HIDUPKATOLIK.COM–Caritas Indonesia (KARINA KWI) menyelenggarakan lokakarya bersama lembaga pendidikan, organisasi, PERDHAKI, serta kongregasi dan tarekat religius di Wisma KWI Kemiri, Jakarta Pusat, pada 7–8 Mei 2026. Kegiatan ini membahas penyusunan kebijakan, nota kesepahaman, dan standar prosedur operasional kerja sama respons kebencanaan antara Caritas Indonesia dengan para mitra pelayanan kemanusiaan.
Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Pastor Fredy Rante Taruk, menegaskan bahwa lokakarya ini bertujuan memperkuat kemitraan dalam menghadapi situasi bencana di Indonesia yang semakin kompleks. Melalui kerja sama yang lebih terstruktur, terkoordinasi, akuntabel, dan berkelanjutan, Caritas Indonesia ingin memperkuat pelayanan kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurut Pastor Fredy, lembaga pendidikan, organisasi, rumah sakit, serta kongregasi dan tarekat memiliki kapasitas besar untuk mendukung pelayanan kemanusiaan Gereja. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, profesional, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Semangat kerja sama tersebut juga sejalan dengan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 yang menegaskan panggilan Gereja sebagai komunitas pengharapan, “rumah sakit lapangan”, dan pelita bagi mereka yang terluka akibat berbagai krisis dan bencana.
Selain itu, semangat kolaborasi ini sejalan dengan pesan Paus Fransiskus dalam dokumen Spes Non Confundit pada Tahun Yubileum Pengharapan 2025, yang menekankan pentingnya semangat kerelawanan dan solidaritas dalam membantu sesama, terutama saat terjadi bencana.
Lokakarya ini juga memperkuat semangat “One Church One Response”, yakni pelayanan kemanusiaan Gereja yang hadir secara nyata, terkoordinasi, dan profesional sebagai bentuk gerakan bersama.
Perkuat Sinergi
Pada hari pertama lokakarya, sejumlah perguruan tinggi Katolik menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam seluruh siklus penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, edukasi, pelatihan, dukungan teknis, hingga pengiriman tenaga medis, pendampingan trauma healing, dan penggalangan dana. Perguruan tinggi juga siap mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Sementara itu, pada hari kedua, para perwakilan tarekat dan kongregasi menyatakan komitmen untuk bersinergi dalam respons bersama Gereja Katolik Indonesia dengan Caritas Indonesia sebagai koordinator. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Caritas Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama yang selama ini masih bersifat situasional. Para peserta sepakat bahwa pelayanan kemanusiaan perlu dibangun di atas nilai solidaritas, subsidiaritas, partisipasi, kesetaraan, transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Pastor Fredy menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan setiap respons menghadirkan perlindungan bagi kelompok rentan serta pelayanan yang aman dan inklusif.
Fokus utama kerja sama ini adalah penguatan layanan kesehatan darurat dan dukungan psikososial yang mengacu pada Standar Sphere Project, dengan pendekatan pelayanan kesehatan dasar dan pendampingan psikososial secara terpadu.
“Lembaga, organisasi, rumah sakit, dan kongregasi/tarekat memiliki peran strategis dalam mendukung respons kemanusiaan, khususnya melalui layanan kesehatan dan dukungan psikososial. Kami berharap kerjasama ini dapat melahirkan sistem kolaborasi yang lebih kuat, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat terdampak bencana,” terang Pastor Fredy.
Tentang Caritas Indonesia
Caritas Indonesia atau KARINA KWI merupakan lembaga pelayanan kemanusiaan resmi Konferensi Waligereja Indonesia yang berdiri pada 17 Mei 2006. Caritas Indonesia merupakan bagian dari Konfederasi Caritas Internationalis yang memiliki 162 anggota di berbagai negara.
Saat ini Caritas Indonesia hadir di 38 keuskupan di Indonesia dan menjalankan fungsi koordinasi, animasi, serta fasilitasi pelayanan kemanusiaan. Dalam menjalankan misinya, Caritas Indonesia berkomitmen memperjuangkan pembangunan manusia seutuhnya, pemberdayaan masyarakat, serta bantuan kemanusiaan yang inklusif dan peduli terhadap keutuhan ciptaan.
Kontak Informasi
Divisi Emergency Response Caritas Indonesia (KARINA KWI)
WhatsApp: 0811 9951 256
Website: www.karina.or.id





