web page hit counter
Kamis, 29 Januari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Penerbit-Percetakan Kanisius Terus Mewujudkan Kesetiaan Kreatif

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Bertepatan dengan ulang tahun ke-104 Kanisius berkarya sebagai penerbit-percetakan, dilakukan peluncuran PT Kanisius Taman Komunikasi (Takom) yang tidak terlepas dari entitas bisnis PT Kanisius. Perayaan yang dilakukan pada 26 Januari 2026 ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-12 PT Kanisius dan ulang tahun ke-3 Takom 1922 Café & Resto.

Para karyawan purnakarya bersama kedua imam. (Foto: HIDUP/Veronika Naning)

Perayaan hari ulang tahun dan peluncuran PT baru dilakukan oleh Direktur Utama PT Kanisius, Pasto Eustachius Azismardopo Subroto, SJ dan Ketua Yayasan Kanisius, Pastor Yohanes Heru Hendarto, SJ.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh karyawan dari semua entitas bisnis tersebut baik di Yogyakarta maupun di wilayah lain melalui zoom meeting.

Peserta peringatan HUT Kanisius ke-104. (Foto: HIDUP/Veronika Naning)

Tema yang diangkat dalam perayaan tahun ini adalah “Kesetiaan Kreatif Menuju Cakrawala Baru”. Tema ini dipilih dengan harapan perusahaan makin terbuka untuk mendengarkan dan memahami bisikan Tuhan yang hadir melalui rekan kerja, pelanggan, dan alam semesta ini.

Baca Juga:  Selain Perayaan Ekaristi, HUT Ke-50 Imamat Kardinal Akan Diwarnai dengan Pagelaran Ketoprak Rohani

Semua pengalaman yang telah berlangsung perlu disyukuri sekaligus bersiap menyambut pengalaman baru yang akan datang. Sebagaimana para pendahulu yang mengalami kegamangan di tengah penjajah, tetapi mereka tetap bertahan dan setia menanam benih iman maupun pengharapan dalam karya misioner.

Tari Angguk Jos dari SDN Deresan Sleman. (Foto: HIDUP/Veronika Naning)

Hal yang dituju adalah berjuang secara kreatif dengan upaya penuh untuk membawa orang-orang pribumi di Jawa sebagai orang yang bermartabat, agar mampu mengejewantahkan diri di tengah masyarakat. Hal ini menjadi “The living tradition” yang perlu dihidupi. Butuh kesederhanaan dan kerelaan untuk mendengarkan bisikan Tuhan di tengah kehidupan modern agar tetap berjalan dalam kesetiaan untuk menemukan kreativitas baru. Semua itu disampaikan oleh Rama Heru dalam sambutannya.

Baca Juga:  Paus Leo Mengesahkan Proses Beatifikasi Martir Guatemala

Melanjutkan upaya pencerdasan bangsa pribumi yang dijajah Belanda, sebagai niat awal saat mendirikan Kanisius, maka perlu disadari beberapa hal pentingnya. Pertama, Pendidikan merupakan misi untuk saling berbagi.

Pendidikan adalah usaha koleķtif tetapi harus dengan shared mission tidak hanya jalankan bisnis untuk keuntungan semata. Kedua, pendidikan harus membentuk pribadi orang yang mempunyai nurani sehat dan kapasitas berdiskresi tinggih. Hal-hal itu makin jelas saat membaca Gravitinum educationis yang diangkat Kembali oleh Paus Fransiskus.

Paduan suara SD Maria Assumpta Klaten bersama Dirut Kanisius. (Foto: HIDUP/Veronika Naning)

Sedangkan Paus Leo XIV meminta sekolah terus didorong untuk menciptakan kreativitas baru. Komunitas pendidikan dan penerbitan harus menjadi laboratorium discerment sehingga membawa kreativitas baru. Beberapa upaya yang bisa ditempuh misalnya mewartakan mukjizat ekaristi nyata sehingga orang makin dekat dengan Tuhan.

Baca Juga:  Sepuluh Diakon Ditahbiskan di Pelembang

Karena itu, membangun jejaring dan relasi dengan tantangan baru amat vital. Misalnya dengan membuka café maka banyak anak-anak muda memanfaatkan fasilitas itu. ketika banyak orang merindukan kedekatan dengan Tuhan maka Kanisius hadir memberi pengalaman baru dengan segala pelayanan yang dimiliki.

Peserta perayaan (Foto: HIDUP/Veronika Naning)

Acara dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari SD Negeri Deresan Sleman berupa tari Angguk Jos dan nyanyi tunggal. Selain itu, hadir pula paduan suara SD Maria Assumpta Klaten. Dalam acara itu juga dilakukan pelepasan para purnakarya yang pensiun di 2025 sebanyak 6 orang dan pemberian penghargaan bagi karyawan bermasa kerja 25 tahun sebanyak 9 orang. Acara ditutup dengan ramah tamah seluruh peserta di ruang terbuka hijau Kanisius.

Veronika Murwaningsih (Kontributor, Yogyakarta)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke sekartadji maridjan Batal membalas

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles