spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Jejak Langkah Jorge Mario Bergoglio dalam Sebuah Film Dokumenter “L’Argentina di Francesco”

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Kenangan dan visi ke depan Kardinal Jorge Bergoglio menyatu dalam film dokumenter yang secara resmi diputar di Perpustakaan Film Vatikan (8/4). Kemudian, pada tanggal 10 April, film ini ditayangkan di Pulau Lampedusa di Italia selatan, sebuah titik pendaratan utama bagi para migran yang menyeberangi Laut Mediterania.

Kota Asti di Italia utara, Kota Vatikan, dan pulau Lampedusa di selatan secara geografis berjauhan tetapi disatukan oleh benang merah yang sama: kenangan akan Paus Fransiskus, akar keluarganya, dan seruannya yang terus-menerus untuk memandang masa depan Gereja melalui kacamata Injil.

Film dokumenter “L’Argentina di Francesco” menelusuri perjalanan ini melalui ruang dan waktu, dengan kesaksian dan cuplikan arsip. Film ini diproduksi oleh Stasiun TV Katolik Telepace bekerja sama dengan Vatican News.

Baca Juga:  DEMAGOGI BERJUBAH AWAM
Kardinal Bergoglio dalam sebuah bus di Kota Buenos Aires Argentina

Pada hari Rabu, 8 April, pemutaran berlangsung di Perpustakaan Film Vatikan pada pagi hari, sementara presentasi resmi dijadwalkan pada sore hari di hari yang sama di Asti, kota di Italia utara tempat keluarga Paus Fransiskus berasal. Pemutaran di Aula Pastrone Asti dihadiri oleh kerabat Jorge Mario Bergoglio, di antara yang lainnya.

“Pagi hari, saya bangun dan menunggu telepon dari ‘Giorgio’ yang tak kunjung datang,” kata sepupu Paus Fransiskus, Carla Rabezzana, yang pernah menjamunya makan siang di rumahnya di daerah Portacomaro selama kunjungannya ke Asti pada November 2022.

“Dalam hatinya ada keinginan untuk datang dan mengunjungi saya,” tambah sepupu lainnya, Nella Bergoglio, yang tinggal di Peveragno di provinsi Cuneo yang berdekatan. “Saya merindukan kejujurannya, imannya, cara berkomunikasinya dengan orang-orang—dan, mengapa tidak, bahkan peribahasanya.”

Baca Juga:  Bapakku, Lentera Kejujuran di Tengah Keterbatasan

Mengenang Paus Fransiskus

“Beliau sangat menyayangi kami semua dari Asti,” kata Orsola Appendino, yang memberikan konsultasi teknis dan dukungan organisasi untuk film dokumenter yang difilmkan di Buenos Aires.

“Terakhir kali saya bertemu beliau adalah pada tanggal 12 Desember 2024, di Basilika Santo Petrus di akhir perayaan untuk Bunda Maria dari Guadalupe. Bahkan saat itu, beliau menghampiri saya dan menyapa saya dalam bahasa Piedmont, dengan jelas dan lantang berkata: ‘cerea!’,” lanjutnya, sambil menunjukkan video yang direkam oleh beberapa umat yang hadir.

Banyak momen yang ditampilkan dalam film tersebut tetap terukir dalam pikiran dan hati orang-orang di seluruh dunia. Perasaan ini tentu saja meluas ke penduduk Lampedusa, sebuah pulau Italia di Mediterania – tujuan kunjungan pastoral pertama Paus Fransiskus – di mana film dokumenter tersebut diputar pada tanggal 10 April lalu di Paroki St. Gerlando.

Baca Juga:  Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Aljazair, Paus Melanjutkan Perjalanan Misa Persamaian ke Kamerun

“Pulau ini mengenang Fransiskus dan menantikan Leo,” kata pastor paroki Pastor Carmelo Rizzo, menantikan kunjungan Paus Leo yang dijadwalkan pada bulan Juli, bertepatan dengan peringatan kunjungan Paus Fransiskus ke pulau itu pada tahun 2013.

“Kita berhutang budi yang besar kepada Paus Fransiskus, juga dalam cara kita memandang dan menjalankan misi Gereja. Dan film dokumenter ini bukan hanya kesempatan untuk merangkul Paus yang tahu bagaimana mendekati orang lain, tetapi juga kesempatan untuk mengingat pesan harapan dan sambutannya.” (Vatican News/fhs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles