HIDUPKATOLIK.COM – Hari Minggu Biasa XXIX BcE Yes 45:1, 4-6. Mzm 96:1,3-4-5,7-8, 9-10ac; 1Tes 1: 1-5b Mat 22: 15-21
APA itu misi? Di kalangan umat katolik/Kristen, misi adalah tugas perutusan yang diterima dari Allah melalui Yesus Kristus. Isi misi itu adalah mewartakan kabar sukacita tentang kasih Allah dan penebusan dosa manusia yang dilakukan Allah melalui para utusan-Nya, dan utusan yang terakhir adalah Anak Tunggal-Nya yaitu Yesus Kristus. Tujuan dari semuanya itu adalah umat manusia karena iman dan perbuatan baik mereka, selamat dari cengkeraman kuasa dosa, dan hidup berbahagia bersama Allah Tritunggal di surga.
Para utusan Allah
Allah memanggil Abraham, orang yang belum/tidak mengenal Allah, dan tinggal di Ur Kasdim sekitar 1800 tahun sebelum masehi. Pada waktu dipanggil, Musa juga belum /tidak mengenal Allah. Dengan cara yang luar biasa Allah berhasil meyakinkan Musa agar bersedia untuk menjadi utusan-Nya. Selanjutnya, diutuslah Yosua sebagai pengganti Musa, kemudian para nabi (Elia, Elisa, Yesaya, Yehezkiel dll), para raja (Saul, Daud dan Salomo, Hizkia, Koresh). Akhirnya Allah mengutus Yohanes Pembaptis, untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan utusan utama-Nya, yaitu Yesus Kristus.
Yang mempunyai misi adalah Allah. Dia menghendaki umat-Nya hidup bahagia dan mengalami keselamatan bersama Dia. Misi ini disampaikan kepada manusia melalui para utusan-Nya, lalu melalui Yesus dan dilanjutkan para rasul. Para rasul pun kemudian mewartakan kabar gembira ke segala penjuru, sehingga bangsa-bangsa lain pun mengenal Kristus dan mengakui Allah sebagai Allah yang esa dan tidak ada yang lain.
Orang Asing
Koresh, Raja Persia (sekarang Iran bagian Selatan) dipilih dan diurapi Allah, serta diutus untuk membebaskan Israel dari pembuangan di Babel. Dia menghancurkan kekuasaan raja Babel sehingga Israel bisa pulang kembali ke tanah air mereka. Paulus yang awalnya adalah musuh besar bagi para pengikut Kristus, dipilih sebagai rasul untuk mewartakan injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Masih ada banyak orang yang tidak mungkin disebutkan namanya saat ini, baik yang sudah mengimani Kristus maupun yang tidak, namun telah berjasa menunjukkan jalan kepada Kristus. Yang dipilih dan diutus Allah untuk menyampaikan kabar keselamatan kepada banyak bangsa, bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang dari banyak bangsa, bahkan berasal dari keluarga kafir / tidak percaya kepada Allah. Allah berdaulat/berkuasa penuh untuk menentukan siapa yang dipilih dan diutus.
Bersatu dalam Misi
Dengan tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” dapat diartikan bahwa umat telah mengenal Kristus, dan misi-Nya, yaitu keselamatan bangsa manusia. Semoga banyak orang dan banyak pihak yang makin mengimani bahwa “Allah telah memilih kamu” (1Tes 1:4). Selain kegiatan rohani, sangat baik bila ada kegiatan yang menyentuh harkat hidup orang banyak. Misalnya, gerakan pembersihan sampah, got-got yang tersumbat, donor darah, pemberian bantuan kepada para janda dan mereka yang sakit dll, juga kunjungan ke penjara.
Di dalam cerita Injil hari ini, Yesu tampil dengan penuh wibawa dan menjawab: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kemu berikan kepada Allah” (Mat 22:21).
Menurut hukum kasih, hidup dan keselamatan manusia jauh lebih penting daripada urusan politik yang dipertentangkan dengan urusan keagamaan, demi kepentingan sesaat dari segelintir orang.
Siap Diutus
Pada hari Minggu Misi ini, kita mengenang dan mendalami kembali kerahiman Allah kepada umat-Nya. Sejak awal mula, Allah memilih dan memanggil para utusanNya dari pelbagai bangsa dengan latar belakang bahasa, budaya, adat dll yang berbeda, namun satu misi: untuk keselamatan umat manusia, di bidang kemanusiaan, kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.
“Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” merupakan ajakan agar semua orang memandang yang lain adalah saudara-saudarinya yang sama-sama diutus untuk membawa sukacita dan kehidupan yang membahagiakan. Banyak orang bingung akan hidupnya dan masa depannya. Misi Kristus pun tertuju kepada mereka. Semoga nasehat Paulus: “Kristus memilih kamu” menjadi dasar kesatuan untuk bekerja sama dengan pelbagai pihak yang berpikir dan bertindak baik, selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, dalam melaksanakan misi Kristus di tempat kita masing-masing.
Misi adalah tugas perutusan yang diterima dari Allah melalui Yesus Kristus.





