HIDUPKATOLIK.COM – Gemuruh sukacita, alunan kidung pujian yang menggetarkan jiwa, dan semangat persaudaraan membahana di kompleks Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang. Perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik II Tingkat Provinsi Sumatera Selatan resmi ditutup pada Minggu (25/10/2026). Tidak sekadar ajang olah vokal dan seni liturgi, ajang tiga tahunan ini menjelma menjadi panggung spektakuler pembuktian kualitas iman, persaudaraan sejati, serta toleransi antarumat beragama di Bumi Sriwijaya.

Diikuti oleh 727 peserta dan official dari 9 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, kompetisi melingkupi 13 kategori perlombaan mulai dari Paduan Suara Anak, Remaja, Dewasa, Pembacaan Mazmur, Bertutur Kitab Suci, hingga Cerdas Cermat Rohani.
Duta Perdamaian
Puncak penutupan diawali Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi para imam konselebran dari berbagai paroki se-Keuskupan Agung Palembang.
Dalam kotbahnya yang membakar semangat ribuan umat dan kontingen, Mgr. Harun Yuwono menegaskan bahwa mahkota sejati dari PESPARANI bukanlah sekadar piala atau trofi bergilir, melainkan transformasi batin menjadi pembawa sukacita Injili di tengah masyarakat.

“Melalui alunan suara, kidung pujian, dan olah vokal yang dipersembahkan, kita tidak hanya memuji kebesaran Tuhan, tetapi juga merajut kebersamaan dan memperkuat kerukunan. Apapun hasil kejuaraan hari ini, setiap peserta yang hadir adalah duta-duta perdamaian dan persaudaraan!” tegas Mgr. Harun Yuwono disambut tepuk tangan gemuruh umat.
Juara Umum!
Suasana aula berubah menjadi gemuruh sorak-sorai saat dewan juri membacakan keputusan akhir. Kontingen LP3KD Kota Palembang tampil sangat mendominasi dan tak tertandingi di berbagai cabang lomba.

Dengan raihan fantastis 10 medali Gold Champion, Kota Palembang secara sah mengukuhkan diri sebagai Juara Umum PESPARANI II Sumatera Selatan 2026. Kemenangan gemilang ini membuktikan kematangan sistem pembinaan seni liturgi dan literasi Kitab Suci yang konsisten di ibu kota provinsi tersebut.
Ketua Kontingen LP3KD Kota Palembang mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Prestasi sebagai Juara Umum disebutnya sebagai buah dari kedisiplinan latihan panjang, dedikasi pelatih, serta dukungan doa dari seluruh umat Katolik Kota Palembang.
Konsolidasi Strategis
Satu hal yang membuat PESPARANI II Sumsel ini sangat istimewa adalah hadirnya pergerakan konsolidasi organisasi di balik layar kompetisi. Sekretaris Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Dr. Salman Habeahan, hadir memimpin langsung tatap muka strategis bersama pengurus LP3KD se-Sumsel.
Turut mendampingi dalam diskusi tingkat tinggi tersebut Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang Romo Yohanes Kristianto, serta para ketua LP3KD kabupaten/kota.

Dalam perjumpaan yang sarat bobot evaluasi kelembagaan ini, Dr. Salman Habeahan menekankan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi Katolik agar semakin profesional, transparan, dan berdampak. Tiga poin krusial yang disepakati bersama meliputi:
- Legalitas Formal SK Bupati/Wali Kota: Mendorong penerbitan SK Kepengurusan LP3KD oleh kepala daerah untuk memperkuat posisi hukum sebagai mitra strategis pemerintah daerah (Kesra).
- Sinkronisasi Anggaran APBD: Menyusun perencanaan kegiatan jauh-jauh hari agar selaras dengan siklus penganggaran dana hibah APBD di tingkat kabupaten/kota.
- Sinergi Kemitraan Klerus dan Awam: Memperkuat kolaborasi erat antara jajaran pengurus awam dengan Pastor Paroki dan pimpinan gereja lokal.
Pertemuan ini menjadi fondasi kokoh untuk mempersiapkan kontingen Sumatera Selatan menatap ajang PESPARANI Tingkat Nasional tahun 2027 di Sulawesi Utara.
Tiga Pilar
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto, menandaskan bahwa perhelatan PESPARANI II mengandung tiga pilar makna mendasar bagi keuskupan:
- Ekspresi Iman: Wadah pengungkapan spiritualitas umat melalui keindahan seni liturgi.
- Penguat Persaudaraan: Jembatan silaturahmi yang mempererat tali kasih antarumat dari berbagai penjuru daerah.
- Kesaksian Nyata di Masyarakat: Bukti kontribusi aktif Gereja Katolik dalam merawat keharmonisan dan iklim kerukunan hidup beragama.
Senada dengan itu, Ketua LP3KD Sumsel Alphonsus Supardi, Pembimas Katolik Leonardus Sutrisno, dan Ketua Panitia Harmadi sepakat bahwa PESPARANI adalah bukti nyata bagaimana perbedaan suku dan budaya di Sumatera Selatan disatukan dalam keindahan harmoni iman.

Dengan selesainya PESPARANI II Sumsel 2026, talenta-talenta terbaik Bumi Sriwijaya kini bersiap mengasah diri, siap menggemakan kidung pujian dan membawa harum nama Sumatera Selatan di kancah nasional!
Andreas Daris Awalistyo (Palembang)






