HIDUPKATOLIK.COM – Kalau manusia di usia 60 tahun sudah cepat merasa lelah. Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) Keuskupan Tanjungkarang justru sebaliknya, selalu memiliki semangat: ‘Berkarya, Berjejaring, dan Berdampak.’
Tiga poin itu merupakan tema yang diusung YPSK di hari yang penuh syukur atas usia 60 tahun. Perayaan Syukur dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, aula Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Enam puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Angka 60 menandai sebuah usia kematangan – sebuah fase diamond jubilee. Selama kurun waktu itu, YPSK telah melewati berbagai dinamika zaman: pasang surut tantangan, namun tetap setia menjalankan panggilannya di bidang pelayanan sosial, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.

Perjalanan panjang dengan lika-liku tentu ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Banyak tangan-tangan kasih memberi segala bentuk cinta yang luar biasa.

Sesuai tema yang diusung di usia 60 tahun ini, Ketua YPSK, Pastor Agustinus Sunarto Yoga Pamungkas memaparkan:
Pertama, Berkarya: YPSK akan terus menghadirkan karya-karya nyata yang solutif bagi kelompok marjinal, rentan, dan mereka yang membutuhkan uluran tangan di tengah masyarakat.
Kedua, Berjejaring: YPSK tidak mugkin berjalan sendiri. Maka perlunya berkolaborasi dan bersinergi yang erat dengan pemerintah daerah khususnya Bappeda serta para mitra strategis, lembaga keagamaan, dan para dermawan adalah kunci utama agar jangkauan pelayanan semakin luas dan tepat sasaran.
Ketiga, Berdampak: Setiap program harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, membawa perubahan hidup yang bermartabat dan berkelanjutan.

Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan syering praktek baik pendampingan YPSK: pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi. Juga diadakan pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur.
Pelayanan YPSK

YPSK berdiri pada tanggal 27 Agustus 1966. Yayasan ini bergerak dalam bidang pelayanan kemanusiaan, sosial-ekonomi dan kelestarian alam di bawah naungan Keuskupan Tanjungkarang.
YPSK didirikan sebagai wujud keprihatinan dan kepedulian Gereja atas kondisi ekonomi, kesehatan dan lingkungan di daerah transmigrasi saat itu. Pemrakarsanya adalah almarhum Rm. JE. Vranken SCJ yang bertindak sebagai Delsos Keuskupan. ***
Sr. M. Fransiska, FSGM (Lampung)






