Penguatan “Gaya Hidup Berkelanjutan”, Sekolah Tarakanita Citra Raya Tangerang Peduli Lingkungan Hidup

185
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2024 dirayakan dengan cara unik oleh warga Sekolah Tarakanita Citra Raya, Cikupa, Tangerang, Rabu, (5/6/2024) Pkl. 07.15-10.00.

Bertempat di dana u kompleks Perumahan Citra Raya, sekitar 50an wakil siswa-siswi TK, SD – SMA didampingi oleh beberapa guru, pegawai, pimpinan yayasan, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Tangerang dan wakil orang tua, mengadakan bakti lingkungan dalam bentuk penuangan eco enzym ke dalam air danau tersebut.

FX. Widodo selaku Ketua Pelaksana sekaligus Kepala SMA Tarakanita Citra Raya menjelaskan bahwa Sekolah Tarakanita memiliki nilai-nilai luhur yang erat kaitannya dengan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (K PKC). “Kita melihat bahwa bumi kita semakin panas, jika kita tidak mulai dari pribadi, dari anak-anak se-usia dini bagaimana kehidupan bumi dan dunia ini ke depan,” ujarnya.

Sekolah Tarakanita Citra Raya menjalankan nilai-nilai KPKC melalui pembuatan eco enzym sejak tahun lalu (2023), dan tahun ini menjadi tahun kedua yang diarahkan untuk masyarakat dan lingkungan eksternal.

FX. Widodo, M.Pd., Ketua Penyelenggara & Kepsek SMA Tarakanita Citra Raya, Cikupa

“Kami menyediakan 800 liter eco enzym untuk nanti disiramkan ke danau, bekerjasama dengan pihak perumahan dan maupun dinas lingkungan hidup kabupaten tangerang. Sementara sisanya akan kami gunakan untuk penyiraman tanaman di sepanjang jalan menuju danau maupun di lingkungan sekolah”, tambahnya.

Dalam sambutannya, Katarina Daryati, Koordinator Blok Sekolah Tarakanita Citra Raya,  menyampaikan bahwa proses pembuatan eco enzym memberi banyak banyak manfaat untuk kehidupan, antara lain mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah (TPA), turut mencegah pemanasan global dan udara semakin sehat, menjadi alternatif produk kimia sintetis yang menghemat pengeluaran bulanan rumah tangga.

Aksi Penuangan Danau dengan Eco Enzym oleh Perwakilan Siswa TK s/d SMA Tarakanita/Simon Wenehen

Selain itu, Wika, Wakil Siswi SMA Tarki, yang juga Duta Anak Kab. Tangerang menambahkan, “Eco enzym yang digunakan hari ini adalah hasil kerja bersama semua siswa-siswi Tarakanita, dari TK sampai SMA yang telah berlangsung selama tiga bulan”.

Jelasnya lagi, eco enzym adalah cairan fermentasi limbah organik dari kulit buah dan sayuran yang bisa digunakan untuk beragam keperluan kesehatan maupun juga rumah tangga seperti pembersih, pupuk dan pestisida alami, termasuk untuk membersihkan air.

“Latar belakang kegiatan pembuatan eco enzym di Sekolah Tarakanita didasari oleh nilai-nilai kepedulian pada lingkungan hidup yang selaras dengan nilai-nilai Tarakanita dalam proses pembelajaran di sekolah, dan hal ini dilakukan serentak secara nasional oleh semua Sekolah Tarakanita,” tegas Bonifasius Bambang Sudarmono, perwakilan Yayasan Tarakanita Wilayah Tangerang.

Foto Aksi Pembersihanan Sampah di Kompleks Perumahan Citra Raya oleh Siswa-Siswi SMP dan SMA/Simon Wenehen

Bambang menambahkan, masalah sosial masyarakat adalah bagian dari keprihatinan tarakanita, misalnya soal kualitas air yang menurun akibat pembuangan sampah sembarangan ke sungai atau danau. Dalam konteks inilah eco enzym yang adalah hasil dari pembelajaran siswa di kelas dapat memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar khususnya untuk pemurnian air yang berdampak pada kelestarian lingkungan hidup.

Sejalan dengan Tema Restorasi Lahan, Penggurunan dan Ketahanan Hidup Terhadap Kekeringan yang diusung oleh The United Nations Env ironmental Programme (UNEP) pada 2024, kegiatan penuangan eco ensym ke air danau adalah wujud perlindungan ekosistem air yang memberi manfaat untuk ikan, plankton dan biota air tawar lainnya. Nantinya, hal ini akan berdampak pada kehidupan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang saat ini menjadi perhatian dunia global.

Project Based Learning
Pembuatan eco enzym telah dimulai sejak 21 Februari 2024, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2024. Semua siswa menjadikan pembuatan eco enzym sebagai salah satu tema pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Tiap siswa membawa 5 jenis kulit buah-buahan atau sayuran untuk dibuatkan proses farmentasi dengan target 2 liter per siswa.

Terkait hal ini, Widodo menjelaskan, Sekolah Tarakanita Citra Raya punya value prepositon, yakni sebagai community of research, yang tak sekedar memberi informasi tetapi lebih mendalam seperti project based learning (PBL). “Khusus untuk eco enzym kami memiliki silabus untuk setiap jenjang berbeda-beda. Untuk TK dan SD, masih berfokus pada pemahaman, tetapi untuk tingkat SMP dan SMA sudah sampai pada tingkat penelitian tentang, misalnya dari eco enzym manakah yang bagus sebagai pengganti cairan pell lantai, shampo, dan lain-lain”, sambungnya.

Project Based Learning kali ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya menjaga kelesatrian lingkungan dan alam, serta mampu memanfaatkan sisa-sisa sampah makanan untuk kepentingan rumah tangga. Selain itu, siswa bisa mempraktekan pengetahuan mereka dalam sebuah aktivitas yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungan.
Implementasi Laudato Si.

Penyerahan simbolis eco enzym dari siswa-siswi TK s/d SMA kepada Pimpinan Sekolah, Yayasan & Dinas Lingkungan Hidup Kab. Tangerang/Simon Wenehen

“Gaya hidup berkelanjutan” yang diinisasi oleh Sekolah Tarakanita adalah jawaban atas seruan pelestarian alam dan lingkungan yang diamanatkan oleh Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si (Puji Bagimu). Tak hanya pada tingkat Keuskupan dan Paroki, di tingkat Pendidikan Dasar dan menengah, siswa-siswi Tarakanita mewujudkannya melalui proyek pembelajaran pembuatan eco enzym yang berdampak untuk lingkungan dan masyarakat.

Menurut Daryati, dalam ensiklik Laudato Si, Sri Paus mengkritik adanya konsumerisme, dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan dan opemanasan global, serta mengajak semua orang di dunia untjk mengambuil aksi global yang terpadu dan segera, demi keutuhan alam ciptaan seluruhnya”.

Daryati berharap kegiatan Sekolah Tarakanita Citra Raya pada hari lingkungan hidup sedunia 2024 dapat menjadi awal baik sekaligus menjadi habitus baru dengan menyelamatkan lingkungan dan bumi. Hal senada ditegaskan oleh Bambang sembari berharap agar siswa-siswi Tarakanita semakin peduli dan mau menjadi agen perubhaan bagi kelestarian lingkungan sekitar.

Aksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Sekolah Tarakanita berlangsung dari jam 07.15 sampai 11.30 WIB, diawali dengan acara pembukaan, dilanjutkan dengan penyiraman eco enzym pada tanaman di lingkungan sekolah, dan tanaman pada ruas jalan sepanjang Sekolah Tarakanita menuju lokasi danau di Bundaran I Citra Raya Tangerang. Aksi ini bersamaan juga dengan pembersihan sampah sepanjang ruas jalan tersebut yang dilakukan oleh wakil siswa-siswi tingkat SMP dan SMA.

Widodo berharap melalui kegiatan hari ini sekolah Tarakanita ingin memberikan edukasi, yaitu meninggalkan warisan berbentuk lingkungan yang nyaman dan asri. “Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan kita menunggu waktu kembali. Jadi, jika aksi ini terus kita lakukan, semakin lama banyak masyarakat yang akan tergugah, saya yakin lingkungan kita akan kembali asri”, tegasnya.

Reporter: Simon Wenehen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here