Memulai Duc in Altum

195
Mgr Edwaldus Martinus Sedu saat memberikan berkat pertama kali sebagai Uskup Maumere. [Dok. HIDUP]
Memulai Duc in Altum
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Peristiwa tahbisan Uskup Maumere harus disyukuri sebagai sebuah rahmat dari Allah kepada umat.

PERISTIWA tanggal 26 September 2018 di Gelora Samador-Maumere akan terus dikenang dalam perjalanan sejarah Keuskupan Maumere. Di sinilah terjadi peralihan tongkat kegembalaan dari Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD kepada Mgr Edwaldus Martinus Sedu.

Peristiwa ketika Mgr Kherubim menumpangkan tangan dengan penuh kasih ke atas kepala Mgr Ewal, akan terus dikenang umat Maumere sebagai potret kenangan abadi. Inilah tanda sebuah perjalanan baru bagi Gereja Keuskupan Maumere.

Dengan seorang gembala baru, umat akan bejalan menuju ke dalam laut yang semakin dalam (Duc in Altum). Mgr Kherubim memimpin Misa Tahbisan ini didampingi Uskup Agung Ende Mgr Vincensius Sensi Potokota dan Uskup larantuka Mgr Fransiskus Kopong kung. Tahbisan ini juga dihadiri puluhan uskup dari seluruh Indonesia.

Seperti Petrus Bertolaklah ke laut yang dalam, begitu perintah Yesus kepada Petrus sekitar 20 abad silam. Yesus meminta muridnya yang pertama ini untuk bertolak ke tengah Danau Genesaret. Demikian disampaikan Uskup Denpasar Mgr Silvester San saat menyampaikan homili dalam Misa tahbisan.

“Kita semua yang hadir dalam pentahbisan ini perlu menyadari, bahwa seperti Petrus, kadangkala kita juga mengalami krisis kekecewaan bahkan frustrasi. Hal ini bisa menimpa orang muda, orang tua, klerus dan biarawan dan biarawati.”

Mgr San menjelaskan, pengalaman Petrus berjumpa dengan Yesus sebenarnya adalah pengalaman yang menumbuhkan iman. Dalam krisis kekecewaan, seseorang menjadi lebih matang. “Krisis tidak membuat kita kehilangan iman, tetapi semakin matang dalam iman dan menggantungkan diri kepada Tuhan.”

Petrus sudah bekerja sepanjang malam tanpa hasil, mungkin ia awalnya mengejek Yesus, sebab karena Ia tidak tau apa yang terjadi. Kalau sepanjang malam saja tak ada hasil apalagi siang hari. Tapi Yesus Tuhan menyuruh mereka kembali untuk bekerja, Ia tidak membenarkan orang-orang yang patah semangat dan bermental krupuk.

Bagi Yesus tidak ada yang mustahil. Namun, Petrus pun akhirnya menebarkan jalanya. “Atas ketaatannya ini, ia mendapat hasil yang luar biasa banyak,” ungkap Mgr San. Akhirnya, Mgr San mengajak umat untuk berdoa bagi Mgr Ewal. Ia mengungkapkan, dengan mengandalkan Tuhan, maka setiap tugas dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya dan bijaksana. “Marilah kita bersyukur atas anugerah Tuhan,” ujar Mgr San.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here