BAKSO St Agustinus : Gerakan Komunitas Basis Orang Muda

131
Kunjungan: BAKSO bersama OMK wilayah Stefanus.
[Adrian Hartanto Hardi]
BAKSO St Agustinus : Gerakan Komunitas Basis Orang Muda
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St Agustinus Karawaci, Tangerang, memang suka bakso. Maka, merekapun membentuk komunitas BAKSO. Tapi, BAKSO yang satu ini merupakan akronim dari Bincang AsiK berSama OMK.

Nama BAKSO terinspirasi dari kebersamaan kepengurusan Seksi Kepemudaan (Siekep) Paroki. Setiap pulang pertemuan, mereka biasanya makan bakso bersama. Di situlah mereka berdiskusi dengan asyik tapi serius tentang berbagai hal.

Merujuk pesan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo tentang imbauan kembali ke komunitas basis, seperti lingkungan, wilayah dan paroki, maka Siekep St Agustinus memutuskan untuk turut membantu mengaktifkan, atau paling tidak mengumpulkan kembali orang muda di wilayah-wilayah, yang berjumlah 16 wilayah, yakni Emmanuel, Asisi, Pius, Theresia, Albertus, Lucia, Monica, Ste fanus, Yosef, Maria, Angela, Kristoforus, Thomas Rasul, Clara, Markus dan Cornelius.

Dari 16 OMK Wilayah yang ada, empat di antaranya sudah aktif dan memiliki kepengurusan, enam lainnya berkembang dan enam sisanya tidak memiliki kepengurusan dan tidak aktif. Inilah yang menjadi perhatian utama Pastor Moderator OMK, RP Stefanus Suwarno OSC. Ia berharap supaya OMK Paroki St Agustinus, terutama OMK Wilayah, supaya bangkit dan ikut serta dalam kehidupan menggereja.

Kriteria aktif adalah: mereka memiliki struktur kepengurusan yang jelas, aktif secara rutin mengadakan kegiatan di wilayah masing-masing, dan punya pendamping OMK. Kriteria berkembang adalah: mereka sudah memiliki struktur kepengurusan, namun masih miskin kegiatan. Sementara kriteria tidak aktif adalah: mereka sama sekali tidak memiliki struktur kepengurusan dan kegiatan.

BAKSO adalah sebuah kegiatan blusukan teman-teman Siekep St Agustinus. Kegiatan blusukan ini dilakukan ke 16 wilayah di parokinya. Sistem BAKSO dibuat dan dirancang oleh Siekep untuk enam bulan, diadakan pada hari Sabtu, dua kali dalam satu bulan. Anggota Siekep, yakni perwakilan dari OMK Wilayah, mengunjungi wilayah-wilayah untuk berdiskusi dan dialog. Dengan demikian, mereka semakin saling mengenal, mengetahui permasalahan khas di setiap wilayah. Ini sekaligus sebagai tanggapan positip atas pendapat bahwa Siekep kurang merangkul OMK Wilayah.

Tentu, diskusi ini harus ada hasilnya, yakni terbentuknya kepengurusan OMK Wilayah, jika sebelumnya belum terbentuk. Lalu, mereka pun mencari solusi atas masalah yang dihadapi, serta memotivasi para koordinator wilayah untuk turut serta mendukung kegiatan di setiap wilayah. Para koordinator semakin kompak. Demikian juga, BAKSO diharapkan dapat memberi inspirasi bagi OMK Wilayah, yang meskipun sudah punya kepengurusan, tetapi belum aktif.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena mau jemput bola dan mau merangkul. Karena kebanyakan organisasi itu berharap dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah. BAKSO adalah sebuah terobosan bagus yang dilakukan Siekep,” kata Steven Simpai, Wakil Ketua Dewan Paroki St Agustinus.

Ekaristi
Selama ini, secara rutin OMK sudah mengadakan Ekaristi yang dikemas dalam nuansa yang menarik bagi kaum muda. Mereka menyebutnya Ekaristi Kaum Muda (EKM), yang diadakan pada bulan ganjil minggu pertama. Untuk penyelenggaraannya, dua OMK wilayah bertanggung jawab dalam kepanitiaan. Dua wilayah ini dipilih dari OMK Wilayah yang aktif dan OMK Wilayah yang belum aktif. Tujuannya agar OMK yang sudah aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman berorganisasi kepada wilayah yang belum aktif.

“Agar OMK yang tidak aktif terinspirasi sekaligus terprovokasi oleh OMK yang sudah aktif,” kata Yohanes Ari Setiawan. Ketua Siekep Paroki St Agustinus ini mengatakan, dengan program ini, sudah tiga OMK wilayah yang tadinya tidak aktif menjadi aktif dan memiliki kepengurusan.

Ia memaparkan, BAKSO dan EKM menjadi terobosan dalam memecah kebekuan dalam hidup menggereja kaum muda. Tren kegiatan ini dinilai positif, hingga ke depan semua OMK wilayah dapat aktif dan memiliki kepengurusan; dan Siekep bisa berkonsolidasi dengan baik dan sistematis dengan pengurus OMK wilayah seturut arah dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). “OMK kembali ke basis, bisa terlaksana,” tukas Ari.

Wakil Ketua Siekep Paroki St Agustinus, Fransisca Esta Kusuma, mengharapkan adanya jalinan komunikasi yang lebih baik antara Siekep dan OMK wilayah. “Ke depan OMK wilayah dapat lebih hidup, dan menjadi wadah bagi anak muda di lingkungannya,” kata Esta.

Kegiatan BAKSO berjalan sejak Januari 2014. Sesuai jadwal, mereka sudah menyambangi dua wilayah. Menurut rencana, selama 2014, mereka bersama Siekep Paroki bisa menyambangi 16 OMK wilayah. Kunjungan mereka diharapkan dapat mengaktifkan seluruh OMK wilayah. OMK yang sudah aktif bisa terus mempertahankan kebersamaan dan kesolidan mereka, serta merangkul OMK wilayah lain.

Adrian Hartanto Hardi

HIDUP NO.05 2014, 2 Februari 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here