spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Di Balik Doa Angelus, Perjalanan Paus Leo XIV Menghadapi Operasi Paru-paru

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM– “Sahabat-sahabat terkasih, dalam beberapa pemeriksaan medis yang baru-baru ini saya jalani, para dokter menemukan sebuah nodul kecil yang terlokalisasi di paru-paru saya. Nodul tersebut terdeteksi pada tahap yang sangat awal dan terlokalisasi dengan baik. Para dokter menilai bahwa tindakan operasi merupakan pilihan terbaik.”

Pesan personal yang menyentuh itu disampaikan langsung oleh Paus Leo XIV saat memimpin doa Angelus (Malaikat Tuhan) pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00. Momen itu berlangsung tepat ketika lonceng tengah hari bergema di bawah naungan langit musim gugur yang cerah nan sejuk di Roma. Dari jendela Istana Apostolik, Bapa Suci menyapa ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus dengan senyum dan kehangatan yang tak pudar. Di balik sapaan akrab tersebut, beliau membentangkan kisah tentang kondisi kesehatannya. Sebuah keterbukaan yang diiringi rasa terima kasih mendalam atas tulusnya doa-doa umat.

“Saya berterima kasih atas kedekatan rohani yang kalian tunjukkan dan mempercayakan diri saya pada doa-doa kalian. Terima kasih, dan selamat hari Minggu!”

Hari Minggu itu menjadi momen perjumpaan yang berkesan, sekaligus tirai pembuka bagi langkah penting yang akan ditempuh Paus Leo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, beliau mengikuti saran dokter untuk bersiap menjalani operasi pengangkatan nodul di paru-parunya. Kabar ini dengan cepat berhembus ke seluruh penjuru, menyatukan ikatan doa dari jutaan hati umat Katolik di berbagai belahan dunia.

Berjalan Sukses

Selasa pagi, 13 Oktober, Paus Leo menjalani operasi di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli, Roma. Dia berada di ruang operasi selama kurang lebih tiga jam, sementara tindakan itu sendiri berlangsung sekitar 90 menit. Ketegangan perlahan mencair ketika tim dokter mengonfirmasi bahwa seluruh proses operasi berjalan sukses tanpa komplikasi.

Baca Juga:  Carmen Divina Choir Raih Juara Pertama Lomba Cover Lagu “Maria Bunda Allah”

Suasana hangat pun mewarnai ruang perawatan pascaoperasi. Melalui Vatican News, Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, membagikan momen-momen santai Bapa Suci. Seusai operasi, Paus Leo sempat meminta makan malam, lalu menikmati malam itu dengan berbincang hangat bersama para sekretaris dan staf Vatikan yang setia mendampinginya.

Sementara itu, Dr. Luigi Carbone dan Profesor Stefano Margaritora, Kepala Bedah Toraks RS Gemelli yang menangani operasi bersama tim medis, menjelaskan detail tindakan tersebut. Berdasarkan evaluasi praoperasi, tim bedah juga mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Bapa Suci demi memastikan reseksi radikal secara menyeluruh.

Vatican News mencatat bahwa pemeriksaan jaringan di meja operasi mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru, dugaan awal yang sebelumnya telah dicermati oleh tim medis.

Mengutip Reuters, adenokarsinoma merupakan jenis kanker yang tumbuh dari sel-sel kelenjar penghasil cairan seperti lendir. American Cancer Society (ACS) mencatat bahwa jenis ini tergolong dalam kelompok kanker paru bukan sel kecil (non-small cell lung cancer) dan menjadi kasus yang paling sering ditemukan.

Menariknya, meski adenokarsinoma kerap diidentikkan dengan riwayat merokok, penyakit ini juga menjadi jenis kanker paru paling umum pada mereka yang tak pernah menyentuh rokok, seperti halnya Paus Leo. Menurut data Lung Cancer Foundation of America, kasus ini mencakup sekitar 40 persen dari seluruh kejadian kanker paru.

Baca Juga:  Carmen Divina Choir Raih Juara Pertama Lomba Cover Lagu “Maria Bunda Allah”

Langkah Pemulihan

Setelah melewati operasi, perhatian beralih pada perkembangan kondisi Paus Leo selama masa pemulihan. Beliau kembali sadar secara normal. Setelah menjalani masa observasi singkat, kembali ke kamarnya di lantai 10 rumah sakit Gemelli.

Sehari setelah operasi, Paus menjalani pemeriksaan darah dan rontgen dada sesuai jadwal pascaoperasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa proses pemulihannya berjalan dengan baik. Nilai-nilai pemeriksaan juga berada dalam kisaran yang diharapkan untuk jenis operasi yang telah dijalani.

Semangat pemulihan itu kian nyata dalam keseharian Bapa Suci. Beliau telah menjalani fisioterapi pernapasan dan perlahan melakukan jalan-jalan kecil memintasi kamarnya. Selera makan beliau pun berangsur kembali, menikmati sarapan hingga makan siang seperti sedia kala. Sejauh perkembangan yang dilaporkan, proses pemulihannya berjalan sesuai harapan.

Di tengah masa pemulihan dan perawatan medis, keheningan doa tetap menjadi penopang utama dari keseharian Paus. Matteo Bruni mengisahkan momen berkesan ketika Paus menyempatkan diri merayakan Misa Kudus pada Rabu sore di kapel yang disiapkan khusus di lantai 10 rumah sakit Gemelli.

Penyesuaian Agenda

Masa pemulihan Bapa Suci membawa jeda sejenak dari kesibukan di Vatikan. Matteo Bruni mengonfirmasi bahwa Paus diperkirakan akan menjalani perawatan dan pemantauan rutin di rumah sakit selama kurang lebih satu minggu.

Selama masa perawatan tersebut, beberapa kegiatan yang telah dijadwalkan perlu disesuaikan sesuai anjuran dokter. Seluruh audiensi Paus juga ditiadakan selama beberapa minggu agar beliau dapat beristirahat dan menjalani pemulihan sesuai anjuran dokter.

Penyesuaian ini juga berdampak pada agenda besar peringatan sepuluh tahun terbitnya Amoris Laetitia anjuran apostolik Paus Fransiskus tentang kasih dalam keluarga yang dihadiri para pimpinan Gereja Timur, Presiden Konferensi Para Uskup, pasangan suami istri, serta para ahli.

Baca Juga:  Carmen Divina Choir Raih Juara Pertama Lomba Cover Lagu “Maria Bunda Allah”

Misa penutupan yang semula dijadwalkan pada Rabu, 14 Oktober 2026 di Lapangan Santo Petrus akhirnya dipimpin oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi. Di hadapan ribuan umat, Kardinal Tagle mengajak semua yang hadir untuk melayangkan doa demi kesehatan Bapa Suci.

Di balik perubahan jadwal ini, gelombang kasih dari seluruh dunia justru bergelora makin kuat. Kejujuran Paus saat melantunkan doa Angelus telah menyentuh hati banyak orang.

Dari Lapangan Santo Petrus hingga pelosok desa, untaian doa terus terpanjat tanpa henti. Kardinal Matteo Zuppi, Presiden Konferensi Waligereja Italia, menyuarakan harapan dan keprihatinan umat Katolik di negaranya.

“Kami berterima kasih kepada Paus Leo atas kesederhanaan dan kepercayaan yang ditunjukkannya dengan mengizinkan kami turut berbagi dalam masa ujian ini,” tutur Kardinal Zuppi hangat, lalu menambahkan teguran kasih, “Kita adalah satu keluarga: Bapa Suci, Anda tidak sendirian!”

Dukungan serupa berhembus dari para uskup Katolik Peru yang mengagumi keteguhan serta kerendahan hati Bapa Suci. Mereka merangkul seluruh umat Katolik dan orang-orang berkehendak baik untuk bersatu dalam doa.

“Marilah kita menyampaikan permohonan kepada Allah, Tuhan atas kehidupan dan sumber segala kesehatan, agar Dia menguatkan beliau dan menganugerahkan kesehatan yang dibutuhkannya untuk menjalankan perutusannya,” tulis mereka dalam pesan resminya.

Sr. M. Angela Siallagan, FCJM (Kontributor) dari Roma, Italia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles