tragedi gizi buruk di Asmat, Papua. Dalam hal ini, Uskup Agats Asmat Mgr Aloysius Murwito OFM meminta masyarakat terlibat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan ini. Campak dan gizi buruk tak semata dilihat sebagai kejadian luar biasa, tetapi harus mengetuk kesadaran setiap umat untuk ikut serta peduli. “Memang ini pekerjaan berat tetapi bila mau sehat dan selamat harus menyelesaikan tugas ini,” ungkap Mgr Murwito saat mengajak umat Katolik peduli pada apa yang terjadi di Asmat.

2. Tragedi Bedog
Seorang pemuda bersenjata menyerang Pastor Karl Edmund Prier SJ yang sedang memimpin Misa di Gereja St Lidwina Bedog, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu, 11/2. Peristiwa penyerangan itu bukan hanya melukai Pastor Prier, tiga umat yang tengah mengikuti Misa dan seorang polisi yang berupaya meringkus pemuda tersebut tak luput dari sabetan pedang. “Seorang gembala tidak boleh lari meninggalkan dombanya. Iya, tho,” ucap Pastor Prier saat bersaksi kepada umat Stasi Bedog beberapa minggu setelah kejadian.

3. Intoleransi terhadap Gereja
Tindakan intoleransi seperti belum mau berhenti berusaha mengoyak kerukunan hidup beragama di Indonesia. Gereja Stasi St Zakaria, Paroki St Maria Ratu Rosario, Sebrang Ulu, Palembang, Sumatera Selatan dirusak orang tak dikenal, 8/3. Bagian gereja yang dirusak adalah pintu, kaca lemari, kursi, beberapa bagian tembok, Patung Hati Kudus Yesus, dan Patung Bunda Maria. Seluruh ruangan gereja diacak oleh pelaku yang diperkirakan enam orang. Kejadian ini hanya berselang empat hari setelah gereja itu diberkati Uskup Agung Palembang, Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

4. Yubileum 150 Tahun Gereja Manado
Tahun 2018 juga menandai Yubileum 150 tahun misi Katolik di wilayah Keuskupan Manado, Sulawesi Utara. Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memimpin Misa puncak perayaan ini di tingkat Kevikepan Manado, di Gedung Mapaluse Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Minggu, 2/9. Ia mengajak umat mengenang jasa para misionaris awal yang menanamkan iman di wilayah Manado.

5. 60 Tahun OSC di Asmat
Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito bertindak sebagai konselebran utama dalam Misa peringatan 60 tahun karya Ordo Salib Suci (Ordo Sanctae Crucis/OSC) di Keuskupan Asmat di Priorat Wahyu Salip OSC, Agats, Papua, Jumat, 14/9. Di keuskupan ini, para Krosier (sebutan untuk biarawan OSC) bermisi dalam bidang pastoral, bidang pengembangan sosial, dan juga ekonomi. Dalam Misa ini, hadir juga Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua KWI, Mgr Ignatius Suharyo, dan Superior Jenderal OSC Mgr. Laurentius Tarpin OSC, dan Provinsial OSC Sang Kristus Indonesia, Pastor Basilius Hendra Kimawan OSC. “Perayaan ini merupakan saat rahmat, saat yang tepat untuk merefleksikan kembali apa yang telah dilakukan oleh para Krosier, apa dampak positifnya bagi perkembangan Gereja lokal,” ungkap Mgr Tarpin.

6. 80 Tahun Keuskupan Banjarmasin
Tahun ini Keuskupan Banjarmasin berlimpah berkat. Keuskupan ini merayakan ulang tahunnya yang ke-80. Tak hanya itu, Keuskupan Banjarmasin juga merayakan 10 Tahun pemberdayaan umat Meratus dan lima tahun Sinode Keuskupan Banjarmasin. Masih ada lagi, tahun ini juga menandai 10 tahun Tahbisan Episkopal Mgr Petrus Boddeng Timang.

7. Seabad Yayasan Kanisius
Kanisius sebagai lembaga pendidikan telah menjalankan fungsinya sebagai pembinaan generasi muda penerus bangsa. Dalam 100 tahun usianya, ia ibarat mesin tua tetapi tetap diperhitungkan. Demikian Uskup Agung Semarang Mgr Rubiyatmoko saat menyampaikan khotbah dalam Misa Puncak Perayaan 100 tahun Yayasan Kanisius di Museum Misi, Muntilan, Jawa Tengah, 20/10. “Jangan sampai nilai-nilai baik yang telah ditanamkan para pendiri tak digubris generasi zaman ini,” ujarnya.

8. Perak Keuskupan Palangka Raya
Keuskupan Palangka Raya tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-25. Pada momen pesta perak ini, Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF mengungkapkan, bahwa pada saat ini umat merasa diteguhkan dengan kasih karunia yang telah dialami selama kurun waktu seperempat abad itu. Ia melanjutkan, pertambahan umat yang awalnya sekitar 35 ribu menjadi 81 ribu menjadi salah satu yang patut disyukuri. Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo memimpin Misa puncak perayaan ini di Katedral St Maria, Palangka Raya, Kalimantan Selatan, 21/10.

9. Empat Uskup Baru
Empat keuskupan di Indonesia dianugerahi uskup baru. Tanjung Selor menjadi yang pertama mendapatkan uskup setelah lebih dari tiga tahun menanti. Paus Fransiskus menunjuk Mgr Paulinus Yan Olla MSF untuk mengisi kekosongan takhta Uskup Tanjung Selor 15/2. Keuskupan Purwokerto dan Keuskupan Maumere masing-masing mendapat uskup baru pada hari yang sama. Mgr Christoporus Tri Harsono dan Mgr Edwaldus Martinus Sedu terpilih menjadi uskup untuk kedua keuskupan itu pada Sabtu, 14/7. Terakhir, Keuskupan Agung Medan juga mendapat seorang uskup baru dengan terpilihnya Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, pada Sabtu, 8/12.

Marchella A. Vieba/Antonius E. Sugiyanto

HIDUP NO.52 2018, 30 Desember 2018

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here