HIDUPKATOLIK.COM – Rumah Pusat Delegasi Misioner Tarekat Suster-suster Oblate Santo Fransiskus Saverius (SOSFS) di Indonesia resmi dibuka. Rumah pusat delegasi ini bernama Cassa Filippo Dipaldi yang beralamat di Jalan Sakura Indah III Gg. Pertama No. 10, Tanjung Selamat, kecamatan Medan Tuntungan – Medan, Sumatera Utara. Pemberatan rumah pusat delegasi ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Sebelum Perayaan Ekaristi Pemimpin Umum Tarekat Suster SOSFX Madre Maria Juna Futolan didampingi Sekretaris Umum, Sr. Ismayanti Marbun menyampaikan permohonan pemberkatan dan menyerahkan kunci kepada Pastor Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Medan. Kemudian Vikaris Yudisial menggunting pita sebagai tanda sukacita atas atas berdirinya gedung baru ini dan Pemimpin Umum Tarekat Suster SOSFX menerima kunci dari Vikaris Yudisial untuk membuka pintu rumah pusat delegasi misioner ini.

Selanjutnya acara peresmian dan pemberkatan dimulai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Medan (KAM), Pastor Benyamin A.C. Purba, OFMCap bersama dengan Ketua Forum Kerja sama Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan (FKTHB-KAM), Pastor Yohanes Rudi Kartolo Malau, O.Carm dan Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Pastor Aaron Taogo’aro Waruwu OSC. Perayaan dimeriahkan oleh Paduan Suara Vox Angelica Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Tanjung Selamat – Medan.
Tampak hadir Sr. Celina De Gregorio yang pernah menjadi Pimpinan Lokal Komunitas SOSFS di Manila yang juga suster yang pertama kali memperkenalkan tarekat Suster SOSFS di Indonesia pada tahun 2000 dan Sr. Carmela Mazzone yang datang khusus dari pusat tarekat suster SOSFS Italia.
Tinggal Bersama Kristus
Dalam homilinya Pastor Benyamin mengatakan di rumah biara inilah panggilan religius dimulai, bukan karena keputusan para suster ini yang terutama. Tetapi, karena undangan Yesus untuk tinggal bersama. Biara yang diberkati ini adalah jawaban konkret atas undangan itu. Para suster dipanggil untuk tinggal bersama Yesus. Inilah inti dari gereja bahwa hidup bersama dalam komunitas merupakan unsur utama hidup religius dan hidup bersama. Itu menjadi takaran dan itulah ajaran gereja.

Rumah ini, kata Pastor Benyamiin Purba, bukan sekadar bangunan. Ia adalah ruang kudus, di mana para suster tinggal bersama Kristus. Rumah ini ada kapelnya, tempat para suster ini bertemu dengan Tuhan. Inilah ruang kudus di mana para suster tinggal bersama Kristus dalam doa-doa dan merayakan ekaristi sekali seminggu. Tempat ekaristi dirayakan karena biara ini harus menjadi tanda perjalanan menuju surga bukan tujuan akhirnya.
Doktrin Gereja mengajarkan bahwa rumah religius didirikan dengan izin ordinaris wilayah Uskup Agung Medan, itulah sebagai tanda kesatuan dengan gereja universal.
“Setelah para suster tinggal bersama Yesus dalam komunitas ini, mereka dipanggil untuk pergi meneladan Santo Fransiskus Xaverius, Santo pelindung karya misioner yang hidupnya menyala dalam cinta Kristus dan pergi ke ujung dunia. Nantinya para suser ini dipanggil membawa banyak orang kepada Kristus di tengah-tengah-tengah dunia, jadi sekarang mereka sedang merintis dan mempersiapkan diri supaya tambah yang berkaul kekal,” ucap Pastor Benyamin Purba.

Setelah homili Pastor Benyamin bersama Pastor Kartolo dan Pastor Aaaron memberkati satu-persatu ruangan-yang ada di rumah biara ini. Sebelum berkat penutup, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Pimpinan Umum SOSFS dan Pastor Benyamin .
Kesaksian Hidup di Tengah-tengah Umat
Seusai ekaristi acara dilanjutkan dengan ramah tamah diawali denan pemotongan kue oleh Pimpinan Umum dan Sekretaris Umum tarekat Suster SOSFS Selanjutnya Pastor Rudi Kartolo menyampaikan sambutan. Ia mengatakan pemberkatan rumah ini menjadi rumah berkat, rumah di mana para calon-calon mendapat pendampingan pendidikan sehingga mereka juga keluar dari tempat ini menjadi saksi Kristus dan menjadi pelayan yang bisa mendekatkan orang kepada Tuhan.

Pastor Aaron selaku Pastor Paroki pada sambutannya mengatakan proficiat kepada suster SOSFS atas rumah baru ini, tempat berdoa, berdedikasi, berkumpul dan juga tempat memulai misi. Semoga hal ini menjadi kekayaan kita bersama yang memberikan makna dan manfaat bagi umat.
Berdasarkan penuturan Pastor Aaron bahwa para suster SOSFS ini selain hadir di wilayah paroki ini, juga aktif di tengah-tengah umat lingkungan Santo Paulus dan Santa Angela.
Menurut Pastor Aaron, kehadiran para suster ini adalah kesaksian yang hidup di tengah-tengah umat, lalu di paroki ini para suster-suster in juga terlibat dalam pelayanan dan diharapkan para suster banyak mengambil peran dalam pelayanan-pelayanan di paroki ini.
Madre Maria Juna Futolan dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberkatan rumah ini merupakan tonggak sejarah sangat penting bagi misi mereka di Indonesia. Para suster SOSFS baik yang dekat maupun jauh, ingin bersama-sama memuji dan mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah misi yang dipercayakan kepada Gereja dan kongregasi ini adalah anugerah kasih Allah yang cuma-cuma yang diterima dalam Kristus untuk dibagikan dengan sukacita dan kemurahan hati kepada setiap orang dan seluruh umat.
Kehadiran dan perkembangan tarekat ini di wilayah Keuskupan Agung Medan merupakan bagian dari karya perluasan misi pelayanan rohani, pendidikan, dan sosial Gereja lokal di Sumatera Utara. Tarekat ini mengusung semangat spiritualitas doa, penitensi, serta penyerahan diri secara total dalam karya pelayanan kasih dan kerasulan gereja. Para suster SOSFS mengabdikan diri dalam mendukung karya pastoral, pendampingan umat, serta karya karitatif yang disesuaikan dengan kebutuhan evangelisasi di Keuskupan Agung Medan.
Para suster SOSFS yang berkarya di berbagai negara berjumlah sekitar 40-an dan para suster Indonesia yang sudah berkaul kekal sebanyak 15 suster.
Kehadiran Suster SOSFS di Medan
Tarekat Suster-Suster Oblat Santo Fransiskus Saverius (SOSFS) berakar dari peristiwa gempa bumi di Napoli, Italia, pada tahun 1731 yang mendorong Uskup Filippo Tipaldi mendirikan biara bagi para gadis yang ingin mempersembahkan hidup bagi Tuhan pada 25 Desember 1732. Suster-suster Oblat Santo Fransiskus Saverius yang disingkat dengan SOSFS adalah sebuah tarekat hidup bakti yang berpusat di Ariano. Tarekat ini didirikan di Ariano Irpino pada tahun 1731 sebagai hasil “misi rakyat” di Kerajaan Napoli pada tahun 1731-1732. Tarekat SOSFS pada awalnya lahir sebagai biara yang bersifat kontemplatif, yang memiliki kebijakan keanggotaan maksimal 20 orang.
Tahun 1923 dimulailah kerja sama dengan Keuskupan Ariano Irpino, yang dengan demikian mengubah cara hidup para biarawati dari kontemplatif menjadi aktif. Pada tahun 1996, 2 suster dari Italia membuka misi pertama ke Filipina, dan sejak saat itu bibit-bibit panggilan mulai berkembang.
Pada tahun 2000 Sr. Celina De Gregorio selaku Pimpinan Lokal Komunitas SOSFS di Manila, berkunjung untuk pertama kalinya ke Indonesia, atas undangan dari seorang pastor brkebangsaan Italia, yakni Pastor Michele OFMConv., yang bertugas di Italia dan sedang mengadakan perjalanan ke Indonesia. Pada waktu itu Pastor Antonio Murru OFMConv., yang sedang menjabat Custos di Indonesia banyak membantu para suster pendatang yang baru dalam hal administrasi.
Atas kedatangan Sr. Celina De Gregorio terjalinlah hubungan langsung antara SOSFS dengan Uskup Agung Medan (pada saat itu Mgr. AGP Datubara) tepatnya pada tanggal 27 April 2000. Suster Celina De Gregorio juga memohon agar bisa membuat aksi panggilan di Keuskupan Agung Medan. Permohonan tersebut akhirnya disetujui dengan surat KAM tertanggal 29 Agustus 2000.
Atas izin dan kebaikan Uskup saat itu dan demi kelanjutan pembinaan dari para calon, Sr. Celina De Gregorio juga diizinkan untuk memulai formasi calon-calon SOSFS dari Medan di Filipina. Selanjutnya, demi perkembangan karya dan pelayanan, SOSFS diizinkan Uskup membuka komunitas di KAM.

Seiring dengan perjalanan waktu, pada pertengahan tahun 2011 melalui surat izin Uskup tertanggal 29Juli 2011 melalui surat izin Uskup tertanggal 29 Juli 2011 Mgr. Anicetus B. Sinaga (yang menggantikan MGr. AGP Datubara) secara sah membuka komunitas pertamanya di Medan, tepatnya berlokasi di Jl. Sakura Gg. Pertama No. 10 Tanjung Selamat Medan yang diresmikan dengan perayaan Ekaristi oleh Pastor James Bharata Putra, SJ. Saat itu ditegaskan misi awal suster SOSFS ialah melayani di Graha Maria Annai Velangkani, maka dengan demikian para suster memulai karya di bidang pastoral.
Dalam surat Uskup tersebut juga tertulis pelayanan SOSFS akan berarah di Batu Karang, tepatnya di Paroki St. Monika Tiganderket. Almarhum Mgr. Anicetus Sinaga berharap besar agar para suster bisa berkarya di paroki tersebut, khususnya dalam bidang pendidikan dini. Maka Pimpinan Umum memutuskan (dalam surat tertanggal 21 Oktober 2011) untuk mempersiapkan 2 orang suster kuliah di perguruan tinggi dalam bidang pendidikan di Universitas Katolik St. Thomas Medan.
Setahun kemudian Sr. Celina De Gregorio membuat surat permohonan izin kepada Mgr. Anicetus (tertanggal 21 Agustus 2012) untuk membuka karya di Batukarang. Sementara melakukan aktivitas pastoral di Medan, pada tahun 2013 beberapa gadis remaja mulai mengetuk pintu biara SOSFS untuk bergabung dalam hidup berkomunitas. Sesudah menjalani masa pendidikan Aspiran dan Postulan di Medan, para calon dikirim ke Roma untuk mengikuti pendidikan Novisiat.
Selama 6 tahun SOSFS berpastoral jarak jauh dari Medan ke Batukarang dan Tiganderket, akhirnya setelah kunjungan Pemimpin Umum tahun 2022, suster SOSFS dengan beberapa calon, mulai menetap di Batu Karang. Dalam kehadiran Suster Pimpinan Umum dibicarakan kesepakatan antaa SOSFS dengan Paroki Santa Monika Tiganderket.
Kehadiran di Batukarang merupakan realisasi Uskup Anicetus untuk meneruskan rencana misi. Di Batukarang juga telah diperoleh sebidang tanah. Tanah tersebut sudah berstatus SHM dan hendak dipakai untuk membangun TK/PAUD dan rumah komunitas dan rencana ini disahkan di dalam Kapitel Pertengahan di Italia bulan Desember pada tahun yang sama.
Kendati pada akhirnya pemerintah tidak memberikan izin membangun di daerah tersebut, karena merupakan tanah irigasi (lahan hijau). Akhir tahun 2024 berhubung dengan situasi demikian, maka suster yang sempat menetap di Batukarang kembali ke Medan untuk berkonsentrasi dalam pembinaan para calon hingga saat ini.
Parulian Tinambunan (Kontributor, Medan)






