HIDUPKATOLIK.COM – Kelompok Devosional Keuskupan (KDK) Tanjungkarang merayakan Hari Devosi, 1 Juni 2026, Gereja St. Lidwina, Bandar Jaya, Lampung.
Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo diawali dengan perarakan tarian dan enam vandel.
Enam kelompok devosional yang bergabung dalam perayaan itu adalah: Legio Maria, Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI), Badan Pelayanan Keuskupan-Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK), Komunitas Tritunggal Maha Kudus (KTM), Serikat Sosial Vinsensius (SSV), dan Komunitas Awam Dehonian (KAD).

Dalam khotbahnya, Uskup Vinsensius mengatakan, Hari Devosi Keuskupan bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Lalu ia mengulas tentang fungsi Pancasila.
Pertama, dasar negara: acuan untuk ketatanegaraan, mengatur kehidupan bangsa, dasar hukum.
Kedua, pandangan hidup: orientasi bangsa ini diatur, memiliki visi untuk kemakmuran masyrakat.
Ketiga, jiwa dan kepribadian bangsa, untuk membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Ciri utama bangsa Indonesia adalah ramah, supel, toleran, dan memiliki nilai-nilai luhur pendahulu kita.
Dalam bacaan tadi, kata Uskup, tertulis kita tidak hanya sekedar manusia, tetapi kita sudah punya kodrat ilahi. Maka kita harus berbeda, memiliki ciri khas khusus yang istimewa. Yakni: iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan orang lain.
Yang paling tinggi adalah kasih pada orang lain. Meski kita sudah beriman, tetapi kita hendaknya berdevosi. Devosi itu adalah vitamin atau suplemen agar kita memiliki kekuatan dan ketahanan uji supaya dapat mengasihi orang lain.
“Kita bersyukur bisa merayakan hari devosi ini, yang bersamaan dengan hari lahirnya Pancasila. Mari kita timba nilai-nilai yang baik agar kita semakin menjadi bangsa indonesia yang baik dan orang katolik yang tekun dan setia,” ajak Uskup.
Moderator Kelompok Devosional Pastor Vincentius Anggoro Ratri, SCJ mengatakan kalau kita merayakan hari Devosi, itu supaya kita semua selalu disegarkan dan diingatkan bahwa kita orang Katolik, hidup rohani tidak tercakup seluruhnya dengan hanya ikut serta dalam Liturgi (SC 12).
Kehidupan rohani kita juga diperkaya dengan praktik kesalehan umat kristiani termasuk devosi. Maka, banyak orang Katolik menghidupi devosi kepada Bunda Maria, Hati Yesus Yang Maha Kudus, dll.
“Bagi yang belum berdevosi, mulailah berdevosi karena devosi memperkaya hidup kita. Kalau bingung atau kurang paham berdevosi yang benar, silakan bertanya pada Romo di sekitar Anda,” kata Pastor Anggoro, SCJ.

Perayaan hari Devosi Keuskupan ini adalah perayaan bersama seluruh umat di Keuskupan Tanjungkarang. Milik kita bersama karena devosi lahir dari gerakan umat. Entah devosi apa pun yang kita jalani, mari kita jadikan momen ini sebagai momen saling menghargai dan bergandengan tangan untuk bersama-sama menyuburkan hidup rohani dan pelayanan di gereja setempat di mana kita hidup, ajak Pastor Anggoro.
Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai bersama Mgr. Vinsensius di halaman kompleks gereja. Selain itu, setiap kelompok devosional mempersembahkan atraksi.
Sekitar satu jam sebelum Perayaan Ekaristi berlangsung, diadakan doa terpimpin dari setiap kelompok devosional. Perayaan ini dihadiri sekitar 900 orang.
Sr. M. Fransiska, FSGM (Lampung)






