HIDUPKATOLIK.COM – Bapa Suci akan menghabiskan waktu tiga minggu di Castel Gandolfo, seperti yang dilakukannya tahun lalu, dan kemungkinan akan kembali lagi selama beberapa hari di sekitar Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga pada pertengahan Agustus.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 5 Juli 2026, Prefektur Rumah Tangga Kepausan mengumumkan bahwa Paus Leo XIV akan bertolak ke Castel Gandolfo sore ini (6/7/2026) untuk beristirahat hingga 27 Juli. Seperti tahun lalu, Paus menangguhkan audiensi pribadi maupun umum dan menjalani masa liburan di kediaman musim panas kepausan tersebut.

Selama di Castel Gandolfo, Paus diperkirakan akan beristirahat dari aktivitas rutinnya, terutama berbagai audiensi yang biasa beliau lakukan. Namun, pengecualian tetap dimungkinkan, sebagaimana terjadi tahun lalu saat kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Bagi Paus, ini adalah waktu untuk beristirahat, membaca, dan berdoa, sembari menikmati kesejukan taman-taman indah di Castel Gandolfo yang menghadap ke Danau Albano yang terbentuk dari kawah vulkanik. Beliau juga mungkin akan melakukan olahraga kegemarannya, yaitu tenis, atau berenang dan berkuda.
Namun, selama tiga minggu ini, Paus akan tetap memimpin doa Angelus tengah hari. Doa Maria ini akan dilaksanakan di Piazza della Libertà di Castel Gandolfo, bukan di Vatikan. Tidak ada agenda lain yang diumumkan untuk periode ini.
Kembali ke Istana?
Takhta Suci belum memastikan apakah Paus akan tinggal di Villa Barberini—yang disiapkan untuk beliau musim panas lalu, namun biasanya merupakan kediaman musim panas bagi Sekretaris Negara—atau di Istana Apostolik itu sendiri. Sumber-sumber di Vatikan mengungkapkan adanya rencana untuk kembali ke kediaman musim panas bersejarah para Paus tersebut, yang sebelumnya telah diubah menjadi museum oleh Paus Fransiskus.
Mulai 27 Juli, Paus akan kembali ke Vatikan untuk melanjutkan tugas-tugasnya, terutama audiensi umum yang dimulai pada 5 Agustus. Akan tetapi, sebagaimana tahun lalu, beliau mungkin akan kembali untuk berlibur selama beberapa hari di Castel Gandolfo sekitar tanggal 15 Agustus, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Masa liburan para Paus Terdahulu
Paus Fransiskus biasanya tetap berada di Vatikan setiap musim panas. Kendati demikian, beliau menikmati ritme kerja yang lebih santai, tanpa adanya audiensi pribadi maupun audiensi umum pada hari Rabu. Beliau tetap memimpin doa Angelus pada tengah hari Minggu dari jendela Istana Apostolik. Paus asal Argentina ini pernah mengungkapkan bahwa beliau memanfaatkan waktu musim panas di Casa Santa Marta untuk lebih banyak berdoa, tidur, membaca, dan mendengarkan musik.
Selama bulan-bulan musim panas, Benediktus XVI biasanya pergi ke Castel Gandolfo, terkadang untuk jangka waktu yang sangat lama—pada tahun 2012, beliau menghabiskan waktu hampir tiga bulan di sana. Di tepi Danau Albano, Paus asal Jerman ini menikmati kegiatan membaca, menulis, mendengarkan musik, dan bermeditasi. Beliau juga menghabiskan sebagian masa liburannya di desa kecil Les Combes, di Lembah Aosta, seperti yang dilakukannya pada tahun 2005 dan 2006.
Paus Yohanes Paulus II adalah sosok yang paling akrab dengan dusun di kawasan Alpen di Aosta ini, yang terletak pada ketinggian 4.500 kaki (1.400 meter) dan menyuguhkan pemandangan Mont Blanc. Paus asal Polandia ini mengunjungi dusun tersebut sebanyak 10 kali antara tahun 1989 dan 2004. Sebagai seorang penggemar pendakian dan ski, Yohanes Paulus II juga menghabiskan masa liburannya di pegunungan Dolomites, Apennines, dan Abruzzo selama masa kepausannya. Selain kunjungan ke pegunungan tersebut, Paus juga biasa mengunjungi Castel Gandolfo, biasanya pada bulan Agustus.





