spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tahbisan Diakon Keuskupan Tanjungkarang: Datang untuk Melayani

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Perjalanan panggilan menuju imamat adalah suatu perjalanan panjang. Dalam perjalanan itu, semua hal bisa terjadi, baik yang kita inginkan mau pun yang tidak bisa kita hindari.

Tahbisan Diakon ini merupakan muara dari proses panjang yang membentuk diri Fr. Laurensius Gerardo Vivaldi  sebagai orang terpanggil dengan rahmat  istimewa. Menapaki jalan-jalan panjang frater kelahiran Bandarlampung, 21 Juli 1998 ini tak jarang menemukan pergumulan. Ia harus sungguh berjuang apa pun keadaan dan situasinya.

Uskup mengenakan jubah diakon kepada Fr. Valdi. (HIDUP/Fransiska)

Tuhan yang memanggilnya pun tak pernah meninggalkan orang yang dicinta-Nya. Fr. Valdi, sapaan akrabnya, menemukan rangkaian kasih Tuhan yang selalu hadir lewat banyak peristiwa sederhana dalam hidup sehari-hari. “Sayangnya, saya kerap kurang menyadarinya,” aku  frater buah cinta Markus Sukamto dan almarhum Maria Mintarsih ini.

Baca Juga:  ASILO HERMELINK AJANG FORMASI 100% KATOLIK DAN 100 % INDONESIA

Kasih Allah yang datang tak kunjung henti dalam hidupnya itu, membuat Fr. Valdi akhirnya memilih menjadi imam. “Saya ingin membalas kebaikan Tuhan,” ujarnya.

Fr. Valdi memberikan hosti kepada kedua orangtuanya. (HIDUP/Fransiska)

Fr. Valdi berharap dapat mengemban tugas pelayanan dengan sebaik-baiknya. Ia yakin Tuhan sendiri akan membantu niat baiknya dalam membalas kasih-Nya. “Semoga saya menjadi pelayan yang rendah hati dan penuh rasa syukur,” harapnya.

Penuh Roh

Di tangan Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Fr. Laurensius Gerardo Vivaldi ditahbiskan menjadi diakon di Gereja Katolik St. Paulus Stasi Jojog, Lampung Timur, Jumat, 1 Mei 2026.

Perayaan Suci Tahbisan Diakon ini sekaligus merayakan Pembukaan Bulan Maria 2026 dan Pesta Syukur 3 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr. Vinsensius.

Baca Juga:  Kristus Bangkit: Harapan Baru bagi Umat dan Kota Pematangsiantar

Dalam homilinya Uskup menjelaskan tentang asal mula diakon berdasarkan Kitab Suci: Kisah Para Rasul 6:1-6. Tujuh orang dipilih untuk melayani meja (diakonia) dan membantu para rasul yang kewalahan dalam pelayanan praktis serta distribusi amal bagi janda-janda di jemaat perdana. Mereka adalah pria bereputasi baik, penuh Roh, dan khidmat.

Foto bersama Uskup dan keluarga, (HIDUP/Fransiska)

Seiring perkembangan zaman fungsi dan peran diakon berubah. Mereka mendapatkan bimbingan studi yang lama dan panjang.

“Dengan semua hal baik yang telah dipersiapkan semoga Diakon Valdi semakin menghayati kesatuan dengan Allah. Kita semua umat beriman juga diundang untuk terus-menerus membangun persatuan itu,” ujar Uskup. Ia berharap, Diakon Valdi menyerupai Kristus yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani.

Baca Juga:  Pojokin: Menyulap Sudut Sekolah Santo Leo II Menjadi Surga Literasi dan Kreativitas

Sr. M Fransiska FSGM  (Lampung) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles