spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Semangat Kartini di Santo Leo III Cikarang: Perpaduan Budaya, Musik, dan Kepercayaan Diri

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Setiap bulan April, udara di Cikarang terasa sedikit berbeda. Di lingkungan Sekolah Santo Leo III, keriuhan biasa berubah menjadi parade warna-warni yang memikat mata. Perayaan Hari Kartini bukan sekadar rutinitas kalender pendidikan setiap tahunnya, melainkan sebuah panggung besar bagi para siswa untuk merayakan emansipasi, mengekspresikan identitas budaya, dan mengasah kepercayaan diri melalui karnaval parade budaya , lomba fashion show dan pentas seni.

Karnaval: Simfoni Keberagaman di Jalan

Puncak kemeriahan dimulai ketika barisan siswa SD Santo Leo.

III keluar dari gerbang sekolah untuk memulai karnaval. Pemandangan ini sungguh ikonik: barisan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai pelosok Nusantara—mulai dari kebaya Jawa yang anggun hingga kain Ulos Batak yang gagah—berjalan beriringan di bawah naungan pohon palem Cikarang yang terik.

Yang membuat karnaval SD Santo Leo III unik adalah iringan musiknya. Barisan depan dipimpin oleh kelompok musik sekolah yang memainkan pianika dan alat musik perkusi lainnya berpadu dalam group drumband. Melodi lagu “Ibu Kita Kartini” yang ditiup serempak menciptakan atmosfer haru sekaligus bangga. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak hanya diingat melalui pakaian, tetapi juga melalui disiplin dan harmoni dalam bermusik. Selain itu lagu kebanggaan “Mars Santo Leo” turut membakar semangat anak anak yang antusias dalam parade karnaval.

Baca Juga:  Ensiklik Pertama Paus Leo XIV tentang Kecerdasan Buatan

Lomba Fashion Show dan Pentas Seni: Panggung Keberanian

Tak hanya berkeliling dalam karnaval, semangat siswa terpompa dalam sesi lomba fashion show yang diadakan unit TK dan SMP Santo Leo III. Dengan latar lapangan basket yang disulap menjadi runway profesional, satu per satu siswa melenggang dengan penuh percaya diri. Unit TK Santo Leo III pun juga tak kalah serunya dengan membuat latar panggung dalam ruangan kelas. Semua siswa TK Santo Leo III mendapatkan medali sebagai apresiasi berani perform dan semangat merayakan kartini.

Lomba ini bukan sekadar ajang pamer kecantikan atau ketampanan pakaian adat. Di Santo Leo III, fashion show menjadi sarana edukasi karakter. Keberanian yaitu melatih siswa untuk tampil di depan umum tanpa rasa ragu.

Baca Juga:  Seorang Anak Laki-laki Katolik Ditolak Menerima Sakramen Krisma karena Menyebut Ideologi LGBT sebagai 'Omong Kosong'

Apresiasi Budaya yang memperkenalkan detail pakaian adat, seperti filosofi kain tenun atau hiasan kepala, kepada generasi muda. Serta kreativitas yaitu bagaimana siswa membawakan karakter pakaian tersebut dengan gerakan yang selaras.

Melihat siswi-siswi kecil dengan sanggul dan kebaya berjalan dengan dagu tegak, atau siswa laki-laki dengan beskap dan blangkon yang memberikan hormat, kita diingatkan pada pesan Kartini: bahwa pendidikan dan budi pekerti adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

 Semangat Kartini juga muncul dalam kegiatan Pentas Seni siswa SMA Santo Leo III. Dengan menampilkan ragam budaya , tari dan alunan musik inovasi sesuai dengan perkembangan jaman.

Lebih dari Sekadar Perayaan

Perayaan Hari Kartini di Sekolah Santo Leo III Cikarang berhasil menjembatani nilai-nilai tradisional dengan semangat modernitas. Melalui karnaval , fashion show dan pentas seni, sekolah tidak hanya mengajarkan sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai yang ia perjuangkan: kesetaraan, hak untuk berekspresi, dan kebanggaan atas identitas bangsa.

Baca Juga:  Hebat di Luar, Heboh di Dalam; Uskup Mandagi: Kalau Keluarga Katolik Kacau, Gereja Kacau

Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa menjadi “Kartini Masa Kini” berarti berani bermimpi, gigih dalam belajar, dan tetap rendah hati dalam balutan kekayaan budaya Indonesia. Di bawah langit Cikarang yang cerah, Santo Leo III adalah bukti nyata bahwa semangat Kartini terus hidup dan takkan pernah padam.

 

Intan Prasetya Dimas Puspitasari, Kepala SD Santo Leo III

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles