Apakah yang dimaksud Infalibilitas Kepausan

53
Ilustrasi (Dok. sttheresechurchalhambra.org)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Apakah yang dimaksud Infalibilitas? Lalu mengapa dalam Gereja Katolik ada ajaran tentang Infalibilitas Paus? Apa tujuannya? (Agustinus Sutarno, Bekasi)

Gereja Katolik lahir dari Rahim Allah sendiri. Tuhan Yesuslah menjadi pendiri dari Gereja, bukan para rasul. Bukti pendirian itu dapat dilihat dalam Injil Matius yaitu ketika Tuhan Yesus berbincang dengan Petrus. Ia menanyakan sejauh mana Petrus mengenal diri-Nya. Saat itulah, Ia menyampaikan pesan bahwa Dia akan mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang (Bdk. Mat. 16:18). Ini menegaskan bahwa Petrus diberi kuasa menjadi pemimpin bagi seluruh Gereja-Nya. Di sinilah kuasa pertama Petrus diberikan oleh Tuhan. Saat inilah Petrus menjadi pemegang kebenaran iman akan Tuhan Yesus.

Kata-kata itu yang kemudian menjadi dasar bagi ajaran infalibilitas Paus dalam Gereja Katolik yang dinyatakan secara resmi pada Konsili Vatikan I (1869-1870) dalam Konstitusi Dogmatis Pastor Aeternus (18 Juli 1870). Namun, apa sebenarnya “infalibilitas” itu? Seringkali di tengah masyarakat, bahkan umat beriman sendiri keliru dalam memahami ini. Salah satu bentuk kekeliruan adalah anggapan bahwa Paus tidak bisa salah dalam segala hal. Bahkan, seolah-olah ketika ada pergantian Paus, Gereja bisa berganti ajarannya sesuai dengan karakter Pausnya. Tentu saja ini tidak benar. Infalibilitas bukan ketidakberdoasaan Paus atau Paus benar dalam segala hal. Akan tetapi, infalibilitas sebenarnya adalah wewenang mengajar Paus hanya dalam hal iman dan moral ketika berbicara ex cathedra. Dengan kata lain, Paus bisa salah jika berbicara di luar kedua hal itu. Paus bisa salah menafsirkan tentang alam atau Paus pun bisa berdosa tetapi tidak pernah salah ketika menentukan ajaran yang berkaitan dengan iman dan moral seperti dogma tentang Maria dikandung tanpa noda oleh Paus Pius IX pada tahun 1854 dalam bulla Ineffabilis Deus.

Tidak mudah untuk memahami pemahaman infalibilitas Paus jika tidak mengerti dengan benar dasar di balik pemahaman itu. Pertama-tama, haruslah dimengerti dengan baik bahwa Paus merupakan orang yang penuh iman dan diterangi oleh Roh Kudus, Roh Kebenaran, yang menjadi penolong dan menyertai mereka yang percaya (Bdk. Yoh. 14:16-17). Inilah janji Tuhan Yesus sendiri bahwa Roh Kebenaran “akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya” (Bdk.Yoh. 16:13). Ia dipilih sebagai pengganti Petrus yang mendapatkan otoritas dari Yesus Kristus. Ia memegang ajaran Yesus Kristus dan menghayatinya sebagai pengganti Petrus yang menjawab pertanyaan Sang Guru apakah dia mengasihi Dia (Bdk. Yoh. 21:17). Paus tidak bisa keliru dalam hal iman dan moral. Ia tidak bisa melawan imannya sendiri yang dia yakini ketika mengakui Yesus adalah Tuhan yang mendirikan Gereja-Nya. Ia tidak bisa melawan kasihnya kepada Yesus, Sang Guru. Maka, Paus akan selalu menjaga iman dan juga moral yang adalah bentuk perwujudan tindakan nyata seorang yang mengikuti Yesus Kristus dengan penuh kasih.

Bagi orang beriman, infalibilitas merupakan bentuk pengungkapkan iman yang percaya pada penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei). Infalibilitas memberikan arah yang jelas dalam mengimani Yesus Kristus karena seorang beriman membutuhkan kepastian akan imannya. Paus, sebagai orang yang dipercaya dan sebagai orang yang mendapatkan otoritas, menjadi pribadi yang dianut dalam pemahaman iman karena dia adalah gembala, wakil Kristus di dunia.

Akhirnya, infalibilitas Paus merupakan spirit dari Gereja yang merupakan Tubuh Mistik Kristus dan persekutuan. Gereja senantiasa memiliki satu pemimpin yaitu Kristus sebagai kepala yang di dunia diwakili oleh Petrus dan penggantinya; serta Gereja senantiasa adalah persekutuan yang memegang erat semangat Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Oleh karena itu, kuasa dan wewenang Paus tidak pernah merupakan kuasa dan wewenang individu Paus tetapi kuasa sebagai seorang yang diberikan kepercayaan penuh untuk memimpin Gereja.

HIDUP NO.25, 20 Juni 2021

 

Romo 
(Dosen Teologi Institut Teologi Yohanes Maria Vianney, Surabaya)

 

Silakan kirim pertanyaan Anda ke: [email protected] atau WhatsApp 0812.9295.5952. Kami menjamin kerahasiaan identitas Anda. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here