Menyembah Berhala

1449
4/5 - (4 votes)

HIDUPKATOLIK.com – DALAM Kel 20: 4-5 tertulis, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu …” Padahal di dalam Gereja Katolik banyak patung-patung, apakah penggunaan tidak bertentangan dengan Kel 20: 4-5?

Richard A, Mataram

PENGGUNAAN patung di Gereja Katolik membuat seorang yang tidak mengerti iman Katolik akan
berpikiran bahwa orang Katolik itu menyembah patung. Apalagi, jika seseorang masuk ke dalam Gereja, pasti ia akan menemukan patung Yesus, Bunda Maria, dan patung-patung orang kudus lain. Gereja seolah-olah tempat banyak patung.

Namun, pemahaman bahwa orang Katolik menyembah patung adalah keliru. Karena dari iman yang Gereja percaya “Menyembah Allah berarti dengan penuh hormat dan ketaklukkan absolut mengakui ‘keadaan makhluk yang tidak
bernilai’, yang memperoleh seluruh keberadaannya dari Allah” (KGK 2097). Maka, Gereja pun melarang umat beriman untuk menyembah patung.

Dasar keyakinan bahwa hanya Allah yang disembah dan bukan patung, bagi Gereja ini didasarkan oleh perintah Allah sendiri dalam Perjanjian Lama, yang disampaikan dalam Kitab Keluaran (yang disebut dalam pertanyaan) maupun Kitab Imamat (Bdk. Im 19:4). Ini menunjukkan, bahwa orang Katolik dapat dipastikan bukan penyembah berhala. Orang Katolik memegang keyakinan, bahwa hanya ada satu Allah, sebagaimana yang dikatakan Kristus
sendiri: “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti“ (Luk 4:8).

Lalu, “Mengapa di gereja-gereja banyak patung?” Untuk memahami ini, pertama perlu memahami dahulu tentang larangan Allah kepada bangsa Israel dalam kitab-kitab itu. Larangan Allah dalam Kitab Keluaran dan Imamat bukan berkaitan dengan pembuatan patung, tetapi berkaitan dengan penyembahan terhadap patung, sehingga yang dilarang adalah “keberadaan allah lain dihadapan Allah” (bdk. Kel 20:3) sebagai satu-satunya Allah. Oleh sebab itu, hal yang dilarang oleh Allah bukan pembuatan patung karena Allah sendirilah yang juga meminta bangsa itu membuat patung, yaitu patung dua kerub dari emas maupun dari kayu (Bdk. Kel 25:1,18-20; 1 Taw 28:18-19);
dan patung ular tedung (Bdk. Bil 21:8).

Alasan lain mengapa Gereja menggunakan patung atau lukisan sebab keduanya menjadi sarana yang dapat membantu orang beriman, membayangkan kehadiran Tuhan Yesus, Bunda Maria atau para
kudus lain di dekatnya. Hal ini dapat dipahami seperti seorang anak yang kehilangan ibu pada masa kecilnya, sehingga dia memandang foto ibunya agar membawa kepadanya kenangan akan sang ibu itu. Anak ini akan merasakan, bahwa ibunya hadir di dekatnya, karena ibu ini adalah
sosok yang penting dan istimewa dalam dirinya. Demikian pula, sosok Tuhan Yesus dalam patung
atau gambar, memberikan kepada orang yang berdoa menyerap Dia dalam ingatannya.

Bapa Gereja juga telah menjelaskan dengan baik bahwa Gereja bisa menggunakan patung atau gambar karena “penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar menyangkut gambar asli
di baliknya” (Basilius, Spir. 18,45). Sedangkan Santo Thomas Aquinas memberikan penjelasan yang tegas, bahwa Gereja tidak pernah menyembah patung, tetapi itu sebagai sarana semata untuk membawa kepada Allah: “Penghormatan kepada Allah tidak diberikan kepada gambar sebagai benda, tetapi hanya sejauh mereka itu gambar-gambar, yang mengantar kepada Allah yang menjadi manusia. Gerakan yang mengarahkan ke gambar sebagai
gambar, tidak tinggal di dalam ini, tetapi mengarah kepada Dia, yang dilukiskan di dalam gambar itu” (ST II-II, q. 81,3, ad. 3).

Hal lain yang sering dilupakan dalam Gereja, bahwa penggunaan patung atau gambar merupakan sarana berkatekese (pengajaran). Gereja tidak pernah menggunakan patung untuk
sekadar hiasan atau untuk penyembahan. Gereja selalu membuat sesuatu itu memiliki makna dan tidak pernah bertentangan dengan imannya. Inilah sebabnya di banyak gereja di Eropa ditemukan banyak gambar atau patung yang bercerita, yang
membantu umat mengenal imannya, karena pada masa lampau banyak umat itu buta huruf. Gereja selalu mengupayakan agar iman dimengerti, bukan iman yang diamini saja.

Pastor Yohanes Benny Suwito

HIDUP NO.48 2019, 1 Desember 2019

1 COMMENT

  1. Saya pny pertanyaan :
    1. apakah benar wajah my God Kristus Yesus seperti yg di lukiskan oleh orang2?
    2. kalau dengan ini org jadi beriman berarti sesat dong Pak benar tidak?
    3. di rumah sy mama sy byk sekali punya foto dia (yang katanya Yesus) tapi wajahnya berbeda2 disetiap gambarnya. Apakah dengan foto tersebut kita jadi tersentuh dan tau Tuhan itu ada dan jadi beriman
    3. saya ingat betul ketika sy ke gereja katolik kalau tidak salah di acara paskah sy harus cium patung yesus (Katanya) di kaki, kenapa sy harus cium kaki patung? apakah ini tidak sesat?
    4. kenapa mama saya selalu bakar lilin di patung maria, yg saya tau hanya maria di pakai Tuhan karena dia taat dan ta bercela apa faedahnya, dan termasuk juga di gereja Katholik
    5. kenapa saya harus berdoa salam maria?
    6. apakah di alkitab di tulis doa salam maria sy rasa tidak, doa bapak kami pun rasanya bukan seperti hanya di ucapkan spt itu akan tetapi makna bagaimana kerendahan hati yg Tuhan Yesus ajarkan, bagaimana memaafkan dan minta maaf buat kita sendiri dan musuh2 kita, bagaimana kita meminta kepada Tuhan melalui doa tersebut??
    7. sy tidak terlalu perduli dengan wajah Maria karena sy cm perlu ketaatan beliau pny wajah atau tidak ya buat saya tidak penting karena sy tidak hidup di jaman tersebut kenapa wajar dan patung bisa buat kita jd beriman?
    8.lagi alkitab tidak pernah melukiskan wajah God dan sy yakin lebih dari yg Bapak Pastor dan sy tahu, hanya orang2 yg hidup di jaman itu saja yg tau dan paras Yusuf, Daud dan Salomo serta bbrp orang lain nya yang dikatakan elok di alkitab tapi tidak dengan wajah Yesus (saya rasa bentuk wajah Tuhan sy sejati dan tidak ada tandingannya) apakah Bapak Pastor sendiri pernah melihat wajar God kita? sy blm pernah loh Pak jujur aja sy ga tau dia bagaimana bentuknya
    9. orang tua saya kenapa berdoa kepada santa dan santo bukan kepada Tuhan, apakah santa dan santo tersebut lahir dari roh kudus dan sama seperti Tuhan Yesus?
    10. melalui alkitab saja kita sdh tau Dia ada dan benar ada (banyak saksinya dimasa itu) bukan melalui lukisan or patung. setau saya iman tapi tidak melihat lebih baik dari pada melihat baru beriman apakah sy salah?
    11. dasar membantu orang beriman dengan patung tersebut apa faedahnya? karena ada patung berarti ada Tuhan kah Pak?
    12. Apakah Bapak merasa kehilangan Bapa ketika Dia naik ke Surga? yg saya tau kalau orang tua sy meninggal ya ga mungkin sy lupa walaupun ta ada fotonya. karena ingatan sy masih ada. kecuali kalau sy kena penyakit mungkin hilang ya memang seharusnya hilang atau ketika sy mati.
    13. di jaman dahulu byk org yang tidak bisa baca tapi Bapak tau kan cara Tuhan menyebarkan ajaran beliau hanya dengan kata2. di tulis oleh nabi2 supaya Bapak dan sy mengenal dia dan skrg saya sudah mengenal walaupun belum besar dan belum hebat karenanya sy pny byk pertanyaan di hati saya.

    banyak yg saya mau tnyakan, karena sy sering sekali ke gereja katolik tapi ga paham dengan liturgi2 dan juga blm pernah sekalipun sy membaca alkitab di gereja hanya tulisan2 saja yang ketika sy pulang sy sudah lupa ingatan alias ga inget apa yg di kotbahkan, dan waktu itu saya ingat betul sy harus ikut lomba katekumen yang di gereja saja sy blm pernah bahas cara baca alkitab. apalagi sy tau ayat dan pasal.

    mohon penjelasannya thanks, kalau ada kesalahan kata2 mohon di maafkan karena sy bertanya hanya dari sisi alkitab yg saya baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here