Menurut Alkitab, Bumi itu Datar

1654
Menurut Alkitab, Bumi itu Datar
4.3 (86.67%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.comBelum lama ini dunia maya kembali dimeriahkan oleh pertikaian antara kaum bumi bulat melawan kaum bumi datar.

Bagi pembaca yang kurang akrab dengan media sosial, yang disebut kaum bumi bulat adalah orang-orang yang meyakini bahwa bumi itu bulat, sejalan dengan pendapat para ilmuwan dewasa ini, sejalan pula dengan ajaran guru-guru IPA di sekolah.

Kaum bumi datar punya pandangan berbeda. Sesuai dengan namanya, orang-orang ini berpendapat bahwa bumi itu datar. Gagasan bahwa bumi itu bulat, menurut mereka, merupakan penyesatan dan rekayasa yang dipelopori oleh pihak-pihak tertentu, dengan maksud yang tertentu pula.

Kaum bumi datar menegaskan bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran, bagaikan piring atau martabak manis yang tidak dibelah. Daratan di bumi dikelilingi oleh lautan yang sangat luas. Di ujung-ujung lautan melingkarlah dinding es yang sangat tebal, yang tidak mungkin bisa ditembus manusia. Dinding es ini berfungsi sebagai pagar agar air laut tidak tumpah ke luar angkasa dan agar para nelayan tidak jatuh dari pinggir bumi saat mencari ikan.

Dalam rangka memperkuat argumen mereka, kaum bumi datar mengutip sejumlah ayat dalam Alkitab. Mazmur 19:5 sering disebut. Dikatakan di situ, “Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” Lihat, ayat ini berbicara tentang ujung bumi. Bukankah ini berarti bumi itu datar? Sesuatu yang bulat pasti tidak mempunyai ujung, bukan?

Daniel 4:10-11 juga sering dikutip. Dalam dua ayat yang berbicara tentang mimpi Nebukadnezar ini dikatakan, “Di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi.”

Selain tentang ujung bumi, disebutkan juga di sini tentang pohon raksasa yang tetap kelihatan dari berbagai arah. Hal ini tentunya hanya bisa terjadi kalau bumi bentuknya datar.

Perjanjian Baru tidak dilupakan. Kisah Yesus dicobai Iblis dilihat sebagai bukti bahwa bumi itu datar, sebab dalam pencobaan yang kedua dikatakan, “Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya” (Mat 4:8; bdk. Luk 4:5).

Kalau bumi berbentuk bulat, tentunya tidak semua kerajaan akan kelihatan, sebab ada kerajaan yang terletak di belahan bumi yang lain. Ada juga ayat yang cocok dari kitab Wahyu, “Kemudian dari itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi” (Why 7:1). Posisi keempat malaikat itu jelas mengandaikan bumi yang berbentuk datar.

Menanggapi ayat-ayat bukti yang dikemukakan di atas, pertama-tama harus dikatakan: “benar, ayat-ayat itu mengandaikan gagasan bahwa bumi itu datar.” Bukan hanya ayat-ayat itu saja, dapat dipastikan bahwa Alkitab secara keseluruhan – baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru – mempunyai pandangan yang sama.

Alkitab juga meyakini bahwa bumi adalah pusat alam semesta, sehingga mataharilah yang mengitari bumi, bukan sebaliknya (Mzm 19:5-7). Pertanyaannya, benarkah ayat-ayat itu sungguh membuktikan bahwa bumi itu datar? Perdebatan ini kiranya menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan pemahaman yang tepat mengenai Alkitab.

Ini bukan hal baru, sebab mendiang Pater Groenen OFM, Mahaguru Kitab Suci di Indonesia, sudah menyampaikannya puluhan tahun silam. Alkitab adalah firman Allah, tetapi jangan dikira bahwa Allah mendiktekan isinya secara langsung dari atas sana.

Manusia berperan besar dalam terbentuknya Kitab Suci, sehingga alangkah baiknya kalau Alkitab dimengerti sebagai “firman Allah dalam bahasa manusia”. Dalam konteks pembicaraan kita sekarang, ini berarti pandangan Alkitab bahwa bumi itu datar tidak boleh dilihat sebagai pernyataan dari Allah, melainkan anggapan dari orang-orang yang hidup pada masa itu.

Alkitab adalah suatu bentuk kesaksian iman. Sangat keliru kalau kemudian kitab ini dipandang sebagai buku sejarah maupun buku ilmu pengetahuan. Ada sejarah dalam Alkitab, tetapi bagaimanapun Alkitab bukanlah buku sejarah. Ada pengetahuan dalam Alkitab, tetapi bagaimanapun Alkitab bukanlah buku pengetahuan.

Mazmur 19, misalnya, adalah mazmur yang berisi kesaksian dan pujian akan keagungan Tuhan. Menjadikan mazmur ini bukti bahwa bumi itu datar hanya karena menyebut istilah “ujung bumi” merupakan tindakan yang disebut salah fokus.

Jadi, mana yang benar? Bumi itu bulat atau datar? Ambillah sikap yang tepat. Dengarkanlah pandangan orang-orang yang kompeten di bidangnya, yaitu para ilmuwan.

 

Jarot Hadianto

13 COMMENTS

  1. Bacaan ini dapet dengan mudah dipahami, ditambah lagi dengan pembuktian dari ayat” yg terkandung dalam alkitab membuat saya sedikit percaya ttg tertulis “ujung bumi” sedangkan jika memang bumi bulat harusnya tidak ada ujungnya.

  2. Memang benar kesimpulan dalam artikel ini, yaitu kita tidak boleh mengambil kesimpulan bahwa Allah menyatakan bumi itu datar karena Alkitab mengatakan demikian. Karena itu anggapan dari orang-orang yang hidup pada masa itu. Karena manusia sebagian besar ambil bagian dalam Alkitab.
    Semoga apapun kesimpulan yang kita ambil, kita tetap beriman kepada Tuhan Yesus.
    God Bless

  3. Setelah membaca saya menyimpulkan bahwa bumi itu bulat. Mengapa karena bumi itu bulat sudah dalam teori dan ada tokoh yang membuktikannya, disini bukannya saya tidak percaya akan kutipan Kitab Suci, melainkan karena kutipan Kitab Suci dapat dilihat dari berbagai sudut pandang jadi itu kembali lagi pada sudut pandang seseorang.
    Sekian dan Terimakasih 🙂

  4. Dari teks ini, saya percaya bahwa bumi itu bulat, bukan berarti saya tidak percaya pada firman Tuhan.

  5. Ketika Ilmi Pengetahuan di bandingkan dengan hal yang berkaitan dengan iman akan sulit untuk menyatukan pendapat, karena iman itu tidak dapat diukur.

  6. Semua hal yang berkaitan dengan kitab suci pastinya percaya.dan menurut saya,tidak ada yang yang salah dan benar di mata dunia,karena semuanya ciptaan Tuhan.

  7. Menurut pemahaman saya, setelah membacakan bacaan ini saya dapat menyimpulkan bahwa bumi itu bulat dan saya berpihak pada pihak bumi bulat, karena hal itu sudah dapat dibuktikan oleh para ahli ilmuwan geografis dan sudah dicantumkan kedalam pelajaran geografi bahwa bumi itu bulat. Sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here