HIDUPKATOLIK.COM – Suasana sukacita dan kekeluargaan menyelimuti halaman Rumah Unio Keuskupan Agung Merauke (KAMe) pada Senin sore, 2/2/2026. Bertepatan dengan Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, digelar Perayaan Ekaristi syukur sekaligus penerimaan resmi Pastor Gregorius Helyanan ke dalam komunitas imam diosesan (Unio) KAMe.

Perayaan dimulai pukul 17.00 WIT, dipimpin langsung oleh Pastor Gregorius Helyanan sebagai selebran utama. Ia didampingi oleh Ketua Unio KAMe, Pastor Emanuel da Santo Djogo de Meo, serta imam Marind senior, Pastor Pius Manu selaku konselebran. Hadir pula Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, para imam, biarawan-biarawati, keluarga, serta umat yang memadati lokasi acara.
Belajar dari Simeon dan Hana
Dalam homilinya yang menyentuh, Pastor Gregorius merefleksikan makna “penantian”. Mengambil inspirasi dari Bacaan Injil tentang Simeon dan Hana, imam baru ini menegaskan perbedaan antara janji manusia dan janji Tuhan.
“Penantian akan janji manusia sering kali mengecewakan. Tetapi penantian akan janji Tuhan tidak pernah mengecewakan,” ungkapnya mengawali khotbahnya.
Ia menyoroti keteladanan Simeon dan Hana, dua tokoh yang setia menanti Sang Mesias dengan aktif, melalui doa, puasa, dan hidup benar. “Siapapun yang bertahan dalam penantian akan janji Tuhan, ia akan dipuaskan dengan sukacita,” tambahnya, mengajak umat untuk terus tekun berdoa.
Momen haru terjadi saat Pastor Gregorius membagikan kisah hidupnya. Ia menceritakan masa kecilnya yang sakit-sakitan, bahkan pernah hampir meninggal pada suatu hari Minggu.
“Saya sudah hampir mati, tapi Tuhan memberikan kesempatan kedua. Maka saya harus jadi pastor,” tegasnya mengenang motivasi awalnya. Kendati sempat ditentang sang ibu yang menginginkannya hidup “normal” di kampung, keteguhan hati Pastor Greg akhirnya meluluhkan hati keluarga yang kini menjadi pendukung utamanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih mendalam kepada Uskup Mandagi, Pastor Emanuel, RD. Pius Manu, serta seluruh pihak yang mendukung perjalanannya hingga tahbisan.
Filosofi Keledai dan Tugas di Paroki Mur
Melengkapi sukacita tersebut, Pastor Emanuel da Santo Djogo de Meo, memberikan sambutan yang sarat makna teologis sekaligus jenaka. Ia menyoroti motto tahbisan Pastor Greg: “Katakanlah Tuhan Memerlukan”.
Ia mengajak hadirin merefleksikan kisah Yesus memasuki Yerusalem. “Tuhan tidak menggunakan kuda perang yang gagah perkasa. Tuhan mau menggunakan keledai. Hewan yang sering dianggap hina, malas, atau cuek,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa imam adalah “keledai” yang dipakai Tuhan. “Tuhan mau menggunakan kesederhanaan dan kelemahan manusia untuk sampai pada kemuliaan. Kita sering merasa diri seperti Yesus yang duduk di atas, padahal tidak. Kita sebenarnya adalah keledai, alat yang dipergunakan Tuhan,” tegasnya mengingatkan tentang kerendahan hati.

Dalam kesempatan itu, ia secara resmi menyambut Pastor Greg ke dalam kolegialitas imam projo (diosesan) dan mengumumkan penugasan perdananya.
“Selamat bergabung dalam Unio Keuskupan Agung Merauke. Sebagai imam projo, tugas kita adalah merawat ‘rumah kita’. Silakan buat yang terbaik di tempat tugasmu nanti di Paroki Mur (Basurai Timur), mulai dari administrasi, bangunan, hingga perkembangan iman umat,” pesannya.
Menutup sambutannya dengan nada bersahabat, ia juga bergurau mengenai fasilitas hiburan di rumah Unio. “Fasilitas seperti karaoke sudah disiapkan, itu hiburan kita bersama,” candanya yang disambut tawa hangat, sembari mengucapkan terima kasih kepada Dewan Paroki Katedral dan para donatur yang menyukseskan rangkaian acara tahbisan hingga syukuran.
Jadilah Motor Persaudaraan
Sebagai penutup, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC memberikan wejangan tegas. Uskup menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi persaudaraan imam. “Jadilah motor persaudaraan. Jangan menjadi sumber perpecahan. Persaudaraan imam Unio akan hancur kalau kita tidak jujur satu dengan yang lain,” tegasnya.

Uskup juga mengingatkan agar para imam tidak terjebak dalam kesibukan duniawi dan gawai hingga melupakan doa. “Pastor Greg, jangan buat malu keluarga dan Keuskupan. Semoga pada saatnya mereka menangis bahagia karena kebaikan yang terus kamu tabur,” pesan Uskup.
Proficiat atas rahmat Tahbisan Imamat, Pastor Greg. Selamat bergabung dalam Unio Keuskupan Agung Merauke. Bergandeng tangan dan berjalan bersama.
Pastor Yohanis Elia Sugianto (Merauke)






