spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

UMAT PAROKI MISI DOMESTIK KAJ ARAK MARIA KE BUKIT DOA

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Pada 1 Oktober 2026, bersama dengan seluruh Gereja, Paroki Bomomani (Paroki Misi Domestik KAJ) merayakan Pesta Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus sekaligus membuka bulan Rosario. Bulan Rosario menjadi waktu yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Katolik, termasuk umat Paroki Bomomani. Secara khusus, bulan ini menjadi istimewa sebab Paroki Bomomani berlindung di bawah nama “Maria Menerima Kabar Gembira”. Dengan demikian, bulan ini menjadi spesial bagi umat Bomomani.

Seperti bulan Mei yang lalu, umat Paroki Bomomani akan kembali mengarak patung Maria dari gereja ke bukit doa. Pukul 15.00 waktu Papua banyak umat sudah berkumpul di halaman gereja. Setelah dilaksanakan doa singkat oleh Pater Pras, umat bersama-sama menyanyikan pujian kepada Maria sambil mengikuti perarakan patung Maria. Kira-kira terdapat enam pemuda yang mengangkat tandu. Mereka bergantian dengan pemuda lainnya untuk mengangkat tandu tersebut. Perarakan ini berlangsung kira-kira sejauh 3 km dan menaiki bukit yang cukup tinggi. Meskipun lelah menaiki bukit, umat tetap setia bernyanyi sebagai tanda cintanya kepada Maria.

Baca Juga:  Alumni Awam Diusulkan Jadi Dosen STFT St. Yohanes, Perkuat Kualitas Akademik dan Daya Saing

Setelah sampai di bukit doa, patung Maria diletakkan di dalam gua. Semua mata memandang Maria yang membuka tangannya. Seakan-akan, Maria sedang menerima semua keluhan dan doa umat yang dititipkan kepadanya untuk disampaikan kepada Kristus, Anaknya. Maka dari itu, doa rosario peristiwa terang dipanjatkan. Banyak umat yang mendoakan Salam Maria dalam bahasa Indonesia, tetapi tidak sedikit pula yang mendoakannya dalam bahasa Mee.

“Koha Maria, aki umina enauto kaweta kouko

Ibo kida kahakihake tougi.

Idima hagamo kouko akito ena ena katewado tihake, akiha epata hokaibo Yesus kimaiha ena ena etewado teigai.

Santa Maria, Ibo diki ukame. Ini peu keiteige bage tebaiha nihatai. Itoma, emino ini bokaitageidato. Amin”

Doa rosario pun selesai. Kini, doa dan seluruh harapan umat bersama Bunda Maria dimahkotai dalam Perayaan Ekaristi. Dalam homilinya, Pater Pras mengatakan, “doa kita itu seperti para pemuda yang membawa tandu tadi. Tuhan menjawab doa kita dengan mengirim banyak orang untuk menopang kehidupan kita, sehingga kita kuat. Bunda Maria pun menopang hidup kita dengan doa-doanya”. Dengan demikian, Pater Pras mencoba merefleksikan perjalanan hidup ini seperti perjalanan doa membawa tandu Maria tadi. Perarakan Maria bukan sekadar peristiwa seremoni belaka, melainkan menjadi simbol bahwa Maria selalu menyertai hidup kita dengan doa-doanya.

Baca Juga:  Gema Perdamaian Ekologis dari Altar Gereja Paroki Santo Yoseph Fakfak

Akhirnya, perarakan patung Maria dan Perayaan Ekaristi pun selesai. Umat pulang dengan sukacita sambil membawa satu keyakinan iman bahwa Maria menyertai hidupnya. Maria selalu menopang hidup manusia dengan seluruh doa dan kasih sayang keibuannya. Seperti Maria yang setia hingga berdiri di bawah kaki salib, demikian pula ia setia menyertai perjalanan hidup kita sampai akhir hayat nanti.

Bunda Maria, doakanlah kami semua anak-anak-Mu. Doakan paroki kami yang berlindung di bawah namamu yang kudus. Amin.

“Berkat doa rosario kaum beriman menerima rahmat berlimpah lewat tangan Bunda Penebus sendiri” – Rosarium Virginis Mariae, art. 1.

Laporan Fr. Marcelino Valerian Nainggolan dari Paroki Bomomani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles