spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Rakornas Wanita Katolik RI 2026 di Bali Resmi Dibuka, Perkuat Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP Wanita Katolik RI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Wanita Katolik RI 2026 pada Kamis, 3 September 2026 di Bali. Mengangkat tema “Wanita Katolik RI Terus Bergerak Membawa Harapan, Memulihkan dan Memberikan Perlindungan Bagi Perempuan dan Anak”, ajang ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk meninjau evaluasi program kerja serta menyusun strategi organisasi menjelang Kongres XXII tahun 2028 mendatang.

Dewan Pimpinan WKRI dan Dewan Pengawas WKRI befofo bersama Mgr. Sylvester San para imam konsebran

Rakornas berlangsung selama empat hari, 3–6 September 2026, di Hotel Kuta Beach Club Bali. Forum nasional ini mempertemukan jajaran DPP dan pimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik RI dari berbagai wilayah Indonesia, bersama Penasihat Rohani, Penasihat Organisasi DPP, serta undangan yang ditetapkan organisasi.

Digelar pada pertengahan masa kepengurusan DPP Wanita Katolik RI periode 2023–2028, Rakornas tahun ini menjadi forum penting untuk meninjau kembali pelaksanaan Program Kerja Hasil Kongres XXI Tahun 2023. Forum ini juga menjadi ruang bagi organisasi untuk memetakan tantangan di lapangan serta menyusun rekomendasi strategis ke depan.

Baca Juga:  Paus Leo Menyetujui Uskup Ketujuh untuk Gereja 'Katolik' Komunis Tiongkok.

Empat isu utama menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, yakni: korupsi dan pengeroposan ideologi bangsa; perempuan dan anak dalam konteks kemiskinan struktural; lingkungan hidup dan perubahan iklim; serta perempuan dan perkembangan teknologi dan informasi.

“Rakornas memiliki arti sangat penting dalam perjalanan organisasi karena menjadi momentum untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, mengevaluasi karya dan pengabdian kami, sekaligus meneguhkan langkah menuju Kongres tahun 2028,” ujar Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko.

Perkembangan situasi nasional dan global menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, eksploitasi berbasis digital, krisis lingkungan hidup, hingga tantangan terhadap integritas moral dan nilai kebangsaan menjadi persoalan yang membutuhkan respons bersama.

Melalui Rakornas ini, Wanita Katolik RI (WKRI) menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat gerakan nasional perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta perdagangan orang. Gerakan tersebut diarahkan bukan hanya melalui edukasi dan pencegahan, tetapi juga pendampingan berbasis keluarga dan komunitas.

Baca Juga:  Selamat Datang di Indonesia, Dubes Vatikan Mgr. Walter Erbi!

Selama Rakornas berlangsung, peserta akan mengikuti serangkaian agenda, di antaranya ialah pemaparan dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan Komnas Perempuan, serta sesi praktisi yang membahas isu perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sharing program unggulan DPD, pembahasan berbagai kendala, diskusi kelompok, dan rapat pleno untuk merumuskan hasil pembahasan.

Komitmen merawat kehidupan juga diwujudkan melalui dua kegiatan lapangan. Pada Sabtu, 5 September 2026, peserta akan melakukan penanaman mangrove di kawasan Benoa, sebagai bagian dari gerakan nasional penanaman pohon dan pelestarian lingkungan hidup. Peserta juga akan mengunjungi Kompleks Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua, sebagai bentuk penguatan pesan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga:  Yang Terbaru dari Majalah HIDUP Efidisi No 36 Terbit Minggu 6 September 2026

Bagi Wanita Katolik RI, perlindungan perempuan dan anak, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan nilai keberagaman, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya merawat kehidupan.

Rakornas 2026 diharapkan menghasilkan sejumlah langkah konkret, di antaranya: pencegahan, edukasi, dan pendampingan berbasis keluarga serta komunitas; penguatan gerakan pelestarian lingkungan hidup; peningkatan nilai keberagaman; serta rekomendasi kebijakan internal dan eksternal organisasi yang relevan dengan dinamika sosial dan digital masa kini. Hasil-hasil ini selanjutnya akan menjadi bekal organisasi dalam menyongsong Kongres XXII Wanita Katolik RI pada 2028.

Melalui Rakornas 2026, Wanita Katolik RI kembali menegaskan komitmennya untuk terus bergerak membawa harapan, memulihkan, dan memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat peran perempuan Katolik sebagai pelindung kehidupan dan agen perubahan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles