TUHAN, TOLONG SAMPAIKAN SEJUTA SAYANG SAYA UNTUKNYA

166

HIDUPKATOLIK.COM MASIH teringat dalam ingatan saya, ketika itu jam menunjukkan pukul 9.30 malam  dan kelas kuliah malam ini baru saja berakhir. Saya pun bergegas keluar dari ruangan kelas dan berjalan agak cepat menyusuri lorong-lorong kampus yang sudah mulai gelap. Di luar sana dengan ditemani remang-remangnya lampu jalan, papa sudah menunggu untuk menjemput saya pulang dari kampus ini. Hampir setiap malam Papa dengan setia menyempatkan diri untuk menjemput saya. Mungkin papa kasihan melihat saya, anak perempuannya yang  masih harus kuliah di waktu malam hari.

Kala itu aktivitas saya memang cukup padat. Karena di pagi hari saya sudah bekerja pada suatu perusahaan perbankan. Menjelang malam hari saya menyempatkan diri untuk bisa mengikuti kelas kuliah malam. Saya ingin menjadi seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan Papa dan Mama. Cita-cita saya tidaklah muluk-muluk. Saya hanya ingin menjadi seorang anak yang berhasil dalam studi dan mendapatkan penghasilan ketika bekerja pada suatu perusahaan. Sejak masih di bangku SMA saya sudah mulai bekerja dan menabung, sehingga pada saat kuliah saya sudah bisa membayar biaya kuliah sendiri.

Saya dapat merasakan kebahagiaan Papa ketika saya akhirnya bisa berhasil menyelesaikan bangku kuliah itu. Senyum kebanggaan Papa tergambar jelas diwajahnya, ketika menemani saya menghadiri acara penyerahan ijazah wisuda.  Mungkin itu karena saya adalah anak pertama yang berhasil menyelesaikan bangku kuliah saat itu.

Papa juga yang menghantarkan saya ke altar gereja dan menasihati saya untuk menjalani hidup perkawinan ini dengan baik dan setia.  Satu untuk selama-lamanya sampai ajal nanti memisahkan cinta saya dan suami.

Papa juga sangat bahagia ketika mengetahui bahwa saya sedang hamil dan akan melahirkan cucu baginya. Ya, Papa akan menjadi kakek seperti yang dibanggakan setiap orang yang sudah lanjut usia. Merasakan bagaimana mempunyai cucu seperti teman-temannya yang lain. Papa juga sangat sayang pada cucu-cucunya. Berusaha untuk selalu dekat dengan cucu-cucunya. Hampir setiap ada waktu liburan panjang, saya mengusahakan untuk datang mengunjungi Papa yang tinggal di luar Kota Jakarta kala itu.

Saya juga merasakan suatu kebahagiaan yang besar. Sangat bersyukur ketika masih diberikan kesempatan untuk bisa bersama-sama dengan papa. Papa bisa tinggal bersama di rumah saya walaupun hanya sebentar. Suatu peristiwa yang penuh banyak kenangan akan Papa. Papa bisa makan bersama keluarga kecil saya. Saya dan papa bisa saling bertukar cerita.  Bisa mengikuti Misa Minggu di gereja bersama. Tentunya Papa bisa bermain serta bercanda dengan cucu-cucunya.

Tetapi enam tahun yang lalu, saya menangis sendiri dalam diam ketika mendengar kabar bahwa Papa terkena serangan jantung dan pergi meninggalkan kami dari dunia ini. Saya bersama keluarga akhirnya harus menghantar Papa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Hanya dengan doa mohon kebahagiaan kekal bagi Papa dan air mata ini yang jatuh bercucuran menemani hingga selesainya acara  kala itu.

Di dalam ingatan saya, Papa adalah seorang bapa yang pekerja keras, rajin, tegas, baik dan sangat mencintai serta perhatian kepada anak-anaknya. Di dalam kesibukannya Papa tidak pernah melupakan anak-anaknya dan selalu memberikan perhatiannya serta nasihat. Inilah sosok Papa yang saya kenal, saya cintai dan selalu saya rindukan. Bagaimana dengan anda? Seperti apakah anda mengenal pribadi seorang papa atau bapak?

Pengalaman ini mengingatkan saya kembali pada sosok seorang Bapa yang sangat penyayang dan Maharahim. Bapa yang Mahapengasih itu telah lebih dahulu mencintai dan mengasihi saya dengan pengorbanan-Nya yang sangat besar. Dia harus mati di kayu salib demi penghapusan dosa umat-Nya. Saya sangat mencintai-Nya. Sangat bersyukur atas kasih karunia-Nya yang sangat besar yang diberikan-Nya kepada saya dan keluarga saya hingga saat ini. Tanpa Bapa… saya tidak PeDe dan bukanlah apa-apa….

Sehingga layaklah saya mau bersyukur dan memuji nama-Nya di setiap waktu saya dengan segala hidup, kerja, pelayanan serta karya yang baik. Yang bisa menyenangkan hati Bapa. Berusaha untuk mau belajar dan belajar menjadi murid-Nya yang baik. Berusaha untuk mematuhi semua perintah-Nya dan berusaha untuk menjauhkan diri pada hal-hal yang tidak baik atau kurang berkenan kepadaNya.

Seperti Bapa yang saya kenal, sangat baik dan maha rahim. Walaupun tidak dapat saya lihat secara nyata tetapi penyertaan-Nya selalu nyata dalam hidup saya. Ketika saya sedang sedih, Dia mengirimkan malaikat penghibur untuk menghapus segala kesedihan itu. Ketika saya kesusahan dan terhimpit masalah kehidupan ini, Dia mengirimkan malaikat untuk membantu menyelesaikan masalah itu.

Bapa yang selalu mau mendengarkan doa-doa dan keluh kesah saya dalam menjalani kehidupan ini. Dia selalu memberikan banyak mukjizat-mukjizat kehidupan, yang bagi pemikiran saya itu tidak akan mungkin terjadi. Banyak peristiwa-peristiwa yang ajaib dalam hidup saya terjadi hanya karena kebesaran hati dan belas kasihan Bapa.

Yang terpenting bagi saya adalah Bapa yang Mahapengasih itu tidak akan pernah meninggalkan saya sendirian. Dia akan selalu menjadi penolong dan pelindung hidup saya. Dia akan selalu ada disamping saya membimbing dan melindungi, di mana pun dan kapanpun.

Seperti sepenggal syair lagu favorit saya yang berjudul Yang terbaik bagimu,  yang dinyanyikan oleh Ada Band dan Gita Gutawa….. yang menggambarkan besarnya cinta saya kepada Papa dan Bapa……

Kau ingin ku menjadi, Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan, Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku, Terbelenggu jatuh dan terinjak

Chorus:
Tuhan tolonglah sampaikan, Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya, Kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu

Eviantine Evi Susanto, Kontributor, Ibu Rumah Tangga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here