HIDUPKATOLIK.COM – Gempa bumi 7,7 Skala Richter yang memporakporandakan sebagian besar wilayah Pulau Flores, telah membangkitkan rasa solidaritas yang luas dan menggerahkan hati banyak pihak untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Meskipun bantuan-bantuan dari berbagai pihak telah tiba di Flores, namun belum semua korban telah terjangkau distribusi bantuan ini, baik karena kendala jalan darat yang rusak di sejumlah titik, maupun karena jumlah bantuan yang masih terasa kurang.
Adalah Eus Adonara, tokoh muda Ketua Ikatan Keluarga Adonara Sulut dan Bendahara Umum Flobamora NTT di Sulut, yang secara spontan mengkoordinir sejumlah Pemuda untuk mulai menggalang dana bantuan bagi korban gempa Flores ini. Gerakan mereka lumayan sigap. Hanya dalam kurun waktu seminggu terakhir ini, kelompok yang menyebut diri “Diaspora Pemuda NTT di Sulut” ini telah berhasil melakukan penggalangan dana di tiga titik dalam kota Manado,yakni di Taman Kesatuan Bangsa, Kawasan bisnis Manado Town Square, dan di Kairagi.
Suatu hal yang sangat ditekankan Eus Adonara kepada teman-temannya, adalah bekerja menggalang dana dengan penuh rasa tanggungjawab. “Mungkin keseluruhan dana yang terkumpul tidak banyak, tetapi tetap harus dibuat laporan pertanggungjawaban yang lengkap dan transparan” tutur Eus. Pria alumnus STF Seminari Pineleng ini juga mengakui bahwa walaupun kelompoknya belum bisa melakukan hal-hal yang besar, tetapi setidak-tidaknya ada langkah-langkah kecil, yang sudah dibuat dan bisa bermanfaat bagi banyak orang yang sedang tertimpah bencana dan membutuhkan bantuan.
Direncanakan, setelah upaya penggalangan dana ini dinilai sudah cukup, kelompok ini akan membuat laporan pertanggungjawaban yang resmi, termasuk tentang total dana maupun alamat-alamat yang dituju, sebelum mengirimkan bantuan dana tersebut ke titik-titik lokasi pengungsian yang paling membutuhkan bantuan. Suatu hal yang menarik dari kelompok ini adalah mereka selalu mengawali dan mengakhiri kegiatan penggalangan dana dengan doa dan pengarahan-pengarahan untuk memperkuat semangat dan motivasi mereka dalam melakukan kerja kemanusiaan ini.
Laporan Verry Bataona (Manado)





