HIDUPKATOLIK.COM – Biarawati asal Flores, Nagekeo, Suster Maria Silvia Bate, OSB resmi ditunjuk sebagai pimpinan Monastero Benedettino di Orte atau Biara Benediktin Orte pada hari Minggu tanggal 27 September 2026. Suster Silvia menggantikan pimpinan biara sebelumnya Madre Maria Giacinta di Maria, OSB yang telah memasuki usia 84 tahun.

Suster Silvia yang terlahir di Maukeli telah mengabdikan diri sebagai seorang biarawati selama hampir 21 tahun. Pada bulan Juni 2003, Suster Silvia meninggalkan Kupang, Timor untuk bertugas di Orte, Italia. Saat itu, Vatikan masih memberikan izin bagi para calon suster untuk datang ke Italia walaupun belum menjadi seorang suster. Pada tahun 2005, ia memulai kehidupan biarawatinya dari seorang novis sampai kaul kekal dan kini menjadi seorang kepala biara atau dalam bahasa Italia disebut Abadessa.

Penunjukan Suster Silvia sebagai kepala biara ditandai dengan Misa Pemberkatan Abas (Benedictio Abbatis) yang dipimpin oleh Uskup Castellana, Mgr. Marco Salvi. Misa dilaksanakan di gereja Madonna Delle Grazie di Orte dan dihadiri oleh para pimpinan gereja serta Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, dan seluruh keluarga besar KBRI Vatikan.
Perayaan tersebut menjadi momen istimewa bagi Indonesia karena Suster Maria Silvia Bate merupakan biarawati WNI pertama yang terpilih sebagai kepala biara di Italia. Pada umumnya, seorang kepala biara adalah seorang biarawati yang berkewarganegaraan Italia. “Kami turut bangga karena ada suster WNI yang pertama kali menjadi kepala biara” kata Duta Besar Trias. Per Juli 2026, total WNI rohaniwan dan rohaniwati yang diampu oleh KBRI untuk Tahkta Suci di Vatikan dan Italia adalah sebanyak 1880 dengan 1592 di antaranya adalah para Suster/Biarawati.

“Saya bangga dan senang sekali, akhirnya Suster Silvia menggantikan saya. Delapan belas tahun, saya mempersiapkan dia,” kata Madre Maria Giacinta di Maria, OSB. Monastero Benedettine di Orte atau Biara Benediktin Orte merupakan sebuah biara tertutup (clausura) yang terletak di Orte, Italia, dengan jumlah sebanyak 26 orang suster dimana 21 di antaranya adalah suster asal Indonesia. Biara ini didirikan oleh para pastor Ordo St. Jerome pada tahun 1573 – 1579. Lalu, pada tahun 1957, diserahkan kepada para Suster Benediktin sampai sekarang.
Produk – produk herbal buatan para suster benediktin orte sangat terkenal. Produk ini diracik oleh para biarawati menggunakan keterampilan yang didapat dari resep – resep kuno sejak abad ke – 16. Mereka juga memiliki beragam jenis tanaman herbal yang ditanam secara khusus di dalam kebun biara.

Kehadiran Biara Benediktin Orte memiliki sejarah panjang dalam hubungan spiritual antara Italia dan Indonesia. Sejak akhir dekade 1980-an, biara ini telah menerima dan membina sejumlah biarawati muda Indonesia dalam kehidupan monastik Benediktin. Kerja sama tersebut kemudian berkembang hingga berdirinya Biara Santa Maria delle Grazie di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang diresmikan pada tahun 2007 sebagai biara Benediktin kontemplatif pertama di wilayah Timor Barat. Kini, Susteran Benediktin juga sedang merampungkan pembangunan biara baru di Bali.
Saat ini, komunitas Benediktin di Orte menjadi salah satu ruang yang mempertemukan tradisi monastik Italia dan Indonesia, sekaligus mencerminkan eratnya hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui kehidupan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan spiritual.
Sumber: KBRI Vatikan





