HIDUPKATOLIK.COM – Setelah ditahbiskan menjadi imam di Gereja Paroki Santo Antonius Padua, Sasi oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Rabu (28/1/2026), Pastor Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv., memimpin misa perdana di Paroki asalnya Gereja Kuasi Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Simalingkar B Medan, Minggu (15/2/2026).
Misa perdana ini menjadi momen istimewa sebagai ungkapan syukur atas Tahbisan Imamat yang telah diterima oleh Pastor Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv., dengan motto panggilannya: Tuhan telah memulai karya baik dan Ia akan menyempurnakan(Flp 1:6).

Dalam homili dan rangkaian perayaan ini ditegaskan bahwa makna panggilan sebagai pelayanan Tuhan yang dipanggil untuk menggembalakan umat dengan semangat kesederhanaan, kerendahan hati dan kasih.
Saat Misa, Pastor Nikolaus Rufinus Maria OFMConv didampingi Minister Provinsial Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) Propinsi Indonesia Pastor Maximilianus Kalef Sembiring OFMConv., Vikaris Provinsial & Definitor, Pastor Gonzales Petrus Zonggar OFMConv, Rektor Skolastikat OFMConv, PastorLonginus Judung OFMConv., Pastor Paroki Simalingkar B, Pastor Shan Efran Sinaga dan Vikaris Parokial, Pastor Blasius Ola Doren.
Kesungguhan dan Kemauan
Pastor Longinus Judung OFMConv., yang membawakan homili mengatakan bahwa panggilan hidup kita, entah berkeluarga atau hidup membiara, juga bermula dari “kesungguhan dan kemauan”. Kemauan kita tampak pertama kali ketika kita menjawab ya, mau menjadi saudara, calon imam – tetapi serentak dituntut kesungguhan. Jadi tidak cukup hanya kemauan yang besar, namun tidak ada kesungguhan.
“Kemauan untuk menjawab panggilan Allah, kemudian dinyatakan dalam kesungguhan mengikuti norma, atau peraturan-peraturan hidup yang membawa orang kepada kedewasan hidup, dewasa menentukan panggilan dan menghidupi panggilan,” ucap Pastor Longinus.

Jika kita melihat, tambah Pastor Longinus, perjalanan panggilan religius dan imamat Pastor Rufinus ini sudah di Biara – pergi – tetapi kembali lagi. Ini adalah salah satu contoh tentang perjalanan kesungguhan dan kemauan seorang beriman Kristen Katolik untuk menjawab Ya akan sapaan Allah yang begitu berbelas kasih kepada umatNya.
Dalam perjalanan panggilannya Pastor Rufinus merenungkan, kata Pastor Longinus, bahwa ia ingin mencari satu sandaran yang bukan saja penuh, tetapi tidak akan pernah goyah, sekalipun diterjang badai Pastor Rufinus sudah melewati badai tersebut.
“Tetapi ia tetap kembali kepada formasi kemauan dan kesungguhan, agar bisa bersandar penuh pada salib Kristus, dibutuhkan kedekatan terus-menerus dan pengolahan setiap saat. Sehingga ia sampai pada kesimpulan bahwa sandarannya saat ini adalah imamat suci pada salib Kristus,” cetus Pastor Longinus.

Bagi Pastor Rufinus, ungkap Pastor Longinus, inilah kesempurnaan yang dinyatakan oleh Allah kepadanya hingga saat ini, dan kita juga tentu tetap berdoa, agar ia tetap bersandar pada salib tersebut dan sandarannya yang adalah Kristus, tetap menyempurnakan pelayanan imamatnya di kemudian hari.
Tumbuh Panggilan Baru
Usai perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah di halaman Gereja dengan penuh keakraban dan jalinan persaudaraan.

Ketua Panitia, Predensius Sembiring dalam sambutan mengatakan bahwa perayaan misa perdana ini menjadi kebahagiaan umat bahwa Pastor Rufinus Nahampun sebagai Pastor Pertama dari Kuasi Paroki kita ini.
“Mudah-mudahan diharapkan selanjutnya nanti tumbuh panggilan-panggilan baru di Kuasi Paroki kita. Bukan hanya panggilan tetapi terpilih menjadi Imam-imam yang bisa untuk menggembalakan kita umatNya,” ucap Predensius. Hal senada juga disampaikan M.B Rajakgukguk mewakili umat.

“Kami bersyukur dan bergembira karena sudah lama sejak 2014 sudah menjadi Kuasi Paroki. Baru sekarang ini Pastor Rufinus Nahampun menjadi Pastor. Dengan tertahbisnya Pastor ini, semakin bertambah para orang muda Katolik yang ingin mengikuti jejak Pastor menjadi imam-imam baru,” ujar M.B Rajagukguk.
Pastor Paroki Simalingkar B, Pastor Shan Efran Sinaga dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Pastor Rufinus Nahampun. Sedangkan Pastor Maximilianus Kalef Sembiring OFMConv menyatakan salut kepada Pastor Rupinus menjalani masa pendidikannya selama 12 tahun.

Pastor Rufinus Nahampun dalam menyampaikan sambutannya bersyukur kepada Tuhan yang menghendaki terjadinya peristiwa ini, suatu peristiwa yang mendatangkan rahmat dan berkat untuk kita semua pada hari ini.
“Menjawab panggilan Tuhan itu bukanlah sebuah hal yang sangat sederhana, dibutuhkan sebuah komitmen dan keberanian. Selain itu juga banyak-banyaklah berdoa, melakukan refleksi dan lain sebagainya yang mendukung panggilan. Panggilan Tuhan itu adalah panggilan menuju kepada sukacita dan kebahagiaan,” ujar Pastor Rufinus dalam sambutannya.
Laporan Parulian Tinambunan (Medan)










