HIDUPKATOLIK.COM – Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) merayakan hari ulang tahun ke-49, pada Selasa, (8/9/2026). Lembaga yang memiliki fokus terhadap isu perlindungan anak tersebut merayakan puncak HUT di Kantor YKKS, Tandang, Tembalang, Semarang. HUT ke-49 YKKS mengangkat tema Levantes et Amplexus Marginem, artinya mengangkat dan merangkul mereka yang terpinggirkan.
Direktur YKKS sekaligus Ketua Panitia HUT ke-49 YKKS Paulus Mujiran menyatakan melalui tema tersebut YKKS ingin menegaskan visi dan komitmen keberpihakan mereka terhadap masyarakat. “Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah, donor, dan stakeholder terkait bahwa YKKS mempunyai komitmen besar pada isu perlindungan anak, perubahan iklim, kesetaraan gender dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Paulus.

Paulus berharap ulang tahun ini makin menegaskan kembali visi YKKS dalam pelayanan kepada sesama. Perayaan ulang tahun yayasan yang berdiri sejak 8 September 1977 ini terbilang unik karena diadakan secara sederhana di kantor dengan berbagi berkat kenduri kepada masyarakat sekitar. Kantor YKKS juga di tengah-tengah masyarakat sehimgga tidak berjarak dengan mereka yang kecil, lemah, miskin dan menderita.
“Kami baru saja bergerak memulai pendampingan di empat kelurahan di Semarang Utara dan satu kelurahan di Semarang Timur, jadi kami harus dekat dengan mereka. Kami tidak ingin terkesan berjarak dari masyarakat yang kami dampingi,” terang Ketua Pengurus YKKS Dr. Ir. Hanny Indrat Wahyuni, MSc.
“Kami meminta izin kepada Camat Semarang Utara dan Timur agar bisa mengadakan kiprah pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Semarang Utara dimana persoalan kemiskinan, kekerasan pada anak, kekurangan gizi, stunting menjadi isu yang dihadapi bersama,” lanjutnya.
Menjelang usia separuh abad, kiprah lembaga yang berbasis di Semarang ini sudah dikenal oleh publik. Pemerintah pun mengakui keberadaan YKKS dengan menggandengnya menjadi mitra kegiatan.
Di usianya yang ke-49 sejumlah donor setia menjadi donor utama antara lain Elisabeth Foundation Belanda, Usaid, Tanoto Foundation, ChildFund International maupun ChildFund Australia.
Ketua Pembina YKKS, J.C. Tukiman Tarunosayoga menegaskan yayasan tetap fokus pada semangat pendiri membela mereka yang kurang beruntung dan tertinggal dengan fokus isu sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah. Usai acara dilanjutkan dengan berziarah ke pusara pelindung YKKS Mgr Albertus Soegijapranata, SJ di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang
.Berawal dari Unit Kerja Perlindungan Anak
Cikal bakal YKKS bermula sebagai salah satu unit kerja Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) milik Keuskupan Agung Semarang. Saat itu YSS menjalin kerjasama dengan Christian Children Fund (CCF) dan menaruh perhatian utama terhadap isu perlindungan anak. Meski masih menjadi bagian dari YSS, unit kerja tersebut memiliki pengurus yang diketuai oleh Br. Servatius Tjondrohartanto, FIC. Seiring berjalannya waktu, tahun 2004, unit kerja ini memiliki badan hukum tersendiri yang terpisah dari YSS dengan nama YKKS.
Sejak itu, secara resmi YKKS tidak lagi menjadi bagian dari Keuskupan Agung Semarang dan bisa bergerak leluasa melebarkan sayap untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Nama “Soegijapranata” diputuskan tetap dipertahankan dalam nama yayasan baru tersebut. Pengurus YKKS berharap dapat terus menggali nilai-nilai kehidupan sosial dan semangat pelayanan terhadap sesama yang diteladankan oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, semasa hidupnya.





