ENTREPRENEURSHIP YAYASAN CIPUTRA PENDIDIKAN: INOVASI PENDIDIKAN DI ERA 4.0

54
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM-DI zaman ini, “tuntutan” menjadi pembedaan utama antara generasi terdahulu dan generasi sekarang. Dalam dunia pendidikan, “tuntutan” dimengerti sebagai peluang subjek bina untuk menguasai standar kompetensi yang kreatif dan inovatif. Tak salah bila dalam hal ini, standar kompetensi ini menjadi sederatan skills bagi generasi millenial saat ini.

Tak dipungkiri banyak sekolah selalu berpatokan pada banyak materi “konservatif”. Konsekwensinya studi kepustakaan dan tatap muka antara guru dan murid, tugas sekolah, dan ujian menjadi sederetan metode pembelajaran klasik yang digunakan guru di ruang kelas. Permasalahannya apakah cuma itu metode yang tepat bagi generasi millenial saat ini? Apakah perkembangan kreativitas dan inovasi melalui latihan-latihan yang terstruktur dan sistematis bukan sebuah kebutuhan pendidikan anak zaman ini?

Menjawab ragam persoalan ini, Grup Ciputra melalui Yayasan Ciputra Pendidikan dalam kerja sama dengan Sekolah Don Bosco Pondok Indah memiliki komitmen yang kuat untuk ikut mewujudkan generasi 4.0 (menuju generasi 5.0). Pengurus yayasan terus “menggenjot” era pendidikan dengan mengusung ketrampilan-ketrampilan yang tak lain guna mengasah tidak saja kompetensi di bidang hard skills tetapi juga soft skills para murid. Tujuannya untuk memfasilitasi siswa berkembang secara holistik baik segi pengetahuan, kecakapan hidup, kararakter serta cara berpikir yang dibutuhkan di era ini.

Begitu pentingnya segi ini, tak jarang hampir semua perguruan tinggi, termasuk sekolah sudah memasukkan entrepreneurship ke dalam kurikulum pembelajaran. Tanpa terkecuali, Yayasan Ciputra Pendidikan (Ciputra Group), melalui Sekolah Citra Don Bosco Pondok Indah yang sejak awal memutuskan untuk memberikan pembelajaran entrepreneurship kepada para siswanya.

Boedi Tjusila, School General Manager Sekolah Citra Kasih menjelaskan, “Yayasan Ciputra Pendidikan, merasa terpanggil untuk berupaya dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mencetak kader-kader pendidik yang memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam segala perkembangan dunia,” ujarnya.

Boedi melanjutkan, salah satu inovasi di dunia pendidikan adalah membangun jiwa entrepreneurship sejak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).”Tentu bukan sebuah kebetulan karena program entrepreneurship sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah Indonesia saat ini,” ungkap Boedi.

Atas usaha memajukan dunia pendidikan ini Yayasan Ciputra Pendidikan menggandeng Yayasan Pondok Indah Don Bosco, menghadirkan Sekolah Citra Kasih Don Bosco. “Nantinya, pengurusan dan pengelolaan Sekolah Citra Kasih Don Bosco diserahkan sepenuhnya kepada Yayasan Ciputra Pendidikan,” ungkap Boedi dalam acara bincang edukasi bertema “Nurturing Entrepreneurship Learning with Academic Excellence for 4.0 Generation” di Hall Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu, 26/10.

Kegiatan ini dikemas dalam bincang santai yang dihadiri orangtua siswa maupun calon orangtua siswa. Kegiatan ini menghadirkan para praktisi pendidikan yang tampil menjelaskan tentang bagaimana pelajaran entrepreneurship sebagai salah satu program pembelajaran di sekolah-sekolah.

Dalam kegiatan ini juga Yayasan Ciputra Pendidikan menampilkan new concept Management Facilities yang diharapkan sebagai penunjang kualitas sumber daya subjek bina dalam mencetak profil lulusan yang kreatif dan inovatif.

Saat ini, lanjut Boedi, Sekolah Citra Kasih telah hadir di delapan kota di Indonesia dengan jumlah siswa yang telah mencapai 6.000 dan didukung tenaga pendidik dan non kependidikan sebanyak 500 orang.

Yusti H. Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here