HIDUPKATOLIK.COM – Pusat Musik Liturgi (PML), akan mementaskan konser drama musikal. Drama musikal adalah seni yang menggabungkan tiga elemen utama dialog, musik dan tari yang dirangkai untuk menyampaikan cerita secara harmonis. Elemen- elemen ini bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang tidak saja menghibur tetapi juga menyentuh emosi.
Dalam drama musikal musik sering digunakan untuk menggambarkan emosi tokoh atau memperkuat cerita, sementara tari memperkaya visual dan memberikan energi pada setiap adegan. Inilah keunikan dari drama musikal, karena cerita bukan saja disampaikan melalui dialog, tetapi juga melalui lagu-lagu tematik dan koreografi yang dirancang khusus untuk mendukung narasi, yang diperkuat dengan tata panggung dan kostum yang menyolok untuk mendukung cerita, sehingga seolah-olah penonton berada dalam cerita tersebut.

Alasan itulah bentuk drama musikal kali ini dipilih, untuk menceritakan perjalanan hidup Rm. Dr. ( H.C.) Karl- Edmund Prier SJ, dari kecil, remaja hingga ditabiskan menjadi imam Jesuit. Rm. Prier, nama panggilan akrabnya, pernah memimpin Pusat Musik Liturgi ( PML) tahun 1971- 2024, mengolah musik Nusantara bersama Paul Widyawan (pendiri PS. Vocason), teman seperjuangan dalam menggarap musik Gereja, yang kemudian sering disebut dengan musik inkulturasi Gereja khas Indonesia hingga akhir hayatnya, di mana masih diabadikan hingga kini melalui buku Madah Bakti.
Misa Syukur Peringatan
Guna mengenangkan kehidupan dan karya Rm. Prier tersebut, maka akan divisualisasikan pementasan drama musikal dengan tajuk, HIDUP UNTUK MUSIK bertempat di Auditorium Puskat, Jl. A. Jazuli 2 Yogyakarta, pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 19.00 wib.
Sore harinya, pukul 16.30 sebelum pementasan drama musikal, akan didahului dengan misa syukur peringatan seribu hari Rm. Prier ke rumah Bapa. Misa bertempat di kapel Dela Stradha Puskat. Misa akan dipimpin oleh Romo Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyanto Pr dengan konselebran oleh Romo Provinsial SJ, Romo. Albertus Bagus Laksana SJ dan Superior Bener Rm. Franciscus Xaverius. Murti Hadi Wijayanto SJ.
Drama Musikal Spesial
Pementasan drama musik kali ini tergolong spesial, karena didukung oleh penulis naskah drama kondang dari Jakarta, Vinantius Vladimir Ivan, SH. MH. (CEO Connection Production, juga Founder Indonesian Musical Company), yang sudah malang melintang menulis naskah dengan mementaskan drama di tingkat nasional, di samping juga konser bidang musik, dengan pementasan karya musik dalam dua tahun terakhir Rock Yesus, Samson, Yakuza, Drakula, Djrenggo serta Noah the Musical.
Sementara sutradara pentas kali ini di percayakan kepada Johanes Catur Wibono S.Sn., M.Sn. dosen jurusan dramaturgi ISI Yogyakarta. Iringan musik, aranger oleh Fero Aldiansya Stefanus dari ISI yang pernah berkarya dalam composer musik teater Koma, Resonant Music Studio dan The Veryquiet Studio Singapore. Sedang persembahan orkes musik didukung oleh KMK ISI, dengan paduan musik inkulturasi oleh tim PML. Sebagai dirigen ansamble oleh Theo Widodo mahasiswa jurusan Musik Penciptaan, ISI Yogyakarta.

Ilustrasi paduan suara dalam karya drama musikal kali ini, didukung oleh tiga kelompok paduan suara ( PS), yakni kelompok PS. Laudemus Deum Paroki Kedoya Jakarta, dengan dirigen William Aditya, PS. Alumni Vocason dengan dirigen Kris Abdi Sabtomo dan PS. Vocason oleh Elisabet Twitien Sezi Colasina sebagai dirigennya.
Guna mendukung pementasan tersebut, maka semenjak bulan Agustus 2026 kemarin, para pemain mengadakan latihan intensif di Aula Puskat juga di Auditorium Puskat Kotabaru demi persembahan pentas yang terbaik nantinya. Kontribusi tiket, bisa diperoleh melalui toko Puskat, WA 0877 3320 9000 dan Pusat Musik Liturgi ( PML), WA 0877 1056 5000.
Launching Buku Romo Prier
Selain pentas drama musikal, juga akan dilakukan launching buku karya Romo Prier dari majalah Warta Musik terbitan PML, dengan judul : Pelayanan Liturgi yang Holistik dan Mudah Dihayati- Melangkah ke Depan Bersama Antologi Rm. Karl- Edmund Prier SJ. Tulisan tersebut masih relevan hingga kini sebagai bahan literasi, dengan kajian musik inkulturasi, yang cocok di baca untuk kalangan seminaris, teolog, para pastor, petugas liturgi dan awan sekalipun, untuk menambah wawasan seputar musik inkulturasi Gereja di Indonesia. Acara launching buku ini akan dipandu oleh Elisabet Twitien Sezi Colasina yang juga pimpinan PML, setelah pementasan drama musikal selesai.
Laporan Danan Murdyantoro






