HIDUPKATOLIK.COM – Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik St. Fransiskus Asisi Semarang (STPKat SFA) menggelar Wisuda ke-XII dan Misso Canonica dengan mengusung tema “Menjadi Terang yang Membawa Harapan bagi Gereja dan Masyarakat” pada Sabtu (27/6). Hadir dalam acara ini, antara lain Uskup Agung Semarang yang diwakili oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Pastor F.X. Sugiyana dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Suparman, beserta perwakilan pembimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Tengah.,
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi dalam rangka Missio Canonica yang dipimpin oleh Pastor F.X. Sugiyana, didampingi oleh Pastor Ambrosius Heri Krismawanto dan Pastor Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF.
Dalam homilinya, ia menegaskan bahwa para lulusan dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah Gereja dan masyarakat. Ia mengutip pesan Yesus agar para wisudawan “menjadi garam dan terang dunia” serta mengingatkan wisudawan/wati bahwa mereka menerima Missio Canonica sebagai perutusan resmi Gereja untuk berkarya sebagai guru agama Katolik maupun katekis di ladang Tuhan.
Ragil Adi Wicaksono sebagai wisudawan terbaik menyatakan bahwa wisuda ini merupakan perayaan atas keberhasilan dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan setia, tekun, penuh pengorbanan, dan harapan.

Ketua STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang, Hartutik menegaskan, “Peristiwa hari ini merupakan tanda berkat dan bukan sekadar seremoni serah terima ijazah. Kiranya, capaian-capaian selamat formasi di almamater dapat meneguhkan dan menguatkan lulusan dalam menghadapi dunia yang sebenarnya”.
Suparman menilai bahwa STPKat SFA memiliki peran penting dalam mencetak guru agama Katolik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman, integritas, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu terus belajar, memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana, serta menjadi pembawa harapan dan penguat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Pastor Fransiskus Xaverius Sugiyana mengajak para lulusan agar selalu menghadirkan wajah yang penuh sukacita, kasih, dan harapan dalam setiap pelayanan. Selain itu, Gereja akan terus mendukung para katekis melalui penyediaan beasiswa serta ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
Menjelang akhir acara, suasana kembali hangat dengan penampilan hiburan dari mahasiswa dan dosen, penyerahan kenang-kenangan kepada almamater, serta penerimaan wisudawan/wati dalam keluarga Ikatan Alumni Santo Fransiskus (IKAFRAS).
Wisudawan atas nama Gregorius Karyadi Puja Septiawan mengungkapkan bahwa “proses perkuliahan sebagai sebuah panggilan, bukan sekadar mencari ilmu”.
Ia berpesan kepada adik-adik tingkat agar tetap semangat menjalani studi, terus mengembangkan potensi diri, serta menjadikan panggilan sebagai pelayan Tuhan sebagai motivasi utama dalam belajar.
Wisuda ke-XII STPKat SFA bukan sekadar seremoni pemberian ijazah. Peristiwa ini menjadi simbol lahirnya para pelayan yang siap menjadi terang di tengah dunia. Gelar yang diterima pada hari itu bukan hanya sebuah pencapaian akademik, tetapi juga sebuah amanat untuk terus menjadi terang yang membawa harapan bagi Gereja dan masyarakat.
Fransiska A L dan Ferdinandus Cahya Adi N, (Semarang)





