spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

ASILO HERMELINK AJANG FORMASI 100% KATOLIK DAN 100 % INDONESIA

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Siapa sangka area tanah seluas 2,5 hektar di kawasan strategis Gedung Meneng, Rajabasa, telah di sulap menjadi ajang pusat gerakan ekologis dan pembinaan iman Katolik. Tak hanya itu, Asilo juga menjadi area serba guna: Ladato Si Centre, Camping Ground, Sekretariat Bersama ORMAS dan Komisi Kepemudaan, Campus Ministry, Sanggar Seni Budaya, Jogging Track, hingga dapur umum. Seluruh aktivitas itu diarahkan untuk membentuk generasi muda Katolik yang peduli lingkungan, beriman, tangguh, dan aktif bermasyarakat.

Uskup menaburkan garam ke dalam air. (HIDUP/Fransiska)

Asilo Hermelink menjadi tempat berdiri sebagai simbol gerakan kolektif umat dan menjadi ruang inkubasi bagi program-program ekologis dan pendidikan iman. Dengan pendekatan kaderisasi berjenjang tempat ini dirancang sebagai ruang terbuka formasi iman Katolik: 100% Katolik dan 100 % Indonesia.

Baca Juga:  Pentingnya Menggemakan Pedagogi Kecerdasan Etis di Era Digital Ini

Sebelumnya, aset keuskupan Tanjungkarang ini dalam keadaan ruwet dan tidak terawat. Uskup Tanjungkarang Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo beserta bala tentara relawan perlahan-lahan membenahinya dengan bekerja diam. Tuhan membuka jalan lewat banyak tangan sederhana. Mereka membangun dari bawah dan membentuk satu visi bersama.

Uskup memberkati air yang akan diperciki ke ruangan 2

Tanggal 19 Juli 2025 yang lalu Uskup Vinsensius secara resmi melaunching Asilo Hermelink sebagai pusat kegiatan rohani dan sosial.

Sembilan bulan kemudian, tepatnya Selasa, 28 April 2026 diadakan Misa Syukur yang dipimpin oleh Uskup Vinsensius. Dalam misa itu diadakan pemberkatan:

  • Kantor Komisi Kepemudaan
  • Kantor Sekretariat Bersama
  • Jogging Track
  • Grand Opening Camping Ground

Dalam homilinya Mgr. Vinsensius mengatakan, ada satu kalimat yang menarik dalam mazmur hari ini, “Kita menjadi bagian Yerusalem/Sion yang baru.

Baca Juga:  LITURGI KITA DAN BUDAYA BISING, TIDAK SEMUA HARUS DIUCAPKAN

Itu berarti, bila kita menjadi pengikut Kristus, kita ditantang untuk menampilkan wajah-Nya, pribadi-Nya, dan juga belaskasih-Nya kepada semua orang. Maka kita harus melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti yang dilakukan Kristus dan diterima oleh banyak orang sebagai Allah yang dekat dengan manusia. Allah hadir dengan hukum belaskasih, hukum yang hidup.

Uskup memberkati ruangan. (HIDUP/Fransiska)

Dengan meneladan Kristus, Uskup mengajak agar Asilo Hermelink ini menjadi tempat yang memiliki kesan dan mengesan bagi semua orang yang menggunakannya. “Ketika mereka menggunakan tempat ini mereka juga akan mengenang bahwa ada sesuatu yang baik yang bisa kita persembahkan kepada semua orang,” kata Uskup.

Untoro mereciki taman. (HIDUP/Fransiska)

Mari kita jadikan Asilo ini sebagai persembahan dari Keuskupan atau Gereja kita, juga sebagai pribadi-pribadi pengikut Kristus, yang diutus menjadi garam dan terang dunia, ajak Uskup.

Baca Juga:  Legio Maria adalah Karya Roh Kudus

Sudah hampir dua tahun banyak kegiatan yang telah dilakukan di Asilo ini misalnya, Ngopi Rohani, Selasih (Selasa Kasih), kegiatan bina iman, lintas agama, dan pemerintah berkegiatan di tempat ini. Usai Perayaan Syukur diadakan pemotongan tumpeng dan ramah tamah.

Tempat ini untuk semua orang, siapa pun tanpa terkecuali. Mari kita gunakan tempat ini dan kita rawat sebaik-baiknya.

Pemotongan tumpeng oleh Uskup. (HIDUP/Fransiska)

Sr. M. Fransiska, FSGM (Kontributor, Lampung)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles