HIDUPKATOLIK.COM – Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI), organisasi perempuan Katolik yang telah berkarya selama 102 tahun, siap menorehkan babak baru dalam perjuangan perlindungan perempuan, anak, dan dewasa rentan di Indonesia.
Mulai 23 hingga 26 April 2026, sebanyak 100 perempuan terpilih dari seluruh penjuru Nusantara akan berkumpul di Jakarta untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) LASKAR TANNA – tim khusus perlindungan yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.
Memasuki abad kedua, LASKAR TANNA hadir sebagai aksi nyata terhadap realita yang masih memprihatinkan: kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan terus terjadi dalam berbagai bentuk baik fisik, psikologis, ekonomi, seksual, hingga siber. Diperkuat oleh rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan akses terhadap bantuan hukum dan psikologis menuntut hadirnya garda terdepan yang terlatih dan siap turun langsung ke masyarakat.
Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko mengatakan, “LASKAR TANNA adalah wujud nyata bahwa organisasi kami hadir bukan hanya sebagai saksi sejarah, tetapi sebagai pelaku perubahan. Seratus perempuan yang kami latih akan menjadi penjaga keadilan sosial di wilayah mereka dari Sabang sampai Merauke. Dalam Training of Trainer selama empat hari, peserta dibekali kemampuan pencegahan, pendampingan, dan advokasi kasus kekerasan berbasis gender – menjadikan mereka agen perubahan yang mampu bekerja berdampingan dengan pemerintah dalam menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan perlindungan.”
Wanita Katolik RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah memulai rangkaian kegiatan bersama sejak 2024 dengan berbagai program seperti; seminar nasional pencegahan kekerasan seksual, gerakan nasional Stop Kekerasan, hingga pelatihan kewirausahaan bagi 640 perempuan penyintas kekerasan di Tangerang, Depok dan Karanganyar. LASKAR TANNA adalah puncak sekaligus kelanjutan dari komitmen bersama tersebut.

Didampingi 3 deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Desy Andrian), Bidang Kesetaraan Gender (Amurwani Dwi Lestariningsih) dan Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Arifatul Choir, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menanggapi, “Kemitraan antara KemenPPPA dan Wanita Katolik RI merupakan bukti bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama – kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Kami bangga mendukung Program LASKAR TANNA yang merupakan komitmen Wanita Katolik RI dalam mendukung program-program perlindungan dan pemberdayaan perempuan Indonesia di era baru“.

Laporan: Yuni Wulur





