HIDUPKATOLIK.COM – Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo melantik Pengurus Baru Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) Keuskupan Tanjungkarang periode 2026-2029, GSG Villa Cita, Bandar Lampung, Selasa, 16 Juni 2026.
Sebelum Perayaan Ekaristi, acara diawali dengan Doa Koronka. Hadir Moderator KKKI Pastor Vincentius Anggoro Ratri SCJ.
Dalam homilinya Mgr. Vinsensius mengatakan, hari ini bacaan injil mengajak kita semua untuk mengasihi musuh dan mencintai semua orang. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Ketika ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri.
Sementara kita berfikir, kalau kita membenci musuh, itu lumrah dan manusiawi. Padahal Yesus meminta kita untuk hidup sempurna seperti Bapa di surga, adalah sempurna. (Matius 5:48)
Uskup meminta agar Devosi Kerahiman Ilahi menjadi devosi Gereja. Banyak orang mendoakan Doa Koronka tetapi tidak masuk dalam komunitas Kerahiman Ilahi. Itu bukti bahwa Kerahiman Ilahi itu adalah jiwa dari Gereja.
Kepada Komunitas Kerahiman Ilahi Uskup mengatakan, agar menjadi sarana wajah dan hati dari Allah Yang Maha Rahim. “Maha Rahim itu artinya maha melindungi seperti embrio dalam rahim yang harus dijaga sebaik-baiknya,” kata Uskup.
Berjalan bersama
Sesuai dengan tema: ‘Berjalan Bersama Dalam Kesetiaan dan Kerahiman,’ Moderator KKKI Pastor V. Anggoro Ratri SCJ dalam kata sambutannya berharap tiga tahun ke depan, bisa berjalan bersama dalam kesetiaan dan kerahiman sebagai keluarga yang hidup dari Kerahiman Allah. “Proficiat untuk kepengurusan yang baru,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua KKKI yang baru Cecilia Tresnaningsih, untuk berjalan bersama dalam doa dan pelayanan dengan mengarahkan hati pada Kerahiman Ilahi.
“Niat kita harus baik dan tulus untuk melayani. Dan itu harus diimbangi dengan doa. Bila hanya kerja dan kerja, ujung-ujungnya kering, merasa tidak disapa dan tidak dihargai,” ujar Trenaningsih.

Lalu ia memberi contoh saat harus melayani orang meninggal. Kita tidak akan pernah bisa bila hanya mengandalkan diri sendiri. Tetapi bila bersama Tuhan, dengan kondisi dan situasi apa pun, kita pasti bisa dan akan mendapatkan kelegaan dan kebahagiaan sendiri. “Mari kita melayani dengan penuh kasih sebagai persembahan hidup,” ajaknya.
Komunikasi sarana pelayanan
Dalam acara ini juga diadakan penyegaran bersama Sr. Francis HK tentang Doa Koronka Kerahiman Ilahi. Di akhir sesi Sr. Fransis HK berpesan, untuk berdoa sebanyak mungkin Doa Koronka Kerahiman Ilahi seperti yang dipesankan Allah sendiri lewat Sr. Faustina.

Pastor Anggoro SCJ memberikan sesi ‘Komunikasi dalam Pelayanan.’ Ia memaparkan, komunikasi terjadi dari pemberi dan penerima pesan. Keduanya saling berhubungan, ada kesamaan dan sepaham. Satu frekuensi. Komunikasi jangan menjadi batu sandungan. Maka, belajarlah rendah hati karena komunikasi sarana penting dalam pelayanan. Kita ini adalah keluarga komunitas ilahi. Keluarga adalah orang-orang yang tidak sempurna. Maka, mari kita saling membantu dengan kesetiaan dan kerahiman. Jadikan komunitas itu sebagai sarana pendewasaan.
Ia juga memaparkan pembagian tugas masing-masing pengurus.
Ketua I : Cicilia Tresnaningsih Carlost
Ketua II : Antonia Sumitha
Ketua III : Anastasia Sriyati
Sekretaris I : Fransiska
Sekretaris II : Yustina Suwanti
Sekretaris III : Yuliana Yati Suratiyah
Bendahara I : Lidwina Reny
Bendahara II : Bernadetha Sumarike
Sr. M. Fransiska FSGM (Lampung)






