Launching E-Book Antologi Cerpen: Mengembangkan Pendidikan Humaniora dan Melek Literasi di Sekolah Katolik Abdi Siswa

83
Cover cerita pendek karya siswa-siswi SMP Katolik Abdi Siswa Aries-Bintaro-Patra Jakarta/Dok. Pribadi
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM –  PEMERINTAH Indonesia terus mengupayakan agar gerakan literasi di sekolah-sekolah hendaknya mendapat perhatian serius. Hal ini bertujuan agar para siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Gerakan literasi sekolah merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali dan masyarakat sebagai ekosistem pendidikan sehingga tercipta kolaboratif berbagai elemen.

Pentingnya melek literasi ini terjadi di persekolahan SMP Katolik Abdi Siswa. Para siswa dari SMP Katolik Abdi Siswa Patra; SMP Katolik Abdi Siswa Aries; dan SMP Katolik Abdi Siswa Bintaro menggelar acara Peluncuran E-Book Antologi Cerpen berjudul “Perjalanan Sheila”. Peluncuran E_Book ini digelar secara virtual melalui Zoom dipandu Mercy Widjaja pada Sabtu, (7/8/2021).

Hadir dalam Zoom peluncuran E-Book ini, Kepala Dinas dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono; Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Barat M. Wawu Almubasir; Kepala Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Siti Nurhayati; dan Ketua Pengurus Yayasan Abdi Siswa Yusuf Iskandar. Hadir juga keluarga besar Yayasan Abdi Siswa baik itu pengurus yayasan, para guru, siswa-siswi, dan wali murid.

Literasi Positif

Yusuf Iskandar dalam sambutan singkatnya mengapresiasi terbitnya E-Book Kumpulan Antologi Cerpen ini. Menurutnya, pihak Yayasan Abdi Siswa selalu berusaha mendukung segala bentuk kreativitas para murid khususnya di bidang literasi.

Yusuf berharap agar ke depannya para murid atau guru terus melek literasi sebagaimana harapan pemerintah Indonesia. Menurutnya, Sekolah Abdi Siswa memiliki stretegi yang ampuh untuk mendukung budaya literasi sekolah. Ada lingkungan fisik yang ramah literasi, lingkungan sosial sebagai model interaksi komunikasi; dan sekolah sebagai lingkungan belajar yang literat.

Di akhir sambutannya Yusuf membeberkan bahwa tujuan penerbitan kumpulan cerita pendek ini adalah sebagai bentuk persembahan dan syukur atas 40 tahun berdirinya Abdi Siswa. “Sudah 40 tahun Abdi Siswa berada di bawah pimpinan awam profesional yang berkarya dalam bidang pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa,” sebut Yusuf.

Menyoal literasi di sekolah, Taryono juga mengapresiasi terbitnya E-Book Kumpulan Antologi Cerpen dari para murid Sekolah Katolik Abdi Siswa. Ia melihat bahwa terbitnya E-Book ini adalah wujud nyata kegiatan literasi sebagai bentuk penekanan Kurikulum 2013.

Selain sebagai wujud penerapan literasi, Taryono menekankan bahwa budaya literasi sudah saatnya menjadi program prioritas. “Maka seluruh pemangku kepentingan di sekolah harus memiliki kesepakatan untuk memasukkan program literasi dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah,” harapnya.

Dalam peluncuran buku ini, hadir juga sastrawan Naning Pranoto dan editor Penerbit Buku Kompas, R.B.E Agung Nugroho untuk menyampaikan ulasan.

Naning menggarisbawahi adanya potensi yang besar dalam diri anak-anak, yang dikatakannya sebagai hal yang “out of the box”. “Saya melihat dengan terbitnya E-Book Kumpulan Antologi Cerpen ini, setidaknya ada kesan positif bahwa ada potensi yang besar dalam diri anak-anak. Potensi ini perlu digali dan dipupuk agar anak-anak bisa bertumbuh sesuai dengan minat-bakat mereka,” kesan Naning.

Sedangkan Agung Nugroho menilai bahwa proses melahirkan E-Book ini sebagai upaya mengembangkan daya kritis dan daya kreatif anak didik, sentuhan khas pendidikan humaniora yang harus ditingkatkan. Apalagi, anak-anak ini adalah generasi Indonesia Emas yang perlu disiapkan dan dibekali untuk menyongsong masa depan mereka pada satu abad Indonesia merdeka.

Antologi Cerpen

Buku kumpulan cerita pendek yang diluncurkan tersebut terdiri dari 29 cerpen hasil karya siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX SMP Abdi Siswa dari Patra, Aries, dan Bintaro. Di balik karya anak-anak ini, ada dua sastrawan yang ikut mendampingi dan memberikan arahan, yaitu Shinta Miranda dan Naning Pranoto.

Sebelum dibukukan, 29 cerpen ini dikurasi oleh Shinta Miranda yang berperan sebagai editor. Sementara itu, Naning Pranoto adalah mentor proses creative writing anak-anak Abdi Siswa.

Dari 29 cerpen itu, salah satu cerpen berjudul “Perjalanan Sheila” karya Angelina Natalia Halim (siswi SMP Abdi Siswa Patra) berhasil menjadi Juara ke-2 Lomba Menulis Cerpen Sastra Pariwisata (LMCSP), yang diselenggarakan oleh Yayasan Rayakultura Bogor bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Obor Jakarta pada akhir tahun 2020. Oleh karena itu, judul antologi ini menggunakan judul cerpen karya Angel, sapaannya.

Dalam testimoninya, Angel mengatakan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penulisan karya-karyanya.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat atas kesempatan mengikuti lomba cerpen pariwisata hingga membuahkan hasil yang baik. Saya sungguh senang karena ini pengalaman pertama saya membuat sebuah cerpen dan sungguh tidak menyangka karya pertama saya mendapatkan penghargaan,” ujar Angel.

Terpilih sebagai Pemenang Favorit cerpen berjudul Liburan Anti Mainstream karya Chrysantari dan Pemandangan Terakhir karya Deswita Kurnia Putri. Keduanya siswi SMP Abdi Siswa Bintaro.

“Saya berharap, semoga semakin banyak event dan kesempatan bagi para siswa dan siswi untuk berlatih dan berkembang menjadi seorang penulis yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” demikian Angel.

Produktif dan Berprestasi di Masa Pandemi

Meskipun di masa pandemi Covid-19, semangat para siswa untuk tetap produktif seolah tidak surut. “Masa pandemi menjadi masa yang sulit penuh kecemasan dan keterbatasan dalam beraktivitas, tetapi justru memacu kita untuk berbuat sesuatu yang berbeda, memunculkan kreativitas untuk tetap produktif dan berprestasi,” tutur Kepala SMP Abdi Siswa Bintaro, Maria Siwi Karyati.

Sementara itu, Kepala SMP Abdi Siswa Patra, A. Retno Indriastuti menjelaskan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah sedikit banyak menjadi kendala dalam proses kegiatan belajar mengajar, terlebih dalam menyiapkan siswa untuk berkarya dan berinovasi. “Selain itu, tantangan dari internal yaitu masih ada beberapa guru yang kompetensi pemanfaatan aplikasi pembelajaran masih kurang,” tambah Retno.

Para guru Abdi Siswa berharap semoga masa pandemi ini tidak menjadikan peserta didik menjadi takut berkreasi, tetapi dengan belajar dari rumah tetap mampu menghasilkan karya yang lebih baik, terutama dalam dunia literasi. “Semoga kreasi anak-anak ini berguna bagi orang lain dan menambah bacaan bagi masyarakat dengan lebih banyak versi dan ide,” ungkap Antonius Mardiyono, Kepala SMP Abdi Siswa Aries.

Yusti H. Wuarmanuk

Laporan: Sekolah Katolik Abdi Siswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here