Aku Menggendongmu Sampai Putih Rambutmu

558
Warga Usia Lanjut (Wulan) saat Rekoleksi Wulan di Senior Living D'Khayangan Jababeka, Rabu, 3 Maret 2019. FOTO/KOMSOS PC-GIT/Lourentius EP
Aku Menggendongmu Sampai Putih Rambutmu
4.3 (86.67%) 9 votes

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”. Petikan ayat ini mejadi tema rekoleksi warga lanjut usia (wulan) yang diadakan oleh Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Santa Maria, Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa (PC-GIT) di Senior Living D’khayangan, Jababeka, Rabu 3 Maret 2019, diikuti oleh 126 wulan.

Beberapa sektor hadir seperti perkumpulan Jababeka, DeltaMas, Taman Sentosa, Lembah Hijau, Cibarusah dan non-sektor Lukas, Clara, Kristoforus, BHK, Ratu Rosari, Gabriel, HKY, serta Maria Zakaria.

Acara diawali dengan lagu pujian rohani yang dipimpin oleh Siska, lagu yang sangat  menyentuh hati. Seisi ruangan di Momiji Restaurant Senior Living D’Khayangan, pun serempak  mengikutinya, bahkan beberapa di antaranya tampak menitikkan air mata.

Lomba tari antar sektor saat rekoleksi wulan di Senior Living D’Khayangan Jababeka, Rabu, 3 Maret 2019. FOTO/KOMSOS PC-GIT/Lourentius EP.

Untuk menambah semarak, acara diisi dengan sejumlah permainan serta tari-tarian dari beberapa sektor seperti Jababeka dan DeltaMas yang membuat para peserta tertawa. “Saya suka kegiatan rekoleksi ini, karena bisa membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, juga bisa bertemu dengan teman seusia saya. Semoga acara ini bisa diadakan kembali,” tutur oma Ana Maria Widyastuti, usia 60 tahun dari lingkungan Yakobus.

Pewarta Mimbar Rozaline Latupeirissa atau sering disapa Ibu Meidty, saat memberikan wejangan rekoleksi wulan di Senior Living D’Khayangan Jababeka, Rabu, 3 Maret 2019. FOTO/KOMSOS PC-GIT/Lourentius EP

Kegiatan rekoleksi ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa usia tua selalu menjadi penghambat dalam berkarya bagi gereja dan sesama. Maka, tim PDKK mengundang  Pewarta Mimbar Rozaline Latupeirissa atau sering disapa Ibu Meidty untuk memberikan materi melalui paparan, renungan, sentuhan rohani, serta contoh konkret yang dapat menggugah kesadaran bahwa menjadi wulan tidak berarti kehilangan segalanya. “Merasakan hidupnya terberkati oleh Tuhan, sampai putih rambut tetap dicintai Tuhan, melalui para pendamping dan gereja. Selalu ada sukacita untuk para wulan dan juga punya komunitas sharing bersama teman seusianya,” ucap Siska dari PDKK Santa Maria.

Peserta rekoleksi wulan, khidmat berdoa di Senior Living D’Khayangan Jababeka, Rabu, 3 Maret 2019. FOTO/KOMSOS PC-GIT/Lourentius EP.

Acara diakhiri dengan misa yang dipimpin oleh Romo Antonius Suhardi Antara. “Warga wulan Paroki Cikarang dalam menjalani masa senjanya tidak merasa sendirian, tetap semangat dan penuh harapan, karena Tuhan akan selalu menyertai kita semua melalui anak-anak, cucu-cucu kita dan para pemerhati wulan,” ujar Romo. Dia menambahkan, hal ini sesuai dengan tema rekoleksi yang diangkat, Aku akan menggendong kamu sampai memutih rambutmu. “Sabda Tuhan ini harus menjadi pegangan dan dasar dalam hidup para wulan Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa,” kata Romo mengakhiri.

(KOMSOS PC-GIT/Lourentius EP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here