Diwarnai Tangis Haru: Uskup Agung Pontianak Rayakan Natal Bersama di Lapas Perempuan

238
Uskup Agustinus tengah memberikan homili.
5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Selang satu tahun berlalu usai peresmian Kapel Santa Theresia Benedikta Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak yang diberkati dan dibangun oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus kemudian diresmikan kala itu oleh Direktur Jendral Pemasyarakatan, Reynhard Sitonga pada 27 Oktober 2020 kini pada 28 Desember 2022 Uskup Agustinus turut berbagi kasih bersama anak-anaknya di Lapas Perempuan yang diikuti oleh 31 wargabinaan Kristiani, belum termasuk petugas dan tamu.

Perayaan Natal bersama itu dibumbui oleh ‘keelokan’ sambutan Kalapas Perempuan Kelas II A Pontianak, R. Tarbiati yang baru satu tahun bertugas dan dipercaya untuk membina warga binaan perempuan di Pontianak. Sambutan hangat itu dituangkan dengan kehadirannya selama Misa berlangsung dan turut dalam acara ramah tamah bersama Uskup Agustinus.

Dendang lagu Natal persembahan dari warga binaan haru tak terbendung, setidaknya mereka membuat air mata Uskup Agustinus dan R. Tarbiati mengalir haru. Mereka bernyanyi mendendangkan lagu “Selamat Natal Mama dan Papa” seolah mengungkapkan perasaan rindu mereka selama berada di Lapas- begitu juga orang rumah yang mereka tinggalkan tak pernah mereka temui untuk merayakan Natal bersama setiap tahunnya.

Bayangkan, seorang ibu rumah tangga, gadis cantik muda dan ibu lansia mesti menghabiskan masa kurungan dan dibina dalam keluarga baru di Lapas Perempuan. Bukankah hal itu membuat mereka mengorbankan hari-hari bersama keluarga yang ditinggalkan di masyarakat. Pecahnya tangisan wanita-wanita itu sungguh menyentuh para tamu yang ikut dalam perayaan natal bersama di pagi 28 Desember 2022.

Mewakili Orang Tua 

Seperti biasanya, kedatangan Uskup Agustinus adalah simbolisasi dari perhatian orang tua yang diwakilkan oleh sosok Uskup Agung Pontianak. Baik dalam homili maupun sambutannya, Uskup Agustinus menegaskan bahwa mereka tidak sendiri, di sini adalah kesempatan mereka untuk mengkoreksi diri dan merubah diri untuk menjadi pembawa damai kelak mereka bebas dari masa binaan.

Uskup Agustinus menitikberatkan pentingnya hidup bersaudara, saling mendukung dan saling mendoakan merupakan kunci yang paling ampuh dalam mengobati luka-luka lalu yang mereka alami. Gadis-gadis muda yang cantik, ibu rumah tangga bahkan ada yang sebelumnya bekerja di pemerintahan berkumpul dalam satu keluarga baru di Lapas Perempuan. Keberagaman di sana memberikan corak warna sekaligus menggambarkan betapa pentingnya hidup bersaudara dan saling mendukung.

Sebagaimana Uskup Agustinus sampaikan dalam homilinya, di mana tiga raja dari timur datang mengunjungi Bayi Yesus dan pulang lewat jalan lain, dalam hal itu Uskup Agustinus memaknainya datang kepada Yesus untuk memulai cara hidup baru. Demikianlah simbolisasi yang Uskup Agus sampaikan agar menjadi semangat baru dan setidaknya menjadi pemerenungan untuk anak-anak nya di Lapas Perempuan.

“Saya datang mewakili orang tua kalian, jangan takut dan jangan merasa sendiri, saya ada di sini, sebab kalian semua anak ku juga, jika ada waktu pasti saya kunjungi dan beri penghiburan,” tutur Uskup Agustinus sembari mengusap air matanya.

Pelayanan yang Luar Biasa

Untuk pertama kalinya, seorang kepala Lapas berjoget bersama dengan wargabinaan perempuan dan untuk pertama kalinya Uskup Agustinus menemui sosok keibuan seperti kepala Lapas Perempuan Pontianak R. Tarbiati seorang Muslim dan berdarah Sambas itu turut bergoyang ria saat Uskup Agus menyanyikan lagu “Sakit Gigi- Meggy Z” diikuti oleh keriuhan warga binaan.

Suasana kebersamaan Natal Bersama 2022 di Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak bersama Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Tak biasanya bukan? Ya itulah yang diakui oleh warga binaan, sejak kedatangan R. Tarbiati mereka merasa ada bunda baru yang betul-betul peduli dengan mereka selama menjalani masa binaan di Lapas Perempuan.

Dalam wawancara, R. Tarbiati mengungkapkan kekagumannya pada Uskup Agustinus – yang sering ia panggil Pak Agus Agung dalam sambutannya yang gokil itu. Sebagai kepala Lapas Perempuan Kelas II A, R. Tarbiati mengucap syukur bahwa Uskup Agustinus betul-betul peduli dengan perkembangan mental dan kerohanian warga binaannya.

Apalagi ia mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam karena Kapel Santa Theresia Benedikta Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak merupakan sumbangan pembangunan dari Keuskupan Agung Pontianak. Tertera di sana ada tanda tangan Uskup Agustinus sebagai orang yang memberkati kapel itu pada 2020 lalu.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Uskup Agung Pontianak, untuk perhatian dan kasihnya kepada wargabinaan di sini. Semoga dengan peneguhan kedatangan Uskup Agustinus meneguhkan warga binaan hingga mampu melewatinya dan pulang dengan bahagia,” tuturnya.

Doleng Donado

Sudah lama tak bergaung lagi, selama ini lagu viral Dayak Ganteng menjadi Icon lagu khas joged dalam setiap pertemuan kini Uskup Agustinus membagikan kemeriahannya dalam closing acara yang manis itu dengan gaungan lagu Doleng Donado. Lagu itu diikuti oleh seluruh orang yang berada dikapel (kira-kira sekitar 50an orang termasuk tamu) turut bergoyang dengan hentakan gerakan yang sama.

Doleng-Donado sebagai Closing Acara Natal Bersama 2022 di Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak.

Dengan berkeliling memutar bolak-balik, Uskup Agustinus menjadi pusat dari goyangan itu membuat mereka lupa bahwa mereka sedang berada di Lapas.

“Oi,oi ingat ya kita ini masih di Lapas,” tutur salah satu ibu warga binaan itu pada rekan-rekannya yang saking gembiranya sehingga lupa mereka sedang menjalani masa pidana. Hal itu terdengar oleh Ketua PSE Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Surip pun ngakak mendengar detupan candaan sesama wargabinaan.

Doleng Donado adalah sebagai persembahan Uskup Agustinus kepada mereka sekaligus menjadi penutup acara natal bersama di Lapas Perempuan Pontianak usai pembagian makan dan bingkisan pada semua wargabianaan nasarani.

Samuel (Kontributor/Komsos Pontianak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here