Lagu Khusus dari Fakfak untuk Uskup Manokwari-Sorong | | HIDUPKATOLIK.com

Lagu Khusus dari Fakfak untuk Uskup Manokwari-Sorong

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Pemuda Katolik (PK) Komcab Fakfak sedang menyanyikan lagu “Nhia Uskup Gembala” buah karya Fredi Warpopor (Foto Insert: Mgr Datus Hilarion Lega memotong kue HUT ke-33 tahun Tahbisan Imamatnya). [Bartolomeus Nauri/Dok. KOMSOS Paroki Santo Yosef Fakfak]
Lagu Khusus dari Fakfak untuk Uskup Manokwari-Sorong
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perayaan HUT ke-33 tahun Sakramen Imamat Uskup Manokwari-Sorong (KMS), Mgr Datus Hilarion Lega terasa begitu semarak. Selain merayakan Misa Konselebrasi bersama ribuan umat di Gereja Santo Yosef Fakfak, Papua Barat, umat di seluruh kawasan Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak juga mengadakan acara malam pagelaran budaya dan ramah tamah Kamis malam, 15/6. Mereka secara swadaya menyelenggarakan perhelatan akbar bersama gembala mereka. Salah satu yang istimewa adalah seorang umat menciptakan lagu khusus bagi Mgr Datus.

Lagu itu dibawakan oleh para anggota Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang (Komcab) Fakfak. Mereka ikut memeriahkan acara ini dengan menyuguhkan tarian dan lagu “Nhia Uskup Gembala”. Lagu ini secara khusus diciptakan oleh Fredi Warpopor untuk memperingati HUT ke-33 Tahbisan Imamat Mgr Datus.

Menurut Fredi, syair lagu ini mengisahkan tentang sejarah masuknya agama Katolik di wilayah Teluk Patipi. Ketika kekatolikan merambah daerah itu, kearifan lokal dengan semboyan “Satu Tungku Tiga Batu” sudah hidup di tengah masyarakat turun-temurun. Semboyan itu menyimpan makna bahwa kehidupan masyarakat Fakfak sudah harmonis dalam keanekaragaman. Mereka bisa hidup berbeda agama dalam keluarga. Oleh karena itu, di kalangan akar rumput, umat Katolik, Islam, dan Protestan bisa hidup berdampingan dan saling menghormati serta menghargai satu sama lain. Lagu ini juga memuat harapan agar Bapa Uskup dapat menjadi gembala yang memimpin KMS dengan baik dan bijaksana, sehingga nama Yesus akan selalu dimuliakan di Teluk Patipi ini.

Di tengah keceriaan umat yang hadir, ada sesi pemotongan kue. Mgr Datus memotong kue Ulang Tahun Tahbisan Imam dengan diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dan “Panjang Umur”, serta lagu “Tiup Lilin” dan “Potong Kue”. Potongan kue itu diberikan oleh Mgr Datus kepada empat Pastor Paroki di TPW Fakfak, yaitu Pastor Paroki Santo Yosep Fakfak, Romo John Tala; Pastor Paroki Santa Maria Merapi, Romo Matheus Sukmawanto; Pastor Paroki Santa Bernadeth Mamur, Romo Alex Fabianus; dan Pastor Paroki Santo Paulus Fakfak, Romo Henrykus Elrico Ansow. Selain para pastor, beberapa tokoh umat juga mendapat kesempatan istimewa menerima potongan kue dari Uskup mereka. Mereka adalah perwakilan para suster yang berkarya di Fakfak, Suster Renildis CB; para Ketua Dewan Paroki; perwakilan tokoh umat yang diwakili Agustinus Awal; wakil dari kaum muda, Maria Weripang; dan perwakilan Sekami.

Suasana menjadi penuh derai tawa dan sorak riang ketika Mgr Datus tiba-tiba mendekati umat yang berani tampil di atas panggung secara sukarela. Gemuruh ucapan syukur pun menandai sukacita HUT ke-33 Imamat Uskup Manokwari-Sorong ini.

R.B.E. Agung Nugroho

Laporan: Marthina Fifin da Lopez (Papua Barat)

Comments on Facebook