HIDUPKATOLIK.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Sanctus Paulus resmi memulai babak baru. Stanley Francisco Gurion dilantik sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium periode 2026-2027, menggantikan Filemon Bram Gunas Junior yang telah menyelesaikan masa baktinya pada periode 2025-2026.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat pada Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di Aula Balai Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Transmigrasi, Seminyak, Badung. Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Moderator PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus, RD. Adianto Paulus Harun, dan dilanjutkan dengan Sidang Kehormatan Pelantikan. Simbolisme estafet kepemimpinan ditandai secara sakral melalui pemasangan jas dan penyematan gordon kepada Ketua Presidium terpilih oleh Pastor Moderator.
Momen bersejarah ini dihadiri oleh Anggota Biasa dan Anggota Penyatu (Alumni) PMKRI Denpasar, Pastor Moderator PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus, perwakilan DPC PMKRI Mataram, aliansi Cipayung Plus Bali, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) se-Bali, serta berbagai mitra strategis perhimpunan.
Pastor Moderator, RD. Adianto Paulus Harun, dalam homilinya menekankan pentingnya kembali pada tiga nilai dasar PMKRI: Kristianitas, Fraternitas, dan Intelektualitas. Beliau berpesan agar kader PMKRI senantiasa mengolah diri melalui kegiatan intelektual yang ditopang oleh dasar spiritualitas yang kuat. Selain itu, dalam sapaan kasihnya usai melantik pengurus, Romo Adianto menekankan pentingnya manajemen waktu bagi para kader PMKRI. “Tanggung jawab studi, berorganisasi, dan bekerja harus berjalan beriringan. Sebagian besar anggota berasal dari luar Bali; orang tua mengirim kalian untuk kuliah, maka pastikan studi kalian sukses agar nantinya dapat bekerja dengan baik,” pesan Romo Adianto. Beliau juga mengingatkan bahwa kerendahan hati adalah kunci dalam berorganisasi agar kader tidak terjebak dalam kesombongan intelektual.
Dalam sambutanya, Stanley Francisco Gurion menegaskan arah gerak kepengurusan satu tahun ke depan melalui tema: “Akselerasi Menuju PMKRI yang Adaptif, Kritis, dan Reflektif.”
“Tema ini tidak lahir begitu saja, melainkan hasil perenungan panjang tentang arah gerak perhimpunan. Sebagai wadah pembinaan dan perjuangan, PMKRI harus terus bertumbuh demi melahirkan kader yang mampu bersaing di dunia yang kian dinamis,” ujar Stanley. Ia kemudian membedah tiga pilar utama dalam tema yang diusung:
- Adaptif: Kader PMKRI harus mampu berpacu dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan tidak tertinggal oleh arus modernisasi.
- Kritis: PMKRI berkomitmen melahirkan kader yang peka terhadap fenomena sosial, mampu membedah persoalan dari permukaan hingga ke akarnya.
- Reflektif: Setiap tindakan kader harus senantiasa dievaluasi dan diselaraskan dengan nilai-nilai luhur perhimpunan melalui perenungan yang mendalam.
Sementara itu, Demisioner Ketua Presidium, Filemon Bram Gunas Junior, menitipkan pesan krusial mengenai kondisi ekologis Bali, khususnya masalah sampah yang kian mengkhawatirkan. “Bali yang kita kenal asri kini terancam oleh kerusakan lingkungan. Saya mengharapkan kolaborasi nyata dari PMKRI bersama aliansi Cipayung Plus Bali untuk tidak sekadar berdiskusi, tetapi menyusun kajian strategis yang kuat untuk diaudiensikan kepada pemerintah,” tegas Filemon.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian wajah, melainkan momentum bagi PMKRI Cabang Denpasar untuk meneguhkan kembali identitasnya sebagai organisasi yang berpijak pada nilai kekatolikan. Dengan semangat baru ini, Dewan Pimpisan Cabang PMKRI Denpasar periode 2026-2027 diharapkan tidak hanya menjadi pengamat sosial, tetapi menjadi aktor perubahan yang mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan di Bali. Perjuangan satu tahun ke depan pun resmi dimulai, sebuah perjalanan panjang untuk memastikan bahwa baret merah bol kuning tetap berkibar sebagai simbol intelektualitas dan pengabdian di tanah Pulau Dewata.
Pro Ecclesia et Patria!






