HIDUPKATOLIK.COM – Perayaan Paskah Katolik se-Kota Pematangsiantar Tahun 2026 mencapai puncaknya pada Minggu, 19 April 2026, di Komplek SD/SMP RK Cinta Rakyat, Jalan Sibolga. Perayaan ini dihadiri lebih 2500 umat dari 11 gereja dan 4 paroki, bersama para imam, biarawan-biarawati, serta unsur pemerintah dan masyarakat.
Perayaan ekaristi dipimpin oleh Vikaris Episkopal Kevikepan St. Paulus Rasul, Pastor Ambrosius Nainggolan, dan didampingi 14 Imam dari Paroki, Seminari Menengah dan tinggi serta Para Imam Diosesan, Ordo Kapusin, Karmel dan SCJ.
Dalam homilinya, Vikaris Episkopal Kevikepan St. Paulus Rasul, Pastor Ambrosius Nainggolan, menegaskan dan bukan pengulangan! Beliau mengatakan bahwa kebangkitan Kristus merupakan puncak iman yang tidak hanya mengalahkan dosa dan kematian, tetapi juga membarui harapan, kehidupan, dan kemanusiaan. Umat diajak menjadi saksi kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditegaskan dalam Kisah Para Rasul, serta memiliki hati yang berkobar seperti para murid Emaus untuk terlibat aktif dalam membangun kehidupan bersama.

Ia menegaskan bahwa Gereja di Pematangsiantar dengan 4 paroki, 11 gereja, dan 152 lingkungan serta berbagai karya pendidikan/sekolah katolik, seminari, dan pelayanan kesehatan merupakan tanda nyata “jalan kehidupan”, yang menghadirkan sukacita dan harapan bagi masyarakat luas. Melalui kisah murid Emaus umat diajak memiliki hati yang berkobar karena kehadiran Kristus, sehingga terdorong untuk kembali dan terlibat aktif dalam membangun kehidupan bersama.
Lebih lanjut, umat Katolik di Pematangsiantar diajak menghidupi semangat CeSKrRas: cerdas dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda, sehat dalam pelayanan dan kepedulian lingkungan, kreatif dalam mengembangkan talenta, serta selaras dalam hidup rukun dan kerja sama lintas agama. Dengan semangat ini, umat diharapkan tidak menjadi penonton, melainkan komunitas yang partisipatif dan sinodal.

Perayaan ini juga menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan dengan dukungan APBD Kota Pematangsiantar sebesar 280 jt rupiah. Hadir mewakili Wali Kota Wesly Silalahi, Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada seluruh umat Katolik. Ia mengajak umat untuk terus menghadirkan damai, kasih, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, serta tetap menjadi pembawa nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda juga menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kasih Kristus, terutama melalui perhatian kepada sesama, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ia mengapresiasi kontribusi umat Katolik dalam berbagai kegiatan sosial dan berharap kebersamaan ini terus terpelihara.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Pematangsiantar melalui Sekda menerima cenderamata berupa lukisan Perjamuan Terakhir (The Last Supper) dan tanaman anggrek dari umat Katolik, yang diserahkan oleh Ketua Panitia Paskah Sardianto Turnip dan ketua LP3KD Kota Pematangsiantar Daud Simanjuntak bersama Pastor Ambrosius Nainggolan. Selain itu, Sekda juga menyerahkan hadiah kepada undangan serta bingkisan kepada anak-anak berkebutuhan khusus sebagai tanda kepedulian.

Ketua Panitia, Sardianto Turnip, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dengan dukungan pemerintah daerah, sekaligus menjadi wujud pengakuan terhadap umat Katolik dalam kehidupan berbangsa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan buah kerja sama yang baik antara para pastor, organisasi Katolik, pemerintah, dan seluruh umat.
Sementara itu, Ketua LP3KD Daud Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan DPRD, atas dukungan yang telah diberikan. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan kebaikan bersama (bonum commune) serta memohon maaf atas segala kekurangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Turut hadir dalam perayaan ini Kapolres Pematangsiantar Sah Udur Togi Marito Sitinjak, serta jajaran paroki, suster, frater, dan bruder.
Perayaan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni, seperti tarian tradisional Simalungun, tarian modern, paduan suara, serta partisipasi aktif umat dalam suasana sukacita Paskah yang penuh iman, harapan, dan kasih.
Semoga semangat kebangkitan Kristus semakin menghidupkan iman dan mendorong seluruh umat untuk bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam Gereja maupun di tengah masyarakat.
Noven K. Sirait (Penyuluh Agama Katolik)






