spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Suara Anak-Anak Cresendo Meriahkan HUT Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri

5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM — Suara anak-anak Koor Cresendo mengisi ruang perayaan HUT Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri, Minggu, 13 September 2026. Di tengah rangkaian pengumuman hasil lomba koor antarlingkungan, anak-anak tampil membawakan beberapa lagu yang menghidupkan suasana dan menghadirkan kegembiraan bagi umat.

Penampilan Koor Cresendo menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam perayaan Vincentius Day 2026. Bukan sekadar mengisi waktu jeda, kehadiran anak-anak tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan paroki terus bertumbuh melalui keterlibatan generasi muda.

Dengan suara yang khas dan semangat bernyanyi bersama, anak-anak Cresendo membawa suasana perayaan menjadi lebih hangat. Penampilan mereka juga menjadi pengingat bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Gereja, termasuk melalui pelayanan musik liturgi dan kegiatan komunitas.

Perayaan HUT Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri tahun 2026 mengangkat tema, “Melalui Keluarga Kita Wujudkan Paroki yang Penuh Iman, Harapan, dan Kasih.” Tema ini menjadi dasar berbagai kegiatan yang melibatkan umat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, orang muda, hingga keluarga dan orang tua.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Memadati Fit4Care

Rangkaian Vincentius Day 2026 dibuka pada 1 Agustus 2026. Kegiatan pembukaan diisi dengan jalan sehat dan senam bersama sebagai sarana membangun kebersamaan umat sekaligus memperhatikan kesehatan jasmani.

Berbagai kegiatan lainnya turut diselenggarakan, antara lain lomba tata bunga altar ibu-ibu antarwilayah, lomba tenis meja antarwilayah, donor darah, lomba koor lingkungan, serta seminar keluarga.

 

Seminar keluarga mengangkat tema “Green Flag dan Red Flag: Dampak Pergaulan bagi Iman dan Kesehatan,” pada 20 September mendatang. Materi disampaikan oleh Romo Albertus Adiwento Widyasworo, seorang imam sekaligus dokter. Kehadiran narasumber dengan latar belakang medis dan imamat memberikan ruang bagi umat untuk memahami persoalan pergaulan dari sisi kesehatan, kehidupan iman, serta tanggung jawab keluarga dalam mendampingi anak-anak.

Baca Juga:  Antara Jati Diri Manusia, Dosa, dan Keselamatan

Rangkaian kegiatan pada Minggu, 13 September, ditandai dengan lomba koor yang diikuti 15 lingkungan. Lomba ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mempersembahkan kemampuan bernyanyi sekaligus mempererat relasi antarlingkungan.

Di sela-sela pengumuman hasil lomba, Koor Cresendo tampil membawakan beberapa lagu. Penampilan tersebut mendapat perhatian umat yang hadir dan memperkaya suasana perayaan. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil bagian secara langsung dalam kehidupan paroki.

Keluarga sebagai Ruang Pertumbuhan Iman

Kepala Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri, Pastor Yulius Eko Priyambodo, dalam beberapa momen menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan iman anak-anak.

“Paroki adalah rumah bersama. Di dalam keluarga, anak-anak pertama kali belajar mengenal kasih, mengampuni, berbagi, dan melayani. Karena itu, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan paroki perlu terus kita dukung,” ujar Pastor Eko.

Baca Juga:  Sejarah Baru Tarekat Delegasi Misioner Oblat Santo Fransiskus Saverius (SOSFS

Menurutnya, perayaan HUT paroki bukan hanya momentum untuk merayakan bertambahnya usia komunitas, melainkan juga kesempatan untuk memperbarui komitmen umat dalam membangun kehidupan menggereja.

“Kita ingin agar keluarga-keluarga di Paroki St. Vincentius a Paulo semakin bertumbuh dalam iman, memiliki harapan, dan menghadirkan kasih. Anak-anak yang bernyanyi, umat yang mengikuti lomba, mereka yang mendonorkan darah, serta seluruh keluarga yang terlibat adalah bagian dari perwujudan tema kita tahun ini,” lanjutnya.

Pastor Eko juga mengajak umat untuk melihat setiap kegiatan sebagai kesempatan membangun persaudaraan dan memperkuat kepedulian.

“Kita berharap Vincentius Day tidak berhenti pada kegiatan perayaan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjadikan paroki semakin hidup, terbuka, dan penuh kasih,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles