Spiritualitas Tukang Kayu

184
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – “Saya mau menceritakan sesuatu yang sangat personal. Saya sangat mencintai Santo Yosef. Dia adalah pribadi kuat dalam diamnya. Di meja saya, saya mempunyai sebuah patung Santo Yosef yang sedang tidur. Meskipun ia tidur, ia melihat Gereja. Dia bisa melakukan itu. Ketika saya mempunyai masalah atau kesulitan, saya menuliskan masalah dan problem saya dalam secarik kertas dan meletakkannya di bawah patung itu sehingga ia bisa memimpikan semua.

Marilah kita berdoa kepada Santo Yosef ketika kita menemukan kesulitan dan masalah hidup.” Pengalaman rohani yang amat dalam ini disampaikan Paus Fransiskus saat bertemu dengan keluarga-keluarga dalam kunjungan ke Filipina 2015. Sejak saat itu pula, kian banyak umat yang melakukan devosi kepada Santo Yosef (dalam Kitab Suci disebut Yusuf), suami Maria. Patung Santo Yosef Tertidur pun makin diburu umat.

Bulan Maret ini, tepatnya tanggal 19 Maret, adalah perayaan besar atau Hari Raya Santo Yosef sebagai Pelindung Gereja. Bulan Maret memang didedikasikan untuk menghormati Santo Yosef. Harapannya, umat Katolik di seluruh dunia berkenan menggali kedalaman kekayaan rohani tokoh, yang dalam tanda petik, tidak menonjol dalam Perjanjan Baru ini. Namanya hanya beberapa kali disebut dalam Injil Lukas dan Injil Mateus. Menurut tradisi, Yosef meninggal dunia ditemani Yesus dan Maria.

Kendati tidak semenonjol tokoh lain dalam Injil, peran Yosef yang berasal dari keturunan Raja Daud, tidaklah kecil. Ketulusan, kelurusan hati, kerelaan, dan ketaatannya untuk mengambil Maria sebagai isterinya merupakan awal dari kisah panjang selanjutnya. Perjalanan dari Nazaret ke Yerusalem, dari Yerusalem menyingkir ke Mesir, dari Mesir menetap kembali di Nazaret adalah perjalanan penghayatan rohani Yosef betapapun berat baginya.

Mungkin saja, dalam hati Yusuf terbersit pertanyaan akan misteri yang tak terpecahkan oleh akal budinya saat itu. Namun, ia tetap setia melaksanakan perintah Allah yang disampaikan kepadanya melalui mimpi-mimpinya. Dalam diam dan setia, sebagai suami dan ayah, ia menjaga dan merawat keluarga Nazareth. Hingga tiba waktunya, anak asuhnya, Kanak-kanak Yesus bertumbuh menjadi dewasa dan mewartakan karya agung Allah dalam/melalui diri-Nya hingga wafat di salib.

Spiritualitas Santo Yosef sangat kaya dan dalam. Hal itu dapat dilihat dari tradisi kuno dan penghormatan yang diberikan Gereja, melalui para Paus kepadanya: pelindung Gereja universal, pelindung pujangga Gereja, pelindung Konsili Vatikan II, Pesta Santo Yosef sebagai pekerja setiap tanggal 1 Mei; dalam Surat Apostolik “Pelindung Sang Penebus”, Paus Yohanes Paulus II mengatakan, pentingnya Yosef untuk Yesus dan Maria, untuk Gereja dan sebagai teladan bagi orang beriman. Banyak tarekat dan komunitas/devosi awam yang menjadikan spiritualitas Tukang Kayu dari Nazaret ini sebagai pegangan hidup dan karya kasih, pelayanan, dan perwartaan mereka.

HIDUP NO.09 2019, 3 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here