spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Temu Akbar Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) Keuskupan Tanjungkarang: Menyusuri Jalan Belas Kasih

5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Temu Akbar Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) Keuskupan Tanjungkarang digelar di Gereja Paroki St. Yusup, Pringsewu, Senin,  5 Oktober 2026.

Pagi itu para devosan Kerahiman Ilahi berkumpul di halaman gereja. Mereka mengenakan kaos berwarna merah. Suasana sukacita tampak dari wajah mereka. Mereka senang berjumpa satu sama lain, bersendau gurau sambil menikmati kue-kue dan minuman yang sudah disediakan.

Pamong KKKI Keuskupan Tanjungkarang Cecilia Tresnaningsih memberi kata sambutan dalam temu akbar (HIDUP/Sr. M. Fransiska FSGM)

Mereka datang dari berbagai paroki di Keuskupan Tanjungkarang. Paroki yang jauh, tentu berangkat pagi-pagi benar agar tidak terlambat mengikuti acara temu akbar ini.

Satu jam sebelum Perayaan Ekaristi dilantunkan lagu-lagu pujian dan doa koronka. Dua puluh vandel kelompok devosional dan barisan para romo menuju altar. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan di gazebo di kompleks gereja dengan seremonial: Menyanyikan lagu Mars KKKI, lagu Hymne KKKI, dan pemotongan tumpeng. Di akhir acara diadakan sharing perkembang devosi dari tiap-tiap paroki.  Temu akbar ini dihadiri sekitar 1.000 orang dari berbagai paroki Keuskupan Tanjungkarang.

Baca Juga:  Gema Perdamaian Ekologis dari Altar Gereja Paroki Santo Yoseph Fakfak

Hidup para devosan

Dalam khotbahnya Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo mengatakan, cara hidup para Devosan berciri khas: belas kasih, rendah hati, berani, pengampunan, pemaaf, serupa dengan Kristus.

4. Moderator KKKI Keuskupan Tanjungkarang Rm. Vincentius Anggoro Ratri SCJ memberi kata sambutan dalam temu akbar (HIDUP/Sr. M. Fransiska FSGM)

Uskup menyebut ada 7 karya belas kasih jasmani menurut St. Faustina:

  1. Memberi makan orang yang lapar
  2. Memberi minum pada orang yang haus
  3. Memberi pakaian kepada orang yang telanjang
  4. Memberi tumpangan/perlindungan kepada orang asing / tunawisma
  5. Mengunjungi orang sakit
  6. Melayani / mengunjungi para tahanan
  7. Menguburkan orang mati

Berjalan bersama

Pamong KKKI Keuskupan Tanjungkarang Cecilia Tresnaningsih dalam kata sambutannya bersyukur atas terselenggaranya kegiatan akbar ini. Meski awalnya, ada tanggapan bahwa saat ini paceklik,  namun karena mengandalkan Yesus, akhirnya dana kegiatan akbar ini tergenapi dan tercukupi.

Baca Juga:  Perayaan Sederhana Peringatan Tujuh Tahun Pengangkatan Mgr. Ignatius Suharyo Menjadi Kardinal
Musik tebangan mengiringi kor Perayaan Ekaristi (HIDUP/Sr. M. Fransiska FSGM)

Pengalaman bermakna itu selaras dengan tema temu akbar KKKI tahun 2026 ini: ‘Berjalan Bersama Sang Kerahiman Ilahi, Menyusuri Jalan Belas Kasih.’ Menelusuri berarti berjalan bersama-sama di jalan setapak, penuh lumpur, berlubang, situasi kering, tidak mengenakkan. Akan tetapi, kita tetap berjalan bersama Yesus, Andalanku.

“Mari dalam jalan bersama itu kita tetap semangat, kuat, bersatu hati, berani bersusah-susah dan berletih-letih apa pun situasinya. Salah satunya, mendoakan arwah yang tidak ada jadwal dan peristiwa mendadak. “Jadi, kita harus siap, apa pun situasi dan kondisi kita,” ujar Carlos.

Allah adalah kasih

Moderator KKKI Keuskupan Tanjungkarang Rm. Vincentius Anggoro Ratri SCJ mengutip Buku Harian St. Faustina: ‘O Yesusku, aku tahu bahwa untuk menjadi berguna bagi jiwa-jiwa, orang harus berusaha sungguh-sungguh untuk menjalin kesatuan yang seerat mungkin dengan-Mu, Sang kasih Abadi.’

Baca Juga:  Samaritan Cup Vol. 3 Resmi Dibuka, Orang Muda Katolik Diajak Peka terhadap Persoalan Kemanusiaan
Foto bersama usai Perayaan Ekaristi (HIDUP/Sr. M. Fransiska FSGM)

Lalu Romo Anggoro SCJ menjelaskan, artinya kita diajak untuk mempunyai kesatuan yang erat dengan Allah yang adalah kasih. Walau banyak tantangan dan halangan, baik dari dalam mau pun luar Gereja, kita tetap terus berjalan maju karena kita berjalan bersama Allah yang adalah kasih. ***

Sr. M. Fransiska FSGM (Lampung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles