Paus Fransiskus Beraktivitas dari Domus Santa Marta

4556
Basilika Santo Petrus tampak lengang. (ist)
Paus Fransiskus Beraktivitas dari Domus Santa Marta
3.6 (71.43%) 7 votes

HIDUPKATOLIK.COM —Pastor Maskus Solo, SVD yang kini bertugas di Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama di Vatikan melalui pesan di platform WhatsApp mengatakan, saat ini aktivitas perkantoran di Vatikan masih tetap berjalan seperti biasa walaupun banyak pelayanan dilakukan dari rumah/kediaman pada staf Vatikan. “Paus Fransiskus beraktivitas  dari Domus Santa Marta saja kecuali ada meeting penting misalnya Ad Limina (Kunjungan Lima Tahuhan, Red.) Konferensi Waligereja Prancis kemarin,” ujarnya kepada hidupkatolik.com di Jakarta, Selasa malam (10/3/2020).

Menurut imam SVD asal Indonesia ini, jumlah infeksi di Kota Roma masih rendah tetapi ketakukan dan kecemasan meningkat oleh karena kebijakan masif di Italia bagian utara untuk memutus penyebaran virus korona agar tidak menyebar ke seluruh Italia.

“Basilika Santo Petrus juga sejak kemarin ditutup. Begitu juga dengan Museum Vatikan, Kapel Sistine, Museum Harta Karun di dalam Basilika Santo Petrus, penggalian di bawah Basilika Santo Petrus (Nekropol), Taman dan Museum Kastel Gondolfo (Kediaman Paus di luar Vatikan, Red.) ,” Pastor Markus menjelaskan.

Pastor Markus Solo Kewuta SVD. (Dok HIDUP)

“Kebijakan massif itu diambil karena pemerintah juga kita tidak tahu  arah dan agresivitas virus ini seperti apa. Virus ini tidak pilih-pilih kasih. Kedatangannya seperti pencuri di malam hari. Kadang kita berpikir kita sudah sangat waspada dan sangat patuh terhadap setiap aturan pencegahan, tetapi cobaan tidak pernah tidur. Ibarat naik mobil, kita sendiri sudah sangat berhati-hati dan mengikuti semua aturan lalulintas, tetapi keselamatan kita di jalan tidak kita tentukan sendiri. Orang lain punya andil besar juga,” ujar Pastor Markus lebih jauh.

Tuhan Tidak Tidur                                                                         

Kota-kota di Italia, termasuk Kota Vatikan memang sangat lengang, seperti kota mati. “Pesan Yesus untuk berjaga-jaga dan berdoa kita rasakan manfaatnya di dalam situasi seperti ini. Hendaknya didengar dan diikuti semua orang karena semua orang punya andil terhadap keselamatan orang lain. Selain itu Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Seperti perahu dihempas badai  lalu murid-murid pada panik. Ternyata Tuhan tidak tidur. Kita harus meminta kepada-Nya dalam doa. Panik adalah racun karena bisa memperburuk situasi,” papar Pastor Markus Solo seraya berharap, selalu dalam kewaspadaan dan doa.

Mengingat situasi Italia secara keseluruhan yang belum menentu, aktivitas Paus Fransiksus ke depan tentunya akan makin berhati-hati. “Kita tetap berdoa dan harapkan yang terbaik,” timpal Pastor Markus.

Hasiholan Siagian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here