spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Paus Leo kepada Observatorium Vatikan: Gereja Merangkul Sains untuk Menemukan Tuhan dalam Penciptaan

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Saat bertemu dengan Yayasan Observatorium Vatikan, Paus menegaskan keinginan Gereja Katolik untuk mencari Tuhan dalam Penciptaan-Nya melalui sains yang teliti dan jujur.

Seperti dilansir Vatican News, Paus mengadakan audiensi pada hari Senin, 11/5  dengan Dewan Yayasan Observatorium Vatikan.

Paus mengingatkan bahwa Paus Leo XIII mendirikan kembali Observatorium Vatikan pada tahun 1891, pada saat sains dipresentasikan sebagai sumber kebenaran yang menyaingi agama.

Paus abad ke-19 itu mengatakan bahwa ia mendirikan kembali lembaga tersebut agar, “semua orang dapat melihat dengan jelas bahwa Gereja dan para Gembalanya tidak menentang sains yang benar dan kokoh, baik sains manusia maupun sains ilahi, tetapi mereka merangkulnya, mendorongnya, dan mempromosikannya dengan pengabdian sepenuhnya.”

Baca Juga:  Paus Menyerukan Upaya Perdamaian dan Pembangunan di Wilayah Sahel Afrika

Namun, di zaman kita sendiri, baik iman maupun sains menghadapi ancaman yang lebih berbahaya dari mereka yang menyangkal keberadaan kebenaran objektif itu sendiri, kata Paus Leo XIV.

“Terlalu banyak orang di dunia kita yang menolak untuk mengakui apa yang diajarkan sains dan Gereja dengan jelas,” katanya, “bahwa kita memikul tanggung jawab yang besar atas pengelolaan planet kita dan kesejahteraan mereka yang tinggal di atasnya, terutama yang paling rentan, yang hidupnya terancam oleh eksploitasi sembrono terhadap manusia dan alam.”

Keinginan Gereja untuk mempelajari langit melalui astronomi, tambahnya, menunjukkan bahwa Gereja menganut “sains yang ketat dan jujur” sebagai aspek penting dari identitasnya.

Baca Juga:  Fisik Boleh Di Penjara Namun Hati Pemikiran Tetap Bebas

Manusia menikmati karunia yang diberikan Tuhan untuk memandang matahari, bulan, dan bintang dengan penuh kekaguman, kata Paus Leo.

Saat kita menatap langit malam, kita menikmati kekayaan keindahan yang terbuka bagi orang kaya dan miskin, yang menurut Paus tetap menjadi salah satu sumber sukacita universal terakhir di dunia kita yang terpecah belah ini.

“Merenungkan langit mengajak kita untuk melihat ketakutan dan kegagalan kita dalam terang kebesaran Tuhan,” katanya.

Paus kemudian menyesalkan bahwa cahaya buatan manusia telah membutakan kita terhadap cahaya yang telah Tuhan tempatkan di langit, yang menurutnya membuat pekerjaan Observatorium Vatikan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Pekerjaan Yayasan Observatorium Vatikan, katanya, membantu siswa mempelajari astronomi melalui sekolah musim panas dan lokakarya.

Baca Juga:  Uskup Palangka Raya Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF: Saya Belajar Mendengar sebelum Memutuskan

Dengan cara ini, Yayasan memungkinkan teleskop Observatorium Vatikan tetap menjadi “tempat di mana kemuliaan Ciptaan Tuhan ditemui dengan penuh hormat, kedalaman, dan sukacita.”

Paus mendesak umat beriman untuk tidak pernah melupakan bahwa agama Kristen didasarkan pada Inkarnasi, karena Allah menyatakan Diri-Nya melalui Ciptaan-Nya dan mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menebusnya.

“Keinginan untuk memahami Ciptaan secara lebih utuh,” katanya, “tidak lain adalah cerminan dari kerinduan yang tak henti-hentinya akan Tuhan, yang terletak di lubuk hati setiap jiwa manusia.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles