HIDUPKATOLIK.COM – Gal.3:1-5; MT Luk.1:69-70,71-72,73-75; Luk.11:5-13
YESUS meyakinkan para pendengar-Nya bahwa Allah itu adalah Bapa yang baik hati, yang sudi menanggapi permohonan putera/i-Nya. Itu dicontohkan dengan perumpamaan: seseorang yang minta pada sahabatnya untuk dipinjami roti. Walau orang itu tidak sudi memberi karena sudah malam hari, tetapi karena terus diminta tanpa rasa malu, maka akhirnya dikabulkan juga. Yesus berkata: “Mintalah…, carilah…, ketoklah, maka pintu akan dibukakan” (Luk 11:9-10). Jika manusia saja tahu memberi yang terbaik kepada sahabatnya, apalagi Allah yang adalah Maharahim dan Mahabaik.
Yesus hendak mengajarkan untuk bertekun dalam doa, jangan terus berhenti atau merasa kesal bila belum kunjung dikabulkan. Yesus menggunakan gambaran bapa yang mengabulkan permintaan anaknya. Jika bapa di dunia ini saja tahu memberi yang terbaik kepada anaknya, apalagi Allah Bapa. “Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13).
Yesus memperkenalkan Allah itu Maharahim yang melebihi kasih ayah-ibu kepada anaknya. Karena itu, tetaplah berkomunikasi dengan Bapa yang tidak hanya sekadar memenuhi yang diminta, tetapi Ia adalah Bapa yang berkelimpahan berkat. Maka, jangan pernah meragukan kebaikan Allah; Ia memberi yang terbaik seturut kehendak-Nya, mendengar dan menjawab doa-doa.
Pastor Octavianus Situngkir, OFMCap
Komisi Kateketik Keuskupan Agung Medan (KAM)






